Tekan Angka Pelanggar Lalu Lintas, Pengamat: 'Electronic Traffic Law Enforcement' Inovasi Jitu
Ilusrasi. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
MerahPutih.com - Pengamat transportasi, Darmaningtyas menilai, penggunaan teknologi dalam pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas sudah tak dapat dihindari lagi.
Pasalnya, ini merupakan sebuah tuntutan dan kebutuhan zaman yang mau tak mau harus dijawab agar tak usang alias kuno.
"Sekarang eranya teknologi, pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas juga harus bisa berkembang. Hal ini tidak dapat dihindarkan lagi," kata Darmaningtyas kepada wartawan, Kamis (11/7).
Baca Juga: Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Terekam Kamera Tilang Elektronik
E-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement merupakan inovasi jitu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam menurunkan angka pelanggaran lalu lintas yang menjadi penyebab kecelakaan.
"Ini inovasi jitu yang patut dikembangkan guna mengawas dan menindak pelanggar demi mensukseskan tahun keselamatan berlalu lintas, jadi penggunaan E-TLE itu sudah tepat," ucapnya.
Ia menjelaskan, alat tersebut sanggat berguna untuk membuat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Jika sistem ini dilakukan tegas dan konsisten kepada para pelanggar maka ketertiban berlalu lintas akan makin maju.
"Jika tegas dan konsisten sanksinya maka kecenderungan masyarakat untuk tertib dalam berkendara di jalan raysa dapat terus didorong," pungkasnya.
Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan membuatnya prihatin dan terus getol mendukung program keselamatan secara masif.
Baca Juga: Pengamat: Kalau Ingin Terbit Tilang Elektronik, Harus Semua Jenis Kendaraan Bermotor
"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi setiap program pemerintah melalui Kepolisian demi mendukung tercapainya budaya selamat dalam berlalu lintas," tegasnya.
Darmaningtyas optimis inovasi ini dapat memangkas keberadaan anggota Polantas di jalan raya. "Jika di Malaysia itu gak ada kita lihat polisi berdiri di jalan, lalu lintasnya dibangun secara sistematis dan didukung oleh tenologi canggih," jelasnya.
Menurutnya, penggunaan E-TLE bukan kali ini saja masuk ke Indonesia. "Tahun 2017 lalu E-TLE sudah masuk di Indonesia yaitu di Semarang, waktu itu saya naik angkutan umum pas saya minta lewati sebuah jalur si sopir langsung ngomong jika di rute tersebut sudah terpasang kamera E-TLE," tutur Darmaningtyas.
Ia optimis, E-TLE dapat memberikan perubahan sikap dan perilaku positif para pengendara di jalan raya. "Saya optimis dengan inovasi ini (E-TLE) demi membangun budaya tertib berlalu lintas di Jakarta dan Indonesia," tutupnya. (Knu)
Baca Juga: Nyetir Sambil Main HP, Siap-Siap Kena Tilang Elektronik
Bagikan
Berita Terkait
Libur Long Weekend, 12 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Picu Kemacetan Simpang Gadog
Ganjil Genap Ditiadakan Saat Libur Isra Miraj Nabi Muhammad
Genangan Air Setinggi 15 Cm, Lalu Lintas dari Bandara Soetta Menuju Jakarta dan Sebaliknya Tersendat Selasa Pagi
Angka Kecelakaan Nataru 2025 Turun, Komisi V Minta Strategi Disempurnakan untuk Mudik Lebaran 2026
Kabut Tebal Selimuti Kawasan Puncak, Polisi Minta Pengendara Waspada
Kakorlantas Polri sebut Tingkat Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas Mudik Nataru 2025/2026 Turun Drastis
Mabes Polri Pastikan Rekayasa Lalu lintas dan Pengamanan Jalur Puncak Bogor saat Nataru 2026 Berjalan Maksimal
Tragedi Berdarah Tol Krapyak: 16 Nyawa Melayang, DPR Semprot Kemenhub Agar Bus 'Zombie' Tak Gentayangan Saat Nataru
666.993 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Melonjak 8 Persen dari Lalin Normal
Horor Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Semarang Buat 16 Orang Meninggal, Kaca Berserakan Hingga Beton Jalan Bergeser