Angka Kecelakaan Nataru 2025 Turun, Komisi V Minta Strategi Disempurnakan untuk Mudik Lebaran 2026
Kendaraan melintas di ruas jalan tol Solo-Ngawi, Jumat (2/1). (Dok.PT JSN)
MerahPutih.com - Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, mengapresiasi kinerja pemerintah atas keberhasilan menekan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dia meminta penanganan Mudik Lebaran 2026 semakin disempurnakan.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pernyataan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho yang mengungkapkan bahwa angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama Nataru 2025 turun hingga 27,12 persen, sementara angka kecelakaan secara keseluruhan menurun sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Penurunan ini merupakan capaian positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya perbaikan dalam manajemen lalu lintas, pengawasan, serta koordinasi antarinstansi selama masa Nataru,” ujar Syafiuddin, Senin (5/1).
Menurut Syafiuddin, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan berbagai strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan infrastruktur dan sarana transportasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya peningkatan keselamatan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga:
Arus Balik Nataru 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4 Juta, Melonjak Ketimbang Periode Lalu
“Strategi yang sudah diterapkan pada Nataru 2025 perlu dievaluasi dan disempurnakan agar bisa diterapkan secara lebih optimal pada mudik Lebaran Maret 2026 mendatang, yang biasanya memiliki tingkat mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi,” katanya.
Syafiuddin juga menekankan pentingnya kerja keras dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait lainnya demi memastikan mudik berlangsung aman dan nyaman.
“Pemerintah harus terus bekerja keras. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita berharap tren penurunan kecelakaan ini bisa terus dijaga, bahkan ditingkatkan, pada momentum mudik Lebaran mendatang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, keberhasilan itu salah satunya disebabkan karena penerapan kebijakan larangan truk sumbu tiga beroperasi di tol selama periode libur Nataru.
"Dengan tidak beroperasinya di jalan tol, tentunya peristiwa kecelakaan juga turun. Dari fatalitas korban meninggal dunia cukup menggembirakan, jadi kita bisa menurunkan dua digit, 27,12 persen," ucap legislator asal Dapil Jawa Timur XI Pulau Madura itu. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Lebih daripada 800 Ribu Orang Datang ke Jakarta setelah Libur Nataru, Datang Naik KA Jarak Jauh
Penjualan Tiket KAI saat Nataru 2025/2026 Tembus 4,17 Juta, ini 10 Stasiun Kereta Paling Favorit
Whoosh Angkut 362 Ribu Penumpang Selama Nataru, Keterlambatan Masih Terjadi
Angka Kecelakaan Nataru 2025 Turun, Komisi V Minta Strategi Disempurnakan untuk Mudik Lebaran 2026
Penumpang KAI Tembus 3,9 Juta Selama Periode Nataru 2026, KA Joglosemarkerto Relasi Solo-Semarang Jadi Primadona
2,3 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta, Puncak Arus Balik Nataru 2026 Diperkirakan 4 Januari
Nataru 2026, Taman Margasatwa Ragunan Dipenuhi 408 Ribu Wisatawan
Ragunan Diserbu 408 Ribu Pengunjung Selama Periode Libur Nataru, Pengelola Optimis Tren Positif Berlanjut
Kabut Tebal Selimuti Kawasan Puncak, Polisi Minta Pengendara Waspada
Ragunan Disesaki 14 Ribu Lebih Pengunjung di Hari Terakhir 2025