Tatan, Dokter Hewan yang Nyambi Jadi Pemulung

Fredy WansyahFredy Wansyah - Jumat, 31 Juli 2015
Tatan, Dokter Hewan yang Nyambi Jadi Pemulung

Tatan Sukmana (32), dokter hewan yang menjalani kerja sampingan sebagai pemulung, ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7). (Foto: MetahPutih/Fadli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Megapolitan - Tatan Sukmana (32) menjalani hidupnya tak hanya sebagai dokter hewan. Lulusan Univeritas Diponegoro ini mengaku rela nyambi menjadi seorang pemulung. Sejatinya, ia menjalani profesi utamanya sebagai peneliti hewan di salah satu laboratorium milik perusahaan ternama di Tangerang.

Tatan mengais rezeki dari bak sampah pinggiran jalan dan pasar. Hal ini ia lakukan guna mencari nafkah sehari-hari. Bahkan, Tatan mengaku sudah betah dengan profesi yang masih dipandang sebelah mata tersebut. "Biar kecil, asalkan berkah, saya bisa menghidupi keluarga saya dengan rezeki yang terbilang masih dibawah," tuturnya kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (31/7), sambil agak menghela nafas.

Tatan menilai profesi yang dilakoninya itu bisa menghidupi keluarga kecilnya. Diakuinya, dari hasil memulung, dalam sebulan dia bisa meraup rupiah hingga 2 juta rupiah.

Ketika memulung, ia pun bisa mendapat barang-barang yang terbuang tapi layak pakai, seperti alat elektronik, charger HP, kipas angin, bahkan TV. Barang-barang tersebut ia benahi kembali hingga dapat berfungsi.

"Kalau orang kaya kan biasanya barang rusak dikit dibuang. Nah, kalau ketemu barang semacam itu saya perbaiki kemudian dijual lagi. Itu bisa berkali lipat keuntungannya," kata pria kelahiran Majalengka ini.

Di kantornya, Tatan kerap kali mendapat cibiran. Ia dianggap selayaknya pemulung yang tak punya harga diri. Bila bertemu rekan sekantor, Tatan mengaku malu. "Bukan apa-apa, teman suka ngeledekin. 'Tan, tuh banyak sampah. Mana naluri pemulungmu'," Ucapnya sambil tertawa, menirukan cibiran rekan-rekannya.

Meski begitu, Tatan mengaku harus jauh-jauh membuang gengsinya. Pasalnya, ia benar-benar merasakan berkahnya saat profesinya sebagai pemulung diketahui luas di kantor pekerjaan utamanya.

"Justru, kantor saya menyerahkan proyek sampah kepada saya, seperti sampah kertas, botol minuman, dan lain-lain," pungkasnya. (fdi)

Baca Juga:

Kembalikan Uang Rp1 Miliar Temuannya, Pemulung Cantik Ini Jadi Bintang Iklan

Karena Kaus Kaka Slank, PPM Gelar Makan-Makan Bareng Pemulung

Bocah 10 tahun Nekat Jadi Pemulung Demi Kesembuhan Ayahnya

#Kisah Inspiratif #Dokter Tatan Sukmana #Pemulung #Berita Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Fun
Kisah Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026 yang Siap Bawa Suara Komunitas Tuli ke Panggung Internasional
Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026, bersiap mengikuti Miss Deaf Internasional 2026 di Georgia. Bawa misi menyuarakan komunitas Tuli Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Kisah Chelsy Prilia Sitohang, Miss Deaf Indonesia 2026 yang Siap Bawa Suara Komunitas Tuli ke Panggung Internasional
Indonesia
Warga Penunggu Haji Gocap Ditangkap Dinas Sosial Jakarta, 25 Orang Diamankan
Mereka diketahui merupakan peminta-minta yang sengaja menunggu pemberian uang pecahan Rp 50 ribu dari “Haji Gocap”.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Warga Penunggu Haji Gocap Ditangkap Dinas Sosial Jakarta, 25 Orang Diamankan
Dunia
Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya, akhirnya didenda 50.000 kroner (sekitar Rp 93,5 juta) atas insiden tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
 Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Indonesia
Kemnaker Respons Usulan KLH, Istilah Pemulung akan Diganti Jadi Pemilah Sampah
Kemnaker akan mengubah nomenklatur pekerjaan pemulung menjadi pemilah sampah. Perubahan itu akan dituangkan dalam Kamus Besar Jabatan Indonesia (KBJI).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kemnaker Respons Usulan KLH, Istilah Pemulung akan Diganti Jadi Pemilah Sampah
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Lifestyle
Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Ia telah menerbangkan puluhan ribu penumpang selama hampir 17 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Lifestyle
Jam Tangan Pengingat Kisah Cinta di Titanic Terjual Rp 39 M, Pemiliknya Memilih Mati Bersama di Atas Kapal
Kini, lebih dari satu abad setelah bencana maritim paling terkenal di dunia itu, jam saku emas yang dikenakan Isidor saat kejadian terjual di pelelangan dengan harga fantastis.
Dwi Astarini - Kamis, 27 November 2025
Jam Tangan Pengingat Kisah Cinta di Titanic Terjual Rp 39 M, Pemiliknya Memilih Mati Bersama di Atas Kapal
Bagikan