Merahputih Megapolitan - Tatan Sukmana (32) menjalani hidupnya tak hanya sebagai dokter hewan. Lulusan Univeritas Diponegoro ini mengaku rela nyambi menjadi seorang pemulung. Sejatinya, ia menjalani profesi utamanya sebagai peneliti hewan di salah satu laboratorium milik perusahaan ternama di Tangerang.
Tatan mengais rezeki dari bak sampah pinggiran jalan dan pasar. Hal ini ia lakukan guna mencari nafkah sehari-hari. Bahkan, Tatan mengaku sudah betah dengan profesi yang masih dipandang sebelah mata tersebut. "Biar kecil, asalkan berkah, saya bisa menghidupi keluarga saya dengan rezeki yang terbilang masih dibawah," tuturnya kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (31/7), sambil agak menghela nafas.
Tatan menilai profesi yang dilakoninya itu bisa menghidupi keluarga kecilnya. Diakuinya, dari hasil memulung, dalam sebulan dia bisa meraup rupiah hingga 2 juta rupiah.
Ketika memulung, ia pun bisa mendapat barang-barang yang terbuang tapi layak pakai, seperti alat elektronik, charger HP, kipas angin, bahkan TV. Barang-barang tersebut ia benahi kembali hingga dapat berfungsi.
"Kalau orang kaya kan biasanya barang rusak dikit dibuang. Nah, kalau ketemu barang semacam itu saya perbaiki kemudian dijual lagi. Itu bisa berkali lipat keuntungannya," kata pria kelahiran Majalengka ini.
Di kantornya, Tatan kerap kali mendapat cibiran. Ia dianggap selayaknya pemulung yang tak punya harga diri. Bila bertemu rekan sekantor, Tatan mengaku malu. "Bukan apa-apa, teman suka ngeledekin. 'Tan, tuh banyak sampah. Mana naluri pemulungmu'," Ucapnya sambil tertawa, menirukan cibiran rekan-rekannya.
Meski begitu, Tatan mengaku harus jauh-jauh membuang gengsinya. Pasalnya, ia benar-benar merasakan berkahnya saat profesinya sebagai pemulung diketahui luas di kantor pekerjaan utamanya.
"Justru, kantor saya menyerahkan proyek sampah kepada saya, seperti sampah kertas, botol minuman, dan lain-lain," pungkasnya. (fdi)
Baca Juga:
Kembalikan Uang Rp1 Miliar Temuannya, Pemulung Cantik Ini Jadi Bintang Iklan
Karena Kaus Kaka Slank, PPM Gelar Makan-Makan Bareng Pemulung