Tanggapan Kapolri Atas Pembakaran Mapolres Dharmasraya

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 13 November 2017
Tanggapan Kapolri Atas Pembakaran Mapolres Dharmasraya

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, salah satu dari dua pelaku penyerangan polisi serta pembakaran Mapolres Dharmasraya di Sumatera Barat yang terindentifikasi bernama Eka diduga terlibat faham radikal saat berada di Sumedang.

"Salah satu terduga teroris bernama Eka (almarhum) merupakan putera seorang anggota Polri berpangkat Ipda yang bertugas di Muara Bungu, sebelah Jambi yang berbatasan dengan Sumatera Barat," kata Kapolri di Ambon, Senin (13/11).

Soal insiden yang terjadi di Dharmasraya, kata Tito, memang ada kantor Polres yang terbakar dan posisinya sudah berbatasan dengan wilayah Jambi.

"Kasusnya polres dibakar, ada dua orang yang dicurigai membawa senjata tajam diduga pelaku pembakaran menyerang petugas saat itu tetapi keduanya dilumpuhkan dan ditembak mati," katanya.

Dari hasil pendalaman terhadap dua orang tersebut, polisi sudah mengidentifikasi namanya kemudian melihat motifnya.

Menurut Kapolri, dari keterangan orang tua mereka disampaikan kalau anak mereka pernah ke Sumedang dan kawin di sana sehingga Polri menduga di sanalah yang bersangkutan terkena faham radikal.

Kapolri mengatakan bahwa yang bersangkutan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara masuk dalam jaringan terorisme, khususnya Jamaah Anzar Daulah yang mendukung ISIS.

"Saya sudah perintahkan Kapolda Sumatera Barat untuk membentuk tim segera mengungkap kasus ini sampai ke jaringan-jaringannya melibatkanDetazemen Khusus 88 antiteror," katanya.

Selanjutnya melakukan restorasi, rekonstruksi Polres sambil jalan dan mereka menyiapkan tempat sementara guna melaksanakan tugas-tugas kepolisian.

Untuk berkas administrasi yang terbakar diupayakan untuk recover dan dari Mabes akan membantu guna masalah logistik dan lainnya yang terbakar.

"Saya yakinkan bahwa situasi di sana sudah terkendali dan kasus ini menjadi pelajaran bagi jajaran Polri untuk semakin memperkuat sistem pengamanan internal," tandasnya. (*)

#Kapolri #Tito Karnavian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Pemetaan kawasan rawan narkoba dapat menjadi acuan bagi kepolisian dalam menentukan prioritas operasi, terutama di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkotika.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ratusan Kawasan Rawan Narkoba Tumbuh di Indonesia, IPW: PR Kapolri
Indonesia
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim dan seluruh kapolda agar meningkatkan operasi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat peredaran narkoba.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
IPW Minta Kapolri Suyudi Jadikan Pemberantasan Narkoba Program 100 Hari Kerja
Berita
Profil Irjen Agus Wijayanto, Kapolda Bangka Belitung Baru yang ‘Ditakuti’ Polisi Bermasalah
Irjen Agus Wijayanto hadir menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing, yang kini mendapatkan amanah baru sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Profil Irjen Agus Wijayanto, Kapolda Bangka Belitung Baru yang ‘Ditakuti’ Polisi Bermasalah
Indonesia
Sosok Brigjen Andi Syahriful Taufik, Pakar SDM Polri yang kini Jabat Kapolda Kaltara
Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini ditunjuk mengisi pucuk pimpinan Polda Kaltara guna menggantikan Irjen Agus Wijayanto.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Sosok Brigjen Andi Syahriful Taufik, Pakar SDM Polri yang kini Jabat Kapolda Kaltara
Indonesia
DPR Pantau Rotasi Massal dan Cepat Polisi oleh Kapolri, Ingatkan Soal Pengawasan Internal
Sahroni menegaskan pengawasan internal Polri harus tetap berjalan agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat semakin baik dan tidak hanya merespons persoalan yang menjadi perhatian publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
DPR Pantau Rotasi Massal dan Cepat Polisi oleh Kapolri, Ingatkan Soal Pengawasan Internal
Indonesia
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Soedeson Tandra mengungkap alasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto perlu segera menata internal Polri, termasuk perombakan sejumlah Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Kenapa Kapolri Suyudi Disebut Harus Tancap Gas Tata Internal Polri? Ini Kata Komisi III DPR
Indonesia
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Pertukaran ini dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sehari setelah resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Indonesia
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Indonesia
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menghadapi tantangan untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Indonesia
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Tantangan tersebut muncul di tengah masih kuatnya sorotan terhadap profesionalitas dan integritas Polri.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Bagikan