Kesehatan

Tanda-tanda Dehidrasi Ini Jangan Dicuekin

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 30 Desember 2020
Tanda-tanda Dehidrasi Ini Jangan Dicuekin

Setiap orang memiliki kebutuhan air yang berbeda. (Foto: 123RF/fizkes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI dunia yang sempurna, kita semua akan ingat untuk minum air dalam jumlah yang tepat setiap hari. Namun, kebanyakan orang tidak memasukkan "minum air putih" pada to do list mereka. Lebih menggoda untuk minum kopi saat sarapan dan es teh manis saat makan siang.

Namun, jika gagal gagal minum air putih yang cukup untuk mengisi kembali cairan yang hilang (melalui buang air kecil, berkeringat, dan bahkan bernapas), kamu mulai memasuki keadaan dehidrasi.

Baca juga:

Manfaat Minum Air Putih Ternyata Lebih Besar dari Apa yang Pernah Kamu Ketahui

Dehidrasi tidak hanya membuatmu merasa haus, tetapi juga dapat berdampak besar pada fungsi seluruh tubuh. Kamu mungkin pernah mendengar aturan umum bahwa harus minum delapan gelas air sehari, tetapi ternyata jumlah air yang harus diminum setiap orang berbeda-beda.

Anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua cenderung membutuhkan lebih banyak air untuk tetap terhidrasi, demikian kata Seth Smith, M.D., profesor klinis di Departemen Ortopedi dan Rehabilitasi Universitas Florida seperti diberitakan prevention.com (29/12).

Orang yang mengonsumsi obat tertentu, memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, atau baru-baru ini menderita penyakit akibat virus perlu minum lebih banyak juga. Jika kamu berada di iklim yang panas dan lembap atau sedang berolahraga (dan berkeringat), juga lebih rentan terhadap dehidrasi.

Seseorang yang memiliki berat sekitar 150 pon memiliki sekitar lima liter air tubuh total, kata Dr. Smith. Bukan hal yang aneh jika orang yang sangat aktif kehilangan hingga dua liter air melalui keringat selama latihan. Untuk mencegah dehidrasi, cairan yang hilang perlu diganti.

Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mendengarkan tubuhmu, dan minum air saat merasa haus. Kamu juga harus minum air sebelum, selama, dan setelah aktivitas fisik apa pun.

Selain mendapatkan cukup air, menjaga pola makan yang penuh dengan makanan menghidrasi seperti buah-buahan dan sayuran adalah cara lain untuk mengisi kembali cairan yang hilang.

Ketika kamu tidak memiliki cukup air dalam tubuh, dehidrasi akan menyusul. Waspadai tanda-tanda ini:

1. Haus

Kamu akan lebih dehidrasi saat melakukan aktivitas fisik. (Foto: 123RF/puhhha)

Biasanya ketika rasa haus terjadi, orang tersebut mengalami dehidrasi sekitar 2%. Artinya, kamu harus segera mengambil segelas air. Jika sinyal tubuh itu tidak didengarkan, perlahan-lahan kamu akan menjadi lebih dehidrasi, terutama jika sedang melakukan aktivitas fisik.

2. Mulut kering

Tubuh tidak bisa menghasilkan air liur yang cukup saat kurang cairan. (Foto: 123RF/puhhha)

Mulut kering adalah cara lain tubuh memberi tahu butuh lebih banyak cairan. Tubuh tidak dapat menghasilkan air liur yang cukup jika tidak memiliki cukup cairan. Waspadai juga bau mulut, yang bisa disebabkan mulut kering. Ambil sebotol air, bukan permen penyegar napas.

Baca juga:

Bukan yang Dingin, Ternyata Air Hangat Ampuh Atasi Gerah

3. Urine berwarna gelap

Segera minum air putih jika urine berwarna gelap. (Foto: 123RF/Iurii Maksymiv)

Semakin banyak total cairan tubuh yang kamu miliki, semakin jernih warna urine. Jika warnanya lebih gelap, artinya lebih pekat, dan itu tandanya kamu harus minum lebih banyak air putih.

4. Kulit kering

Kulit kering bukan melulu harus pakai pelembap, coba dulu minum air putih. (Foto: 123RF/fizkes)

Kulit adalah organ terbesar tubuh manusia. Seperti organ lainnya, kulit membutuhkan jumlah suplai darah yang tepat agar dapat berfungsi. Jika kamu menyadari bahwa kulit terasa lebih kering dari biasanya, jangan hanya menggunakan pelembap. Ini bisa menjadi tanda bahwa kekurangan cairan.

5. Tekanan darah rendah

Plasma terdiri dari air. (Foto: Pexels/cottonbro)

Lebih dari separuh darah di dalam tubuh adalah plasma, bagian cair dari darah. Plasma terdiri dari air, protein, dan garam. Tanpa H2O yang cukup dalam plasma, darah akan menjadi lebih terkonsentrasi, dan akan jauh lebih sulit untuk mengalir melalui tubuh ke organ-organ yang membutuhkannya.

6. Sembelit

Sembelit tanda tubuh tidak cukup cairan. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Seperti halnya sistem ginjal, sistem pencernaan membutuhkan banyak air agar dapat berjalan dengan lancar. Air memungkinkan makanan bergerak melalui usus, dan juga menjaga usus tetap sehat dan efisien. Sembelit bisa menjadi tanda bahwa tidak ada cukup cairan untuk membawa kotoran keluar-masuk tubuh.

7. Kelelahan

Ketika tubuh kekurangan air kamu akan kurang konsentrasi. (Foto: Pexels/Tim Gouw)

Selalu lelah? Segala sesuatu mulai dari kurang konsentrasi pada sore hari hingga kelelahan yang luar biasa dapat disebabkan dehidrasi. Ketika kamu tidak memiliki cukup air dalam tubuh, tekanan darah turun, aliran darah ke otak pun melambat, dan detak jantung meningkat. Semua konsentrasi pun buyar.

8. Sakit kepala

Sakit kepala adalah hal paling umum saat tubuh kurang cairan. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Jika otak tidak mendapatkan cukup cairan untuk berfungsi dengan baik, berbagai gejala akan muncul. Sakit kepala adalah yang paling umum. Dehidrasi juga merupakan pemicu migrain yang umum. Pingsan, kehilangan kesadaran adalah gejala paling ekstrem dari dehidrasi.

Cara mengatasi dehidrasi tergantung tingkatannya. Untuk gejala ringan, minumlah air dan camilan yang mengandung natrium, yang menurut Dr. Smith membantu tubuh menahan cairan. Minumlah sedikit air alih-alih tegukan besar, karena terlalu banyak air dapat membuat perut mual.

Jika air dan camilan asin tidak cukup untuk membantu kamu bangkit kembali, bisa jadi gejala yang dialami pada tingkatan sedang. Kamu harus minum minuman olahraga dengan elektrolit. Elektrolit adalah mineral dalam cairan tubuh.

Untuk gejala berat perlu pertolongan medis. Misalnya jika muntah parah, perubahan status mental, dan pingsan adalah tanda pasti bahwa sudah waktunya untuk meminta bantuan. (aru)

Baca juga:

Manfaat Minum Air Es, Nomor 4 Belum Ada yang Tahu

#Kesehatan #Dehidrasi #Air Minum
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan