Takut Gaduh, Mantan Mentan Baru Ungkap 92 Persen Data Pangan Tidak Akurat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 26 Oktober 2019
Takut Gaduh, Mantan Mentan Baru Ungkap 92 Persen Data Pangan Tidak Akurat

Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Ahmad Wijaya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Pertanian periode 2014-2019 Andi Amran Sulaiman membeberkan bahwa 92 persen sampel untuk mengolah data lahan sawah yang diambil dari citra satelit melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) tidak akurat.

Dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) kepada Menteri Pertanian yang baru Syahrul Yasin Limpo, Amran Sulaiman mengakui bahwa masalah data lahan sawah yang menyangkut pada distribusi pupuk harus diperbaiki.

Baca Juga:

Komisi IV DPR Pertanyakan Validitas Data Pangan Pemerintah

"Izinkan kami sampaikan di forum ini. Kami tidak sampaikan sebelumnya karena aku khawatir itu gaduh. Data pangan yang ada dengan teknologi tinggi, dengan citra satelit, itu salah," kata Amran pada acara Sertijab di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (25/10), dikutip Antara.

Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb (kanan) menyambut kedatangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) sesaat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (25/10). (Foto: Antara)
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb (kanan) menyambut kedatangan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) sesaat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (25/10). (Foto: Antara)


Amran menjelaskan bahwa 92 persen sampel yang diambil untuk mengetahui luas lahan baku sawah Indonesia, tidak akurat atau terdapat kesalahan. Padahal, data tersebut sudah disahkan oleh empat lembaga, yakni Badan Pusat Statistik, Badan Informasi Geospasial, Kementerian ATR/BPN dan Lapan.

Ketidakakuratan data tersebut, menurut Amran, berpotensi mengurangi kuota subsidi pupuk hingga 600 ribu ton. Dampaknya, produksi komoditas pangan menurun karena petani tidak mendapat jatah pupuk subsidi.

Ia mencontohkan bahwa sekitar 9.700 hektare (ha) luas lahan di Banyuasin tidak terdata dalam citra satelit. Selain itu, luas lahan tambahan di Jawa Timur terdapat 200.000 hektare, namun terekam sebagai wilayah pegunungan dalam citra satelit.

"Kalau itu terjadi, aku pastikan prpoduksi turun. Kenapa? karena subsidi pupuk tidak diterima. Memang ada dua data yang selalu muncul, satu data pertanian, satu data mafia," kata Amran.

Baca Juga:

Kisruh Data Pangan, Kementan dan BPS Jangan Perkeruh Suasana

Sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) bersama BPS telah mengeluarkan data luas baku sawah terbaru yang dihimpun dengan metode kerangka sampel area (KSA).

Data itu menyebutkan luas lahan baku sawah Indonesia mencapai 7,1 juta hektare (ha), jauh di bawah data luas sa­­wah lama yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, yakni 8,1 juta ha.

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat. (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat. (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan dalam 100 hari pertamanya, akan membenahi terlebih dahulu data pangan untuk memastikan pemetaan pertanian lebih jelas

"100 hari ini masalah data selesai. Pak Sekjen, saya mau lihat selesai, mana dirjen, mana direktur, harus selesai. Bantu saya Pak Amran, Ketua Komisi dan lain-lain. Tidak boleh lama-lama," kata Syahrul. (*)

Baca Juga:

Kisruh Data Pangan, Pakar Pertanian Desak BPS Rekrut SDM Baru

#Menteri Pertanian #Data Pangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Update Harga Terbaru Pangan Nasional 19 Agustus 2026: Telur Ayam Ras dan Daging Sapi Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp67 Ribu
Sektor komoditas cabai memperlihatkan pergerakan harga tinggi pada seluruh varian produk
Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Agustus 2026
Update Harga Terbaru Pangan Nasional 19 Agustus 2026: Telur Ayam Ras dan Daging Sapi Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp67 Ribu
Indonesia
Produksi Beras Indonesia Cetak Rekor Saat Dunia Lesu, FAO Tempatkan RI di Posisi Keempat Global
FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai 38,6 juta ton pada 2026/2027. Indonesia kini menjadi produsen beras terbesar keempat dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
Produksi Beras Indonesia Cetak Rekor Saat Dunia Lesu, FAO Tempatkan RI di Posisi Keempat Global
Indonesia
Pemerintah Siapkan Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja
Pemerintah mempercepat program perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare untuk mendukung hilirisasi kakao, kopi, kelapa, dan tebu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Pemerintah Siapkan Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare, Dorong Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja
Indonesia
Lindungi Peternak Ayam Ras, Mentan Tetapkan Harga Beli Telur Paling Murah Rp 26.500 per Kg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan harga acuan pembelian telur ayam ras Rp26.500/kg
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Lindungi Peternak Ayam Ras, Mentan Tetapkan Harga Beli Telur Paling Murah Rp 26.500 per Kg
Indonesia
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Pemerintah mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan disiapkan untuk mendukung swasembada pangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Topang Swasembada Pangan, Pemerintah Percepat Pemulihan 42.702 Hektare Lahan Pertanian Pascabencana di Sumatera
Indonesia
Harga Kelapa Sawit Turun saat Nilai Minyak Mentah Dunia Naik, Polisi Duga Ada Permainan Kartel
Mengindikasikan adanya praktik yang perlu ditelusuri lebih lanjut karena harga TBS justru turun ketika berbagai indikator pasar menunjukkan tren yang positif.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Harga Kelapa Sawit Turun saat Nilai Minyak Mentah Dunia Naik, Polisi Duga Ada Permainan Kartel
Indonesia
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan implementasi program bantuan pangan turut andil mendukung stabilitas harga pangan, termasuk komoditas minyak goreng.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng di Perpanjang Sampai Juni, Bantu Stabilisasi Harga
Indonesia
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino dan Krisis Global!
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pastikan cadangan beras Indonesia tembus 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino dan Krisis Global!
Indonesia
Update Harga Pangan 23 April 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp66 Ribu, Beras Super dan Daging Sapi Kompak Ikut-ikutan Naik
Komoditas pokok seperti beras juga tidak luput dari kenaikan. Beras kualitas super I saat ini mencapai Rp17.350 per kg, sedangkan kualitas medium I berada di angka Rp16.100 per kg
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Update Harga Pangan 23 April 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp66 Ribu, Beras Super dan Daging Sapi Kompak Ikut-ikutan Naik
Indonesia
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp89.650 per kilogram (kg).
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
Bagikan