Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Komisi IV DPR Pertanyakan Validitas Data Pangan Pemerintah

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 06 Juni 2016
Komisi IV DPR Pertanyakan Validitas Data Pangan Pemerintah

Ilustrasi (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mengatakan, data soal pangan yang dimiliki masing-masing kementerian berbeda-beda dan menimbulkan pertanyaan mengenai vailiditasnya.

"Soal data, ternyata memang USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat), Badan Pusat Statistik, dan Pinsar memiliki data yang berbeda-beda. Sebaiknya, BPS diberi dana lebih agar mampu menyusun data primer bukan sekunder. Kementan punya data sendiri, Kemendag juga punya data sendiri. Pemerintah harus menyatukan data tersebut di Kemenko Perekonomian," ujar Viva saat ditemui pada diskusi "Sengkarut Tata Kelola Pangan" di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/6).

Viva menambahkan, seperti kasus jagung beberapa minggu lalu, ketika ada impor 2,9 juta ton jagung, besoknya ada rilis yang dikeluarkan oleh pihak Kementan surplus 3 juta ton, artinya tidak perlu impor dari luar lagi.

"Padahal hasil rakortas, ke mana itu? Ini menunjukkan koordinasi internal pemerintah sendiri belum ada data yang akurat. Artinya pemerintah bisa melanggar undang-undang. Karena di dalam Undang-Undang Pangan tugas pemerintah yakni mengedepankan ketersediaan keterjangkauan keamanan, itu semuanya tugas penerintah," tuturnya.

Menurut viva, naik turun harga dipengaruhi dari supply and demand. Biasanya, menjelang hari-hari besar keagamaan, selalu terjadi lonjakan harga pangan.

"Kalau sekarang ini apa yang di-statement-kan pemerintah berbeda dengan realitas di pasar. Kalau ada supply demand, pastinya ada keseimbangan harga di pasar. Kalau turun, konsumen diuntungkan, tapi kalau naik produsen mendapat keuntungan," pungkasnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Rumah Pangan Kita Jelang Ramadan
  2. Dosen Paramadina: Mau Menang di Jakarta, Sjafrie Sjamsoeddin Harus Atasi Ketimpangan Sosial
  3. Stok Cadangan Pangan Meningkat Dua Kali Lipat
  4. Dunia Sepakbola Berduka, Pemain Klub Rumania Meninggal Dunia di Lapangan
  5. Hadapi Industri Pariwisata, Praktik Lapangan Siswa Diperbanyak
#Komisi IV DPR #Swasembada Pangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Luncurkan B50, Prabowo: Berdosalah Pemimpin Yang Berbohong Kepada Rakyat
Presiden juga mengatakan sejak sebelum dilantik dirinya telah menekankan kepada tim inti dan para penasihatnya pentingnya mewujudkan swasembada pangan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Luncurkan B50, Prabowo: Berdosalah Pemimpin Yang Berbohong Kepada Rakyat
Indonesia
Komisi IV DPR Sentil Menhut Raja Juli: Dugaan Gratifikasi Harus Dikembalikan ke KPK, Bukan ke Pemberi
Firman Soebagyo menegaskan dugaan gratifikasi harus dilaporkan kepada KPK, bukan dikembalikan kepada pemberi. Komisi IV DPR akan meminta penjelasan Kementerian Kehutanan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Komisi IV DPR Sentil Menhut Raja Juli: Dugaan Gratifikasi Harus Dikembalikan ke KPK, Bukan ke Pemberi
Indonesia
Titiek Soeharto Minta Mitigasi El Nino Dipercepat demi Lindungi Ketahanan Pangan Nasional
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto meminta mitigasi El Nino dilakukan secara cepat dan terintegrasi guna menjaga produktivitas pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Titiek Soeharto Minta Mitigasi El Nino Dipercepat demi Lindungi Ketahanan Pangan Nasional
Indonesia
El Nino Berpeluang Capai 98 Persen, DPR Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi Darurat Karhutla dan Kekeringan
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin meminta pemerintah segera melakukan mitigasi darurat menghadapi El Nino yang berpeluang mencapai 98 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
El Nino Berpeluang Capai 98 Persen, DPR Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi Darurat Karhutla dan Kekeringan
Indonesia
Prabowo Ungkap Indonesia Mau Buka Ekspor Bahan Pangan, Asal Petani Tak Rugi
Prabowo mengatakan Indonesia kini memiliki surplus pupuk sehingga dapat memenuhi kebutuhan negara lain yang mengajukan permintaan.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Ungkap Indonesia Mau Buka Ekspor Bahan Pangan, Asal Petani Tak Rugi
Indonesia
Presiden Prabowo: Kita tak akan Swasembada Satu Tahun, tapi Seterusnya
Prabowo menegaskan hasil yang mulai terlihat saat ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa waktu.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Presiden Prabowo: Kita tak akan Swasembada Satu Tahun, tapi Seterusnya
Indonesia
Prabowo Ingin Tiap Desa Swasembada, Bakal Tercapai Dengan Inovasi
Peningkatan produktivitas pertanian itu memperkuat upaya Indonesia menuju swasembada pangan dan lumbung pangan dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Ingin Tiap Desa Swasembada, Bakal Tercapai Dengan Inovasi
Indonesia
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berada dalam posisi kuat di sektor pangan. Ia mengungkap Australia dan sejumlah negara lain meminta pasokan pupuk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Indonesia
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada
Pemerintah siapkan teknologi hemat air, percepatan tanam, dan 57 ribu pompa untuk menghadapi kemarau 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada
Indonesia
Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Serap Telur Peternak untuk Program MBG
Anggota Komisi IV DPR meminta BGN mengoptimalkan penyerapan telur lokal melalui program MBG untuk membantu peternak dan memenuhi kebutuhan gizi anak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Serap Telur Peternak untuk Program MBG
Bagikan