Takut Efek Samping, Alasan Warga Bakal Tolak Vaksinasi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Januari 2021
Takut Efek Samping, Alasan Warga Bakal Tolak Vaksinasi

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ada-ada saja alasan masyarakat untuk menolak vaksinasi COVID-19. Padahal, dari BPOM dan MUI sendiri sudah menegaskan jika vaksin Sinovac dinyatakan aman, halal dan suci.

Gubernur Jawa Timur mengungkapkan, jika program vaksinasi digelar dengan mengutamakan wilayah Surabaya Raya: Surabaya, Sidoarjo dan Gresik sebagaimana anjuran dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga:

Sertifikasi Halal Vaksin COVID-19 Diklaim Sesuai Aturan

Dian (23), warga Rugkut Asri Surabaya menyatakan, menolak vaksinasi lantaran efek sampingnya.

"Saya pernah baca di google kalau vaksin untuk Covid-19 itu ada efek sampingnya. Sebab ada yang bikin kejang kalau enggak cocok sama kondisi tubuh. Kan kondisi tubuh pasti berbeda setiap orang," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (13/01/2021).

Berbeda dengan Farid (31) warga Semolo Waru Surabaya, ia sedikit ragu terkait vaksin yang sudah disuntikkan kepada tokoh pemerintahan, seperti halnya Presiden Jokowi yang terlebih awal disuntik vaksin yang nantinya disusul oleh pemegang kebijakan setiap daerah.

"Saya kok agak kurang percaya, bisa saja vaksin yang disuntikkan ke Presiden atau tokoh masyarakat lain itu berbeda jenisnya dibanding jenis yang nanti disuntikkan kepada masyarakat nantinya. Kan otomatis bisa jadi kadar efek sampingnya berbeda. Untuk itu saya masih ragu dengan efek vaksin Covid-19 ini," tegasnya.

Presiden Jokowi divaksin COVID-19. (Foto: Antara)
Presiden Jokowi divaksin COVID-19. (Foto: Antara)

Namun di sisi lain, Yulia (38) warga Mulyosari Sutabaya optimis jika vaksin Sinovac sudah dinyatakan aman untuk disuntikkan kepada masyarakat Indonesia. Apalagi pihak BPOM menyatakan aman serta MUI pun menyatakan halal dan suci.

"Saya siap divaksin, apalagi BPOM dan MUI sudah menjamin aman dan halal. Menurut saya, pebih baik mencegah dari pada mengobati. Dan saya yakin vaksin tersebut sudah diriset matang-matang oleh ahlinya," terang Yulia. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Butuh 1 Tahun Buat Capai Herd Immunity Usai Vaksinasi

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Sebanyak 14.645 ekor hewan yang divaksin itu terdiri atas anjing 2.363 ekor, kucing 12.126 ekor, kera 104 ekor dan musang 52 ekor.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 16 September 2025
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” menyebut, rekayasa cuaca itu dilakukan agar penyakit TBC kembali tinggi sehingga berdampak pada penggunaan vaksin dan obat.
Frengky Aruan - Minggu, 06 Juli 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Tengah viral di media sosial informasi yang menyebut vaksin sengaja disiapkan sebelum penyakit tersebut muncul.
Frengky Aruan - Rabu, 11 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Disiapkan Sebelum Penyakitnya Muncul, Sebabkan Kebodohan hingga Mandul
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Informasi ini diunggah akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela”.
Frengky Aruan - Senin, 09 Juni 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Terkoneksi Bluetooth di Aplikasi Handphone
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
TurnBackHoax menelusuri klaim pemberian bantuan sosial di laman resmi kemensos.go.id dan kemkes.go.id melalui mesin pencarian Google.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Mei 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Bantuan Sosial Bagi Peserta Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Bagikan