Tak Terima Dirazia Masker, Pedagang Pasar Metro Atom Ngamuk

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 22 September 2020
Tak Terima Dirazia Masker, Pedagang Pasar Metro Atom Ngamuk

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf. Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar, berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, operasi yustisi terfokus di Pasar Metro Atom yang dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto.

Baca Juga

Anggaran Pemulihan Ekonomi Sudah Capai Rp254 Triliun

"Kegiatan ini terfokus pada penggunaan masker di aman kami bersama TNI memback up Satopol PP dalam operasi yustisi ini," kata Eliantoro di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Eliantoro melanjutkan, operasi yang melibatkan 80 personel gabungan ini menemukan sejumlah masyarakat tak menggunakan masker.

"Sebagian besar masyarakat tidak menggunakan masker, ada yg tidak membawa ada juga memakai masker tapi tidak benar makenya. Ada pedagang dan pengunjung yang tidak pakai masker," imbuh Eliantoro.

Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan.
Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan. Foto: MP/Kanu

Dari pantauan di lokasi, sejumlah warga menolak saat dirazia mengamuk karena merasa dijebak. Riko, salah satu pedagang di Metro Atom Plaza ini menolak dan melawan saat tertangkap basah sedang tidak mengenakkan masker di tokonya. Ia bahkan menganggap razia ini tidak adil.

"Sebenarnya kalau razianya secara menyeluruh dan enggak maling-malingan seperti ini, enggak masalah. Tapi lihat dulu, kita yang enggak memakai masker ini sedang berkerumun atau tidak. Saya kan sementara di toko dan sedang sendirian, dan enggak sedang berkerumun tapi dirazia," kata Riko.

Menurut Riko, pada saat sedang dilakukan razia, ia baru saja makan dan belum sempat memakai kembali maskernya. Saat sedang duduk dan belum sempat minum air, ia sudah diciduk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), anggota Kepolisian, dan TNI.

Bahkan, Riko sempat mengamuk dan menolak dirazia. Ia memarahi aparat saat hendak dibawa untuk menjalani sanksi sanksi sosial atau sanksi membayar denda administrasi.

"Razia ini tidak adil. Saya minta, agar pemerintah mengoreksi peraturan ini," ungkapnya.

Eliantoro menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di jalanan, pertokoan, dan mall.

"Hari ini kita melakukan secara bersama-sama dalam skala besar dengan melibatkan unsur dari Polres, Polsek, Kodim, dan Koramil di Jakarta Pusat. Jadi berdasarkan aturan, bagi seluruh warga Indonesia secara khusus masyarakat Jakarta, bahwa pada saat keluar dari rumah wajib menggunakan masker," tambahnya.

Operasi Yustisi di Jalan Samanhudi, Sawah Besar berhasil menindak 21 orang yang bandel karena tak patuh protokol kesehatan.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf. Foto:MP/Kanu

Ada yang mendapat sanksi sosial menyapu jalanan hingga sanksi denda uang Rp250 ribu. Satuan Polisi Pamong Praja pun memberikan masker bagi mereka yang tak mengenakan penutup hidung dan mulut sama sekali.

Baca Juga

Ketua Komisi D Minta Anies Tak Pangkas Anggaran Banjir

Camat Sawah Besar, Prasetyo menjelaskan, pelanggaran protokol kesehatan di wilayahnya tergolong tinggi sejak awal PSBB.

"Di Sawah Besar rata-rata 40-50 orang per hari. Mungkin ada 200-an lah;" ungkap dia. (Knu)

#Polres Jakarta Pusat #Operasi Yustisi #PSBB
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung Soroti Pendatang ‘Buta Jakarta’ Usai Lebaran, Disdukcapil Diminta Data
Gubernur DKI Pramono Anung menyoroti pendatang baru usai Lebaran 2026. Disdukcapil diminta mendata tanpa operasi yustisia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 30 Maret 2026
Pramono Anung Soroti Pendatang ‘Buta Jakarta’ Usai Lebaran, Disdukcapil Diminta Data
Indonesia
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Pramono hanya mengingatkan pendatang harus punya kesiapan diri yang bagus dan kemampuan untuk bekerja.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Indonesia
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran
Peluang kerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat yang ingin bekerja.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran
Indonesia
Polisi Ungkap Alasan Sopir Toyota Calya Nekat Lawan Arah di Gunung Sahari, Pelat Nomor Masih Dicek
Pengemudi Toyota Calya yang lawan arah di Gunung Sahari, diketahui menggunakan pelat nomor palsu. Hasil tes urine pun negatif.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Polisi Ungkap Alasan Sopir Toyota Calya Nekat Lawan Arah di Gunung Sahari, Pelat Nomor Masih Dicek
Indonesia
Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Ditangkap, Terancam 4 Tahun Penjara
Pengemudi Toyota Calya yang ugal-ugalan di Gunung Sahari, telah dijadikan tersangka. Ia juga terancam penjara empat tahun.
Soffi Amira - Kamis, 26 Februari 2026
Pengemudi Toyota Calya Ugal-ugalan di Gunung Sahari Ditangkap, Terancam 4 Tahun Penjara
Indonesia
Akui Anak Buahnya Gegabah, Kapolres Jakpus Akan Bina Bhabinkamtibmas di Insiden 'Es Gabus'
Kapolres Jakpus mengakui kasus es gabus terjadi karena aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa terlalu terburu-buru tanpa berkoordinasi dengan pihak berkompeten.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Akui Anak Buahnya Gegabah, Kapolres Jakpus Akan Bina Bhabinkamtibmas di Insiden 'Es Gabus'
Indonesia
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Pihak kepolisian memastikan akan menindaklanjuti setiap temuan baru guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
Buntut Kasus Es Gabus Viral di Medsos, Kapolres Jakpus Perketat Pembinaan Bhabinkamtibmas
Indonesia
Polisi Ungkap Detik-Detik Baterai Lithium Jatuh hingga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone
Polisi menetapkan Dirut Terra Drone sebagai tersangka kebakaran yang menewaskan 22 orang. Kebakaran dipicu tumpukan baterai Li-Po di gudang lantai satu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
Polisi Ungkap Detik-Detik Baterai Lithium Jatuh hingga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Gedung Terra Drone
Indonesia
Polisi Kantongi Bukti Kuat Tetapkan Dirut Terra Drone Tersangka, Apa Saja?
Kebakaran gedung Terra Drone terjadi pukul 12.43 WIB, Selasa (9/12) lalu. Penyebab kebakaran disebutkan akibat meledaknya baterai drone di salah satu lantai.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Desember 2025
Polisi Kantongi Bukti Kuat Tetapkan Dirut Terra Drone Tersangka, Apa Saja?
Indonesia
2 Kerangka Manusia Ditemukan di Gedung Kwitang yang Terbakar saat Kerusuhan
Dua kerangka manusia ditemukan di Gedung Kwitang yang terbakar saat kerusuhan Agustus 2025 lalu.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
2 Kerangka Manusia Ditemukan di Gedung Kwitang yang Terbakar saat Kerusuhan
Bagikan