Tak Semua Pegawai AGD Dinkes DKI Satu Suara Terkait Pelaporan Pejabat ke Anies

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 04 Agustus 2020
Tak Semua Pegawai AGD Dinkes DKI Satu Suara Terkait Pelaporan Pejabat ke Anies

Forum Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Forum Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI mengaku bingung dengan tindakan rekannya yang melaporkan lima pejabat Pemprov DKI kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam laporan itu, mereka menolak adanya larangan pembentukan serikat pekerja dan pembentukan perjanjian kerja bersama di internal AGD Dinkes DKI. Mereka pun meminta bantuan kepada Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia).

Baca Juga

Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek

"Kami tidak terlibat dalam pelaporan tersebut. Sebagai pegawai kami mengikuti aturan yang berlaku di AGD Dinkes," ucap Ketua forum pegawai BLUD AGD Dinkes DKI, Dedi Warman di kantornya, Potojo, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).

Pelaporan 5 pejabat DKI itu, kata Dedi, mempengaruhi kestabilan, yang berimbas pelayanan AGD Dinkes DKI menjadi terganggu.

"Ini ada pelaporan itu jadi terganggu karyawan kami jadi resah," keluhnya.

Forum Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI
Forum Pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI. Foto: MP/Asropih

Dedi menuturkan, dari 754 pegawai AGD Dinkes DKI, jumlah pegawai yang melaporkan lima pejabat ke Anies tak sampai 200 orang. Sementara sisanya, kata Dedi, mengikuti aturan yang berlaku.

Berdasarkan Keputusan Kepala Unit AGD Dinkes Nomor 16 Tahun 2020, tentang pedoman pelaksanaan peraturan kepegawaian untuk pegawai pola pengelolaan keuangan BLUD AGD Dinkes DKI.

Dedi menuturkan, pegawai harus mematuhi aturan tersebut karena kini AGD tak lagi berbentuk yayasan dan sudah diakuisisi oleh Pemprov DKI. Itu artinya, pegawai Pemprov tak bisa seenaknya membuat serikat pekerja sendiri dan membuat kerja sama.

"AGD Dinkes ini instansi pemerintah, beda dengan instansi milik pemerintah. Kalau instansi milik pemerintah itu seperti BUMD, masih bisa melakukan hal itu (kerja sama dan serikat pekerja)," jelas dia.

Seperti diketahui, Aspek Indonesia melaporkan lima pejabat di lingkungan Pemprov DKI lantaran menganggap ada bentuk menghalang-halangi pekerja untuk membentuk dan menjalankan kegiatan serikat pekerja.

Baca Juga

Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Pejabat yang dilaporkan ialah Kepala Unit Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI, Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Keuangan Unit Pelayanan AGD Dinkes DKI, dan Koordinator Kepegawaian Unit Pelayanan AGD Dinkes DKI. (Asp)

#Ambulans #Dinas Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Indonesia
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting Jakarta turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pramono Targetkan Angka Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Indonesia
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Helikopter hingga Pesawat Kecil untuk Evakuasi Pasien
Prabowo menyiapkan ambulans udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil untuk mengevakuasi pasien di wilayah sulit dijangkau. Tim dokter terbang juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Helikopter hingga Pesawat Kecil untuk Evakuasi Pasien
Indonesia
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat mewaspadai ISPA akibat cuaca yang tidak menentu dan tingginya polusi udara. Kenali gejala hingga langkah pencegahannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes DKI Jakarta mencatat empat kasus Hantavirus sepanjang 2026. DPRD DKI meminta Pemprov meningkatkan pengawasan dan langkah preventif agar tidak menyebar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan
Bagikan