Tak Hiraukan Saran Dokter, Pengantin Pria Ini Harus Meregang Nyawa

Ana AmaliaAna Amalia - Rabu, 28 Januari 2015
Tak Hiraukan Saran Dokter, Pengantin Pria Ini Harus Meregang Nyawa

Foto: Mirror

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Kesehatan – Jangan pernah menunda untuk mengecek kesehatan anda apa pun alasannya, jika sudah merasa ada yang kurang beres dalam tubuh, segeralah periksa ke dokter. Karena jika ternyata ada penyakit ganas dalam tubuh dan terlambat ditangani, nyawa akan jadi taruhannya.

Hal itulah yang dialami pasangan pengantin baru dari Inggris ini, Jamie Roper (46) menunda medical check-up karena ingin segera menikahi kekasihnya Jennifer. Ia menghiraukan saran dokter untuk melakukan cek kesehatan sebelum menikah karena batuk parah yang dideritanya.

Seperti yang dilansir Mirror, dokter menyarankan Jamie segera menjalani biopsi setelah ia menderita batuk dan pneumonia, gejala klasik kanker paru-paru. Tapi pria itu merasa sehat-sehat saja dan menundanya hingga pulang berbulan madu.

Akhirnya enam minggu setelah pernikahannya, Jamie mengeluh sakit di bagian dadanya, mereka pun segera pulang dari Mediterania untuk cek kesehatan ke dokter, dan benar saja pria 46 tahun itu menderita kanker paru-paru stadium akhir. Jemie meninggal di pelukan istrinya setelah beberapa hari di rawat.

Tentu saja ini menjadi pukulan keras bagi Jenifer, ia baru saja dipersatukan Tuhan untuk hidup bersama Jamie, tapi mereka harus berpisah karena kelalaian.

BACA JUGA: Selena Gomez Ketahuan Merokok

“Sejak awal saya sudah khawatir dengan kondisi kesehatan Jamie, tapi ia berkata baik-baik saja. Saya pun mencoba untuk berpikir positif, dan menunda tes kesehatan itu,” ungkap Jenifer.

Sebelum meninggal, Jamie berusaha mengatakan kalimat sayangnya untuk Jenifer, tapi karena sakit yang sudah tak tertahankan, kalimat itu tak terucap dan Jamie pun menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saya katakan padanya bahwa saya sangat mencintainya. Tapi ia tidak bisa menjawab hingga meninggal,” kenang Jamie.
Sebelum suaminya meninggal, Jenifer menemukan catatan kecil yang ditempel di lemari es yang bertuliskan : “Sayang, aku sangat teramat mencintaimu.” karena tidak ingin kehilangan kalimat itu, Jenifer pun membuat tato di tubuhnya yang bertuliskan pesan terakhir sang suami.

Menurut NHS, kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang banyak ditemui dan sangat serius. Lebih dari 41.000 orang setiap tahunnya didiagnosa mengidap penyakit ini di Inggris.

Biasanya tidak ada tanda-tanda atau gejala pada tahap awal kanker paru-paru. Tetapi pada akhirnya penderita akan menunjukan gejala batuk terus-menerus, batuk darah, sesak napas, kelelahan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan juga sakit atau nyeri saat bernapas atau batuk.

 

BERITA LAINNYA:

Taylor Swift Jadi Sasaran Hacker Lizard Squad

Meghan Trainor Tak Mau Tampil Seksi

#Penyakit #Kanker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ana Amalia

Happy life happy me
Show More

Berita Terkait

Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Kasus ISPA di Jakarta naik 15,7 persen. Namun, Dinkes DKI menegaskan bahwa penyebabnya bukan dari influenza A.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A
Lifestyle
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Jangan sampai tumbang! Ancaman musim flu 2026 di depan mata. Cek panduan lengkap jadwal vaksin flu, info strain virus terbaru, dan opsi vaksin mRNA mFLUSIVA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Musim Flu 2026 Mendekat! Cek Jadwal Vaksin dan Strain Virus yang Wajib Diwaspadai
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Indonesia
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Sebanyak 110 ribu pengungsi gempa di NTT kini terancam terkena penyakit. Air bersih dan sanitasi pun terbatas.
Soffi Amira - Selasa, 25 Agustus 2026
110 Ribu Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai
Lifestyle
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Moderna cancer vaccine berbasis mRNA menunjukkan hasil positif dalam uji fase 3 untuk melanoma. Simak cara kerja dan peluangnya untuk kanker lain.
ImanK - Kamis, 20 Agustus 2026
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Olahraga
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Wabah Ebola mengacaukan persiapan Piala Dunia 2026. Laga RD Kongo vs Chili pun harus dibatalkan akibat wabah tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 03 Juni 2026
Wabah Ebola Bikin Kacau Persiapan Piala Dunia 2026, Laga RD Kongo vs Chili Resmi Dibatalkan
Dunia
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda
Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026
Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Indonesia
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Kasus hantavirus kini sudah muncul di Indonesia. Komisi IX DPR pun meminta pemerintah untuk memperkuat deteksi dini.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Hantavirus Ancam Dunia, DPR Desak Pemerintah Siapkan Deteksi Dini
Bagikan