Tak Digaji, 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Minta Dipulangkan ke Tanah Air

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 20 Mei 2020
Tak Digaji, 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Minta Dipulangkan ke Tanah Air

KJRI Jeddah memberikan bantuan sembako kepada 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi. Foto: Rinto Purbaya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Arab Saudi mengalami nasib memperihatinkan di tengah pagebluk COVID-19. Mereka tidak mendapatkan gaji dan terancam di PHK dari tempat bekerjanya.

Perwakilan PMI di Jeddah, Arab Saudi Rinto Purbaya bercerita bahwa dirinya bersama 10 orang rombongan terbang ke Jeddah untuk bekerja di sebuah restoran di Taif.

Baca Juga

WALHI: COVID-19 Menunjukkan Kita Bangsa yang Rentan

Sebelum Rinto dan rombongan diterbangkan oleh PT Amalindo Langgeng yang beralamat di Halim, Jakarta timur, kondisi di Tanah Suci pada 7 Maret 2020 baru dibuka lockdown COVID-19.

Setibanya di sana, 10 orang di Taif, Jeddah dan sempat bekerja selama 18 hari kerja (7-23 Maret 2020). Namun, restoran Al-safy ditutup karena ada Kerajaan Arab Saudi kembali melakukan karantina wilayah.

"Total PMI dari Indonesia yang bekerja di restaurant Al-safy sebanyak 30 orang dengan berbagai posisi. Sejak tanggal 23 maret sampai saat ini restoran Al-safy belum buka dikarenakan ada berbagai peraturan dari Kerajaan Saudi," kata Rinto kepada MerahPutih.com, Rabu (20/5)

Para TKI sedang urus Paspor di KBRI Kualalumpur (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
KJRI Jeddah memberikan bantuan sembako kepada 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi. Foto: Rinto Purbaya

Mirisnya, 30 PMI ini belum menerima gaji bulan Maret 2020. Menurut Rinto, hingga saat ini para pekerja sudah bersabar menunggu pembayaran gaji dan status mereka untuk ke depannya.

"Ini keputusan dari bos pengguna restaurant Al safy tapi belum di realisasikan keputusan itu bahwa akan dibayarkan hal gaji kita sesuai peraturan kerajaan, tapi sampai saat ini belum ada keputusan formal langsung dari bos," ujarnya

Perusahaan Al-Safy hanya mensupport sembako seminggu sekali untuk 30 orang PMI dan itu pun terbagi bagi. Contoh minggu ini sayuran, minggu depan beras, jadi kita 30 orang TKI ini bingung karena tidak sekaligus, sampai saat ini masih seperti ini pendistribusian sembako oleh perusahaan.

"Perusahaan pernah berjanji gaji periode Maret 2020 akan di berikan tgl 23 April 2020 tapi mereka (bos) ingkar," ucapnya

Rinto melanjutkan pada (15/4) KJRI memberikan bantuan sembako berupa beras 160 kg, tuna kaleng 1 dus, indomie 3 karton, kecap manis 1 dus dam saos sambal 1 dus. Sampai kini, mereka masih intens berhubungan dengan pihak KJRI di Jeddah.

"Kami minta tolong sama pihak KBRI Riyadh cc KJRI di Jeddah untuk memediasi kita 30 orang TKI untuk menanyakan gaji dan kelanjutan kontrak kerja kita sebab kita masih di gantung oleh perusahan Al-Safy di Taif, Mekkah," tegasnya.

"Beli sikat gigi saja susah tidak dapat makan yang sepantasnya, tidak digaji, didiskriminasi sebab ada sebagaian pegawai restaurant Al-Safy sudah di berikan gaji dan hanya pekerja Indonesia saja yang belum diberikan gaji," ucapnya.

Rinto
KJRI Jeddah memberikan bantuan sembako kepada 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi. Foto: Rinto Purbaya

Oleh karena itu, Rinto mewakili PMI di Jeddah meminta kepada pemerintah untuk segera memulangkan mereka ke Indonesia. Pasalnya, pemerintah memiliki anggaran untuk pemulangan PMI baik yang sudah finish kontrak maupun yang terkena dampak COVID-19.

"Dengan biaya 100 miliar untuk penangan PMI di 15 negara penempatan (hitungan kasar 1 negara 1 juta PMI total 15 juta PMI Indonesia hitungan kasar loh) dengan dana sebegitu besar kenapa masih banyak yang tidak tercover? Itu pertanyaan saya?," ujarnya.

Baca Juga

Pusat Perbelanjaan Ramai Saat PSBB, Polisi: Tanggung Jawab Pengelola

Rinto mengungkapkan KBRI Riyadh pernah mengeluarkan statement untuk PMI yang minta pulang atau dipulangkan agar membayar tiket pesawat sendiri. Artinya, kata Rinto, dana penanganan PMI di luar negeri banyak yang masih mengendap karena belum direalisasikan.

"Memang banyak kendala tapi kalau kita niat dan benar-benar mau realisasikan dana tersebut (tidak dipotong dengan alasan apapun) itu pasti bisa dipulangkan secara bertahap 15 juta PMI itu dengan catatan PMI itu mendapatkan hak nya juga ketika tiba di Indonesia karena bencana alam ini," pintanya.

30 TKI di Taif, Mekkah, Arab Saudi, mengharapkan pihak-pihak terkait dapat memediasi kita selaku Pekerja Migran Indonesia dengan sponsor yaitu Al-Safy general trade (AL-SAFY restaurant) untuk:

1. Mengenai gaji 30 TKI periode 26 Februari-25 Maret 2020

2. Kelanjutan status 30 TKI selama Pengguna (Al-Safy Restaurant) tidak mempekerjakan kita selama 2 bulan ini apakah masih lanjut sesuai kontrak atau sudah tidak dilanjutkan kembali.

3. Untuk 10 orang TKI yang baru tiba pada (7/3) mengenai kontrak kerjanya apakah lanjut atau tidak dilanjutkan.

4. Gaji 30 TKI periode (26/3)-(26/4) minta dibantu realisasikan sesuai dengan peraturan Kerajaan Saudi Arabia yaitu hanya bisa mendapat 60 persen gaji. (Pon)

#Tenaga Kerja #Arab Saudi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Laporan Salary Pulse 2026 Ungkap Gen Z Paling Berani Negosiasi Gaji
Keberanian tersebut cukup kontras dengan Generasi X.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Laporan Salary Pulse 2026 Ungkap Gen Z Paling Berani Negosiasi Gaji
Indonesia
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Hal itu berkenaan dengan situasi persaingan kerja dan ketersedian lapangan pekerjaan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
81 Persen Pekerja Indonesia Merasa Digaji Layak, Didasari Minimnya Opsi Lapangan Kerja
Indonesia
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Pemerintah berjanji segera mengambil keputusan agar pasokan gas bagi sektor industri kembali normal.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Presiden KSPSI Sebut 55.000 Buruh Terancam PHK, 1 Perusahaan Sudah Tutup Operasional
Olahraga
Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi: Blue Sharks Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi akan sangat menarik ditonton. Tanjung Verde sangat dekat mencetak sejarah di Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi: Blue Sharks Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Indonesia
Cak Imin: Talenta Indonesia Siap Ungguli India-Filipina di Tingkat Global
Tingginya kebutuhan tenaga kerja di luar negeri didorong banyaknya negara maju yang mengalami kekurangan tenaga kerja usia produktif.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Cak Imin: Talenta Indonesia Siap Ungguli India-Filipina di Tingkat Global
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 25-28 Juni 2026: Laga Panas Fase Grup, Inggris hingga Brasil Siap Bertanding
Simak jadwal lengkap Piala Dunia 2026 pada 25, 26, 27, hingga 28 Juni 2026. Inggris, Brasil, Prancis, Portugal, Spanyol hingga Argentina siap bertanding.
ImanK - Rabu, 24 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 25-28 Juni 2026: Laga Panas Fase Grup, Inggris hingga Brasil Siap Bertanding
Olahraga
Uruguay vs Arab Saudi: Green Falcons Diprediksi Babak Belur, El Celeste Kantongi Peluang Menang 64 Persen
Sebaliknya, Arab Saudi dihantui rekor buruk berupa 68 persen kekalahan sepanjang keikutsertaan pada kompetisi sepak bola tertinggi ini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Uruguay vs Arab Saudi: Green Falcons Diprediksi Babak Belur, El Celeste Kantongi Peluang Menang 64 Persen
Indonesia
Peningkatan Penjualan Produk Lokal Bisa Naikkan Serapan Tenaga Kerja
Penguatan konsumsi produk lokal perlu didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari perlindungan terhadap industri dalam negeri hingga peningkatan daya saing produsen lokal.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Peningkatan Penjualan Produk Lokal Bisa Naikkan Serapan Tenaga Kerja
Indonesia
Program Magang Nasional S1 Dibuka 8-19 Juni, Lulus dapat Sertifikat 'Gampang Cari Kerja'
Kemnaker membuka pendaftaran Magang Nasional S1 Tahap 2 pada 8–19 Juni 2026. Peserta berkesempatan memperoleh sertifikat kompetensi resmi BNSP yang diakui dunia kerja.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
Program Magang Nasional S1 Dibuka 8-19 Juni, Lulus dapat Sertifikat 'Gampang Cari Kerja'
Indonesia
Biaya Gratis Dapat BPJS dan Makan Siang, Program Vokasi Nasional Tahap 2 Dibuka Sampai 9 Juni
Peserta yang lolos akan memperoleh manfaat berupa pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM), sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi BNSP, serta fasilitas asrama bagi yang memenuhi kriteria.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Biaya Gratis Dapat BPJS dan Makan Siang, Program Vokasi Nasional Tahap 2 Dibuka Sampai 9 Juni
Bagikan