MerahPutih.com - Penyerapan tenaga kerja lebih cepat jika terjadi peningkatan konsumsi produk lokal yang diproduksi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak bergerak di bidang padat karya.
Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto mengatakan, sektor UMKM seperti makanan dan minuman (F&B) serta fesyen berpotensi menjadi pihak yang paling awal merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan terhadap produk dalam negeri.
Sektor usaha yang digeluti UMKM seperti F&B atau fashion adalah sektor yang relatif bersifat padat karya, apalagi didukung ekosistem penunjang, sehingga penyerapan tenaga kerja bisa optimal,
katanya.
Dikutip Antara, peningkatan konsumsi produk lokal tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha skala kecil dan menengah, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lain yang terkait dengan rantai pasok produksi.
Baca juga:
Komisi II DPR Minta Batalkan Pemecatan PPPK, Berpotensi Tambah Angka Pengangguran
pe
Peningkatan aktivitas UMKM dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan sektor manufaktur dalam jangka menengah.
Ia menegaskan, kebangkitan sektor manufaktur memerlukan waktu yang lebih panjang karena pelaku industri harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum meningkatkan kapasitas produksi.
Sementara sektor manufaktur mungkin akan bangkit pada kurun waktu jangka menengah karena keputusan menambah volume produksi akan sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku serta pengaturan produksi,
ujarnya.
Toto mengatakan, peningkatan aktivitas sektor UMKM diharapkan dapat memicu pertumbuhan industri manufaktur seiring meningkatnya kebutuhan pasokan barang dan bahan pendukung.
Sektor yang berpotensi didorong konsumsinya antara lain kelompok makanan dan minuman, obat tradisional dan herbal, serta produk kebutuhan sehari-hari atau fast-moving consumer goods (FMCG) karena memiliki permintaan yang relatif tinggi di pasar.
Penguatan konsumsi produk lokal perlu didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari perlindungan terhadap industri dalam negeri hingga peningkatan daya saing produsen lokal.