Tak Cuma Minyak, Pasokan Gas LPG RI Terkena Imbas Konflik Iran-AS

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 03 Maret 2026
Tak Cuma Minyak, Pasokan Gas LPG RI Terkena Imbas Konflik Iran-AS

Warga membeli LPG 3 kilogram bersubsidi di salah satu pangkalan resmi, di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tak hanya minyak mentah, stok liquefied petroleum gas (LPG) Indonesia juga terkena imbas dari kian memanasnya eskalasi perang antara Iran dengan Amerika dan sekutunya.

Indonesia terpaksa mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke negara yang tidak melewati Selat Hormuz sebagai respons dari ditutupnya kilang pengolahan milik Saudi Aramco, Arab Saudi, akibat terkena serangan Iran.

"Dinamika ketegangan di Timur Tengah juga terkait dengan Saudi Aramco. Itu juga kena kemarin dinamika di sana," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3).

Baca juga:

Iran Bersumpah akan Tembaki Kapal yang Melintas Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

Iran Serang Kilang Saudi Aramco

Senin (2/3) kemarin, Sputnik melaporkan terdapat pecahan drone, yang jatuh di kilang minyak milik perusahaan negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di kawasan Ras Tanura, sehingga memicu kebakaran.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki al-Maliki memastikan puing-puing dari dua drone yang berusaha menyerang kilang minyak di Ras Tanura jatuh di lokasi. Peristiwa itu merupakan imbas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

30 Persen Pasokan LPG RI dari Kilang Saudi Aramco

Bahlil menjabarkan Indonesia tahun ini mengimpor LPG 7,8 juta ton. Rinciannya, 70 persen impor dari AS, 30 persen sisa berasal dari Timur Tengah. LPG yang diimpor dari Timur Tengah berasal dari kilang milik Saudi Aramco.

"Maka, alternatifnya, kami alihkan lagi supaya tidak mengambil risiko. Sebagian kami alihkan untuk kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," tandas Bahlil.

Baca juga:

Kenaikan 1 Dolar Harga Minyak Bikin Negara Defisit Rp 6,8 Triliun, dan Beban Utang Rp 1,9 Triliun

Selat Hormuz Ditutup

Media Iran juga melaporkan Selat Hormuz telah secara efektif ditutup. Padahal, Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Selat Hormuz juga menjadi jalur vital pelayaran pasukan minyak mentah dunia. Dilansir Antara, tercatat sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi kawasan tersebut. (*)

#LPG #Konflik Timur Tengah #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Hari Pertama Selat Hormuz Dibuka, Lalu Lintas Kapal Melintas Baru Sepertiga Normal
Volume perlintasan kapal saat ini baru mencerminkan hampir sepertiga dari lalu lintas normal Selat Hormuz pada masa damai
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Hari Pertama Selat Hormuz Dibuka, Lalu Lintas Kapal Melintas Baru Sepertiga Normal
Dunia
Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz
Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal dagang setelah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz
Dunia
Perundingan Teknis Dengan AS Gagal, Iran dan Oman Malah Bikin Komite Bersama Selat Hormuz
otoritas Iran menyatakan sedang mengembangkan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz bersama Oman.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Perundingan Teknis Dengan AS Gagal, Iran dan Oman Malah Bikin Komite Bersama Selat Hormuz
Dunia
Ketegangan Selat Hormuz Berakhir Happy Ending , Kapal Minyak Bebas Melenggang Usai AS-Iran Berdamai
Pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz terjadi pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara elektronik oleh pemerintah Iran dan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Ketegangan Selat Hormuz Berakhir Happy Ending , Kapal Minyak Bebas Melenggang Usai AS-Iran Berdamai
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
DPR minta pemerintah manfaatkan momentum perdamaian AS–Iran untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Indonesia
Harga Pertamax Naik, DPR Ingatkan Tarif Listrik dan LPG Subsidi Terancam Terdampak
Kenaikan harga Pertamax masih menjadi polemik. DPR mengingatkan tarif listrik hingga LPG subsidi ikut terdampak.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Harga Pertamax Naik, DPR Ingatkan Tarif Listrik dan LPG Subsidi Terancam Terdampak
Indonesia
Peringatan Terakhir, Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Tanker di Lepas Pantai Sirik!
IRGC Iran menembakkan peringatan ke kapal tanker di lepas pantai Sirik, menegaskan penutupan total Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Peringatan Terakhir, Iran Lepaskan Tembakan ke Kapal Tanker di Lepas Pantai Sirik!
Dunia
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Militer Iran menutup total Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang kapal yang nekat melintas.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Neraka Selat Hormuz: Iran Anggap Semua Kapal Musuh, Nekat Melintas Bakal Diserang!
Bagikan