Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tahun Ajaran Baru di Sulsel Lewat Tanam Pohon dan Pengenalan Sekolah Virtual

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Juli 2021
Tahun Ajaran Baru di Sulsel Lewat Tanam Pohon dan Pengenalan Sekolah Virtual

Ilustrasi sekolah. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pembukaan Tahun Ajan Baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK/SLB se-Sulawesi Selatan ditandai dengan penanaman pohon di halaman sekolah. Penanaman pohon secara simbolis yang diwakili perwakilan dari SMA Negeri 13 Kabupaten Bone dan SMA Negeri 9 Kota Makassar.

Penjabat Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, penanam pohon itu penting untuk melestarikan lingkungan sekaligus mendukung program "Go Green" dengan target sejuta pohon.

Baca Juga:

Batalkan PTM, Gibran Fokus Vaksinasi Pelajar

Dengan kalkulasi sekitar 120 ribu siswa menanam pohon, maka dengan lima pohon saja yang tumbuh dari 10 pohon yang ditanam masing-masing siswa, maka akan menghasilkan sebanyak 600.000 pohon.

Plt Gubernur Sulsel menekankan tentang pentingnya mencintai lingkungan kepada siswa baru yang berjumlah sekitar 128 ribu orang dari 335 SMAN, 365 SMKN dan 23 SLB itu, juga diingatkan pentingnya etika baik bagi para siswa maupun guru.

"Etika itu sangat penting, bukan hanya bagi siswa tapi juga para guru yang menjadi teladan bagi siswa," katanya.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PMLS) untuk tingkat SMA dan sekolah sederajat se-Sulsel, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/ Suriani Mappong
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat memberikan pengarahan pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PMLS) untuk tingkat SMA dan sekolah sederajat se-Sulsel, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/ Suriani Mappong

Kepala Disdik Sulsel Muh Jufri mengatakan, pelaksanaan MPLS dilakukan selama lima hari yang hari pertama dilaksanakan dengan melibatkan semua sekolah hadir secara virtual pada pembukaan MPLS yang diresmikan Plt gubernur Sulsel.

Sementara empat hari berikutnya, dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing untuk bertatap muka secara virtual antara guru dan siswa.

"Hal ini penting agar saling mengenal satu sama lain, dan juga pengenalan sistem belajar online (daring)," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melejit, PTM di DKI Jakarta Dibatalkan

#Sekolah Daring #PTM #Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) #Sulawesi Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Jurnalis yang lebih banyak menulis terkait ekonomi makro dan juga pendamping petani.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
BPIP Pastikan Tak Ada Diskriminasi Seleksi Paskibraka di Sulsel
Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
BPIP Pastikan Tak Ada Diskriminasi Seleksi Paskibraka di Sulsel
Indonesia
Ubah Aturan, Kemendikdasmen Perbolehkan Anak di Bawah 7 Tahun Masuk SD
Masalah ini, juga masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Ubah Aturan, Kemendikdasmen Perbolehkan Anak di Bawah 7 Tahun Masuk SD
Indonesia
BGN Tepis Isu Hoaks Siswa Dipaksa Ambil MBG Saat Sekolah Daring
Pelaksanaan Program MBG sampai saat ini masih mengacu pada mekanisme yang berlaku di sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara tatap muka.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
BGN Tepis Isu Hoaks Siswa Dipaksa Ambil MBG Saat Sekolah Daring
Indonesia
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah dari Rumah Habis Lebaran untuk Hemat Energi
Pemerintah Indonesia akhirnya membatalkan rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring yang semula dijadwalkan berlaku mulai April 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah dari Rumah Habis Lebaran untuk Hemat Energi
Indonesia
ICW Kritik Putusan PN Jakpus Tolak Gugatan Pendidikan Gratis, Soroti Potensi 76 Ribu Anak Tak Tertampung
ICW mengkritik putusan PN Jakarta Pusat yang menolak gugatan citizen lawsuit pendidikan dasar gratis di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
ICW Kritik Putusan PN Jakpus Tolak Gugatan Pendidikan Gratis, Soroti Potensi 76 Ribu Anak Tak Tertampung
Indonesia
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung terkendala kondisi korban. DVI Polda Sulsel prioritaskan ketepatan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Indonesia
Presiden Rehabilitasi 2 Guru SMA di Luwu Utara, Komisi II DPR: Kepala Daerah Jangan Asal Pecat Guru
Anggota Komisi II DPR RI Indrajaya memuji keputusan Presiden Prabowo Subianto yang merehabilitasi dua guru SMA di Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, yang sebelumnya diberhentikan sebagai ASN.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 November 2025
Presiden Rehabilitasi 2 Guru SMA di Luwu Utara, Komisi II DPR: Kepala Daerah Jangan Asal Pecat Guru
Indonesia
Merasa Jadi Korban selama Bertahun-tahun, 2 Guru dari Luwu Utara Terharu Usai Dapat Surat Rehabilitasi dari Prabowo
Guru asal Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, akhirnya menerima surat rehabilitasi dari Prabowo setelah berjuang mencari keadilan atas kasus iuran Rp20 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 November 2025
Merasa Jadi Korban selama Bertahun-tahun, 2 Guru dari Luwu Utara Terharu Usai Dapat Surat Rehabilitasi dari Prabowo
Indonesia
Prabowo Beri Hak Rehabilitasi bagi 2 Guru Luwu Utara, Mensesneg: Guru Harus Dilindungi, Bukan Dihukum
Prabowo berikan hak rehabilitasi kepada dua guru SMA 1 Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, yang sebelumnya dihukum karena membantu guru honorer belum digaji.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 November 2025
Prabowo Beri Hak Rehabilitasi bagi 2 Guru Luwu Utara, Mensesneg: Guru Harus Dilindungi, Bukan Dihukum
Indonesia
2 Guru di Luwu Utara Diberhentikan Usai Bela Rekan Honorer, DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang
Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyesalkan pemberhentian dua guru SMAN 1 Luwu Utara yang membantu rekan honorer belum digaji.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 November 2025
2 Guru di Luwu Utara Diberhentikan Usai Bela Rekan Honorer, DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang
Bagikan