Tabrakan Pesawat American Airlines dan Helikopter Black Hawk, Operasi Pencarian dan Penyelamatan Dilakukan di Sungai Potomac

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 30 Januari 2025
  Tabrakan Pesawat American Airlines dan Helikopter Black Hawk, Operasi Pencarian dan Penyelamatan Dilakukan di Sungai Potomac

Pencarian korban tabrakan pesawat American Airlines dan helikopter Black Hawk dilakukan di Sungai Potomac.(foto: Instagram @americanair)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - OPERASI pencarian besar-besaran sedang berlangsung di Sungai Potomac yang beku. Tim penyelam dari Kantor Lapangan FBI Washington membantu upaya untuk menemukan korban tabrakan pesawat-helikopter yang terjadi pada Rabu (29/1) malam. Demikian diungkap seorang juru bicara biro tersebut, dikutip CNN.

Tim Pencarian dan Respons Bukti Bawah Air FBI (USERT) terdiri dari agen yang dilatih khusus dan ditempatkan di seluruh negara, yang bertugas mencari dan mengangkat bukti yang tenggelam. Sementara itu, Kepala Pemadam Kebakaran dan EMS DC John A Donnelly Sr, mengatakan semua upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang dilakukan berada di dalam air dan kondisi di lokasi sangat ‘berbahaya’.


“Tantangannya ialah akses. Air tempat kami bekerja sekitar 2,44 meter dalamnya, ada angin, ada potongan es di sana, jadi sangat berbahaya dan sulit untuk bekerja di situ,” kata Donnelly.

Selain itu, kata Donnelly, air sungai amat gelap dan keruh. “Itu merupakan kondisi yang sangat sulit bagi mereka untuk menyelam,” imbuhnya.

Baca juga:

Pesawat American Airlines dan Helikopter Militer Black Hawk Tabrakan di Dekat Bandara Washington, Maskapai Belum Bisa Konfirmasi Korban Jiwa



Ia mengaku upaya pemulihan mungkin akan memakan waktu beberapa hari. “Jika bisa dibayangkan, sungai ini seperti titik hitam besar di malam hari tanpa lampu, kecuali beberapa lampu pelampung,” ujarnya.

Donnelly mengatakan dia memperkirakan penyelidikan terhadap tabrakan ini akan memakan waktu lebih lama. Operasi pencarian dan penyelamatan untuk korban selamat semakin suram.

Seorang sumber menggambarkan situasi di lokasi kejadian ‘mengejutkan’. Sulit untuk membedakan apa yang mereka lihat. Pesawat, menurut mereka, terbagi menjadi beberapa bagian. Dua sumber dari aparat penegak hukum dan seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat yang ditemukan sejauh ini.

Para pejabat sedang mempersiapkan kemungkinan ini sebagai bencana paling mematikan di DC dalam beberapa dekade terakhir, sejak jatuhnya pesawat Air Florida Flight yang menabrak Jembatan 14th Street, yang menghubungkan Arlington, Virginia, dan Washington, DC, pada 1982.

Pesawat penumpang yang membawa 64 orang bertabrakan di udara dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS di dekat Bandara Nasional Reagan di luar Washington, DC. Pesawat, American Airlines Penerbangan 5342 dengan 60 penumpang dan empat anggota kru di dalamnya, telah lepas landas dari Wichita, Kansas, menurut maskapai penerbangan. Tiga tentara berada di dalam helikopter yang sedang melakukan penerbangan pelatihan

Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis (30/1) pagi bahwa tabrakan di udara antara helikopter Angkatan Darat AS dan pesawat penumpang American Airlines merupakan ‘situasi buruk yang terlihat seharusnya bisa dicegah’. (dwi)

Baca juga:

Tabrakan America Airlines dan Helikopter Militer, Wali Kota Washington DC Konfirmasi 64 Penumpang dalam Pesawat dan 3 di Black Hawk

#Amerika Serikat #Kecelakaan Pesawat
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan