MerahPutih.com - Tim SAR gabungan masih berjuang mengevakuasi tiga penumpang yang terjepit di gerbong khusus wanita nomor 8 KRL Bekasi Timur, Selasa (28/4) pagi.
“Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban tetap stabil,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii, kepada media, Selasa (28/4) pagi.
Baca juga:
Evakuasi Korban Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Tim SAR Potong Gerbong Kereta
5 Korban Tewas
Basarnas juga menurunkan tambahan 14 personel untuk mempercepat proses evakuasi. Proses penyelamatan dilakukan dengan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong besi rangkaian KRL yang menahan tubuh korban.
“Yang pasti kita bekerja non-stop tidak ada jeda," imbuh orang nomor satu di Basarnas itu, dilansir Antara.
Data terakhir menunjukkan total korban meninggal dunia saat ini tercatat sebanyak lima orang. Namun,, tim SAR masih melakukan prosedur pencarian ke seluruh sudut gerbong KRL untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Baca juga:
Kecelakaan Kereta di Bekasi Malam Ini, Gerbong KRL Ditabrak Kereta Argo Bromo Anggrek
Kronologis Tabrakan Kereta
Tabrakan maut ini terjadi Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, saat KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden bermula saat satu unit KRL Commuter Line berhenti mendadak usai tertemper sebuah taksi online di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Tak lama berselang, KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama menabrak rangkaian KRL tersebut dari arah belakang.