Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter

Gunung Everest. (Foto: Unsplash/Parth Savani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Nepal mengambil langkah tegas dengan menyusun regulasi baru yang bakal melarang pendaki tanpa rekam jejak ketinggian ekstrem untuk menaklukkan Puncak Gunung Everest.

Rancangan undang-undang (RUU) keselamatan pendakian puncak tertinggi dunia itu kini tengah digodok Parlemen Nepal. Gunung Everest memiliki ketinggian 8.849 meter di atas permukaan laut.

"Tujuannya adalah memastikan para pendaki memiliki pengalaman yang memadai di ketinggian sebelum menjalani ekspedisi komersial tertinggi dan paling menantang secara teknis di dunia," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pendaki Gunung Nepal, Rajendra Lama, dikutip kantor berita RIA Novosti, Selasa (15/9).

Baca juga:

Gunung Everest Bertambah Tinggi 50 Meter, ini Penyebabnya

Jam Terbang Pernah Taklukan Puncak Setinggi 7.000-8.000 Meter

Menurut Lama, para anggota parlemen Nepal dalam proses menyepakati batasan kualifikasi minimum jam terbang yang wajib dipenuhi calon pendaki.

Dilansir Antara, opsi yang tengah dimatangkan mencakup kewajiban telah menaklukkan puncak gunung dengan ketinggian di atas 7.000 hingga 8.000 meter sebelum diizinkan mengurus lisensi Everest.

Satu langkah baru yang paling signifikan adalah persyaratan memiliki pengalaman mendaki di ketinggian ekstrem bagi siapa pun yang berencana mendaki Everest,

Sekjen Asosiasi Pendaki Gunung Nepal, Rajendra Lama

Pendaki Wajib Punya Asuransi Mencakup Evakuasi Darurat Helikopter

Tak hanya memperketat syarat jam terbang, otoritas pendakian Nepal juga mewajibkan kepemilikan dokumen proteksi keselamatan yang lebih ketat bagi para turis asing.

Para pendaki juga harus memiliki skema asuransi kesehatan komprehensif khusus yang mampu menanggung risiko pendakian di ketinggian ekstrem.

Klausa asuransi itu wajib mencakup biaya evakuasi darurat menggunakan helikopter serta skenario pemulangan jenazah ke negara asal apabila terjadi insiden fatal.

Baca juga:

Cerita Pengibar Bendera Merah Putih Pertama di Everest Soal Program Susu Gratis Prabowo

Kendati demikian, publikasi pendakian terkemuka Explorersweb memprediksi regulasi ketat ini belum akan langsung diimplementasikan pada musim pendakian musim semi 2027 mendatang. (*)

#Mount Everest #Nepal #Pendaki Gunung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Dunia
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Nepal sedang menyusun RUU baru yang melarang pendaki tanpa pengalaman ketinggian ekstrem 7.000 meter untuk mendaki Gunung Everest. Simak syarat lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Syarat Baru Pendaki Naik Everest, Harus Pernah Taklukkan Puncak 7.000 Meter
Dunia
Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Di tengah suasana duka, pemerintah tetap melanjutkan operasi pencarian.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Nepal Tetapkan Hari Berkabung Nasional setelah Banjir Mematikan
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Indonesia
Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
  Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Indonesia
Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Imbas Ancaman Karhutla
Rencana muncak batal? Jalur pendakian Gunung Kerinci resmi ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk cegah karhutla. Cek info lengkap dan daftar 8 gunung lain yang ikut ditutup di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Pendakian Gunung Kerinci Resmi Ditutup Imbas Ancaman Karhutla
Indonesia
3.000 Orang Dinyatakan Hilang Dalam Banjir Bandang di Nepal, Korban Tewas Ditemukan di Perbatasan India
Jenazah ditemukan hingga mencapai wilayah perbatasan dengan India. Sejumlah besar warga negara asing masih termasuk di antara mereka yang belum diketahui keberadaannya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
3.000 Orang Dinyatakan Hilang Dalam Banjir Bandang di Nepal, Korban Tewas Ditemukan di Perbatasan India
Dunia
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Dunia
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Tim penyelamat masih menemukan jenazah di antara timbunan puing dan lumpur.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
 Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Bagikan