Susi, Retno, dan Sri Mulyani Berpeluang Jadi Menteri Lagi, Dua Sosok Ini Didepak

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 08 Oktober 2019
Susi, Retno, dan Sri Mulyani Berpeluang Jadi Menteri Lagi, Dua Sosok Ini Didepak

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat acara Open House di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Kamis malam (6/6/2019). (ANTARA/M Razi Rahman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah nama menteri yang menjabat di kabinet Joko Widodo periode pertama berpeluang besar diangkat lagi jadi menteri. Mereka yang memiliki kans besar dipertahankan Jokowi adalah menteri-menteri yang berprestasi. Lantas siapa saja sosok-sosok yang berprestasi dan bakal dilantik oleh Jokowi nanti?

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Yasin Mohammad menilai sejumlah menteri yang berlatang belakang profesional peluangnya lebih besar dilantik lagi. Pasalnya menurut Yasin, menteri-menteri dari kalangan profesional lebih nampak kinerjanya.

Baca Juga

Menebak Nama-Nama Potensial Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Yasin menyontohkan sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kata dia, meski Susi Pudjiastuti sempat membuat kebijakan kontroversial seperti melarang nelayan menggunakan cantrang, hal itu tak lain demi menjaga sumber daya laut. Apalagi berdasarkan studi yang pernah dilakukan, penggunaan cantrang dianggap merusak sumber daya laut dan ekosistem karang.

Hal lain yang perlu diapresiasi dari Susi lanjut Yasin, adalah perang melawan illegal fishing. “Dalam konteks penenggelaman Ibu Susi paling tinggi. Prestasinya dalam law enforcement atau perang melawan illegal fishing patut diapresiasi,” ujar Yasin kepada wartawan, Selasa ( 8/10).

Sosok lain, kata Yasin, adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Meski kebijakan-kebijakannya tidak ada yang revolusioner, namun terbukti mampu menyeimbangkan neraca keuangan negara.

“Kunci keuangan negara itu ada di Ibu Sri Mulyani. Pola yang dimainkan adalah kebijakan ekonomi liberal. Membuka lebar-lebar akses investasi dari luar. Investasi ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan. Tidak ada kebijakan monumental, tapi di politik Sri Mulyani berpotensi di pilpres 2024,” ujar dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik sekali pakai di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pimpin pawai tolak plastik sekali pakai di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Selain dua Srikandi di atas, kata Yasin adalah sosok Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Sejak awal penunjukan Retno sebagai Menlu justru banyak yang menyangsikan. Namun kerja kerasnya dalam berkomunikasi dengan negara-negara luar telah membuahkan hasil yang nyata.

Baca Juga

Jokowi Diprediksi Akan Pertahankan Tiga Menteri Ini

“Pada awal-awal penunjukan Ibu Retno diragukan kemampuannya, termasuk komunikasinya dengan beberapa negara lain banyak diragukan. Tapi belakangan dia bisa menunjukkan seperti masuknya Indonesia sebagai Dewan Kehormatan di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),” imbuhnya.

Namun demikian, kata Yasin, Retno masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. “Persoalaan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) masih banyak yang perlu diselesaikan,” ungkap Alumnus Pascasarjana Universitas Paramadina itu.

Sementara kata Yasin, sejumlah menteri dari kalangan partai politik justru paling terancam. Mayoritas dari mereka jarang berprestasi dan memiliki terobosan baru. Ia menyontohkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menjabat Menteri Perindustrian.

“Saya kira belum ada yang berpretasi. Seperti Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian belum ada terobosan baru. Tidak ada perkembangan signifikan. Tidak bisa mendatangkan investasi di bidang industri. Stimulan-stimulannya tidak ada. Saya kira kinerjanya belum maksimal di bidang perindustrian,” sebut dia.

“Apalagi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Banyak melakukan kebijakan-kebijakan impor yang menimbulkan polemik. Justru sentimen negatifnya terhadap Enggartiasto Lukita lebih besar,” imbaunya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (MP/Rizki Fitrianto)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (MP/Rizki Fitrianto)

Yasin juga menyoroti kinerja Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri. Mantan Sekjen PKB itu kata dia, justru tidak mampu melindungi buruh. “Ya seharusnya Menaker itu banyak mengeluarkan peraturan menteri yang bisa menjawab persoalan-persoalan krusial. Berkaitan dengan buruh dan perlindungan kesejahteraan buruh. Dan Menaker sendiri tidak bisa menjawab persoalan-persoalan di buruh. Contoh kasus semisal soal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di perusahaan Krakatau Steel,” tegas dia.

Baca Juga

Kata Pengamat, Menteri-Menteri Ini Layak Dipertahankan Jokowi

Seharusnya kata dia, Hanif Dhakiri mampu membuat peraturan yang bisa melindungi para pekerja.

“Dia (Menaker) juga tidak bisa menjembatani antara pihak buruh dan perusahaan. Beberapa kasus yang parsial banyak sekali. Ada 4.000 buruh yang di-PHK masal, mereka datang ke Menaker, tapi menterinya manggil Direktur Krakatau Stell saja enggak bisa,” kata dia. (Pon)

#Susi Pudjiastuti #Retno Marsudi #Sri Mulyani Indrawati
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Susi Pudjiastuti 'Ratu Laut Kidul' Ditunjuk Gubernur Dedi Jadi Komisari BJB
Dedi mengungkapkan, Susi yang disebutnya merupakan Ratu Laut Kidul, asalnya menolak untuk bergabung ke BJB namun dirinya berhasil meyakinkan pengusaha itu untuk terlibat di BJB.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Susi Pudjiastuti 'Ratu Laut Kidul' Ditunjuk Gubernur Dedi Jadi Komisari BJB
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Tunjuk Susi Pudjiastuti, Mahfud MD, dan Ahok Jadi Pimpinan KPK
Dari tiga nama tersebut, Susi Pudjiastuti disebut akan menjadi Ketua KPK.
Frengky Aruan - Senin, 30 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Tunjuk Susi Pudjiastuti, Mahfud MD, dan Ahok Jadi Pimpinan KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Purbaya Yudhi Sadewa Kena Marah Sri Mulyani Gara-Gara Banyak Penggemar
Purbaya diminta untuk menjaga Kementerian Keuangan sebagai pilar stabilitas dan instrumen penting negara
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Purbaya Yudhi Sadewa Kena Marah Sri Mulyani Gara-Gara Banyak Penggemar
Indonesia
Menkeu Purbaya Larang Anaknya Main IG Setelah Polemik Unggahan 'Gantikan Agen CIA'
Unggahan Yudo Sadewa yang kemudian memicu kontroversi itu: "Alhamdulilah, ayah ku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri".
Wisnu Cipto - Rabu, 10 September 2025
Menkeu Purbaya Larang Anaknya Main IG Setelah Polemik Unggahan 'Gantikan Agen CIA'
Indonesia
Istana Tegaskan Sri Mulyani Bukan Mundur atau Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
Bismillah, apa yang menjadi keputusan Bapak Presiden kita doakan bersama-sama
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 September 2025
Istana Tegaskan Sri Mulyani Bukan Mundur atau Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
Indonesia
Rumah Menkeu Sri Mulyani di Bintaro Juga Digeruduk Massa, Barang-Barang Dijarah
Barang-barang yang dibawa beragam, mulai dari televisi layar lebar, meja dan kursi, hingga berbagai perabotan lainnya.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Agustus 2025
Rumah Menkeu Sri Mulyani di Bintaro Juga Digeruduk Massa, Barang-Barang Dijarah
Indonesia
Viral Sri Mulyani Bilang Guru Beban Negara, Kemenkeu Berdalih Itu Video Deepfake Hasil Editan
Video pernyataan Menkeu itu merupakan hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidato Sri Mulyani dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7 Agustus lalu.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Agustus 2025
Viral Sri Mulyani Bilang Guru Beban Negara, Kemenkeu Berdalih Itu Video Deepfake Hasil Editan
Indonesia
Akui Target Penerimaan Pajak RAPBN 2026 Rp 2.357 T Ambisius, Sri Mulyani Janji Tak Ada Pajak Baru
Menkeu Sri Mulyani memastikan tak ada rencana pengenaan jenis pajak baru untuk mengejar target APBN 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 16 Agustus 2025
Akui Target Penerimaan Pajak RAPBN 2026 Rp 2.357 T Ambisius, Sri Mulyani Janji Tak Ada Pajak Baru
Indonesia
Anggaran Pendidikan 20% APBN Harusnya Cukup, DPR Ingatkan Sri Mulyani Jangan Bebani Rakyat dengan Gaji Guru
Guru di Jerman bisa memperoleh penghasilan hingga sekitar Rp 1 miliar per tahun
Wisnu Cipto - Senin, 11 Agustus 2025
Anggaran Pendidikan 20% APBN Harusnya Cukup, DPR Ingatkan Sri Mulyani Jangan Bebani Rakyat dengan Gaji Guru
Indonesia
Menkeu dan Menhan Kunjungi Wilayah Rawan KKB di Papua Pakai Rompi Anti Peluru, Cek Perlengkapan Tempur Pasukan
“Kunjungan ini agar Kemenkeu tahu langsung kendala di lapangan yang dihadapi prajurit TNI di Papua,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen Frega Ferdinand Wenas
Frengky Aruan - Sabtu, 07 Juni 2025
Menkeu dan Menhan Kunjungi Wilayah Rawan KKB di Papua Pakai Rompi Anti Peluru, Cek Perlengkapan Tempur Pasukan
Bagikan