Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Menebak Nama-Nama Potensial Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 24 Juli 2019
 Menebak Nama-Nama Potensial Calon Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Presiden terpilih Jokowi dan Wapres terpilih KH Ma'ruf Amin (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Saban kali dalam beberapa waktu belakangan, nama-nama calon menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II terus bergulir. Beberapa nama potensial disebut-sebut masuk dalam daftar menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Bahkan sempat beredar di media sosial daftar nama calon menteri Kabinet Kerja Jilid II yang belakangan dikonfirmasi sebagai hoaks alias kabar bohong.

Baca Juga: PDIP Yakin Jokowi Tidak Kesulitan Memilih Calon Menteri

Banyak pihak seakan tidak sabar ingin tahu lebih cepat siapa yang akan ditunjuk Presiden Jokowi untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya di jajaran kabinet.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyebutkan tiga kemungkinan yang berpotensi mendapatkan kepercayaan dari presiden.

Pengamat politik Ujang Komarudin
Pengamat politik Ujang Komarudin (Foto: unialazhar.ac.id)

Prioritas utama menjadi calon menteri tentunya berasal dari tokoh politik senior barisan partai koalisi, biasanya mereka yang disegani atau memiliki jabatan unsur pimpinan di partai.

"Nama-nama sekjen, ketua, sekretaris atau bendahara partai, termasuk tokoh senior biasanya berpotensi. Dan parpol juga biasanya menyodorkan nama-nama itu," kata Ujang.

Kemudian, Jokowi tentu juga akan memilih menterinya berasal dari kalangan profesional, seperti yang sudah dilakukan di Kabinet Kerja pertama, contohnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Saya melihat nama-nama yang berjasa seperti Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD berpotensi masuk dalam jajaran kabinet nanti," kata dia.

Selanjutnya, Presiden Jokowi bisa saja mengakomodasi tokoh-tokoh muda, karena sempat mengisyaratkan kementerian akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan zaman, salah satu upayanya adalah memberi tempat buat anak muda.

Pengamat politik Jerry Massie
Pengamat Poltik Jerry Massie (Foto: Dok Pribadi)

Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies Jerry Massie menyebutkan ada beberapa figur muda yang layak menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf.

Contohnya Ketua PKPI Diaz Hendropriyono, Erick Thohir, Taufik Basari, dan Budiman Sudjatmiko, mereka berpotensi bisa mengisi posisi Menpora.

"Mereka sudah terukur dan punya pengalaman dan saya yakin mampu memimpin. Begitu pun, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga sudah mulai matang," katanya.

Begitu pula, politikus Golkar Tantowi Yahya yang dinilai layak menjadi Menteri Luar Negeri. Putra asal Sumsel ini sudah teruji, apalagi kini dia sebagai Duta Besar Selandia Baru.

"Saya pikir Tantowi punya kemampuan diplomatik yang kuat," papar Jerry.

Dari PKB, terdapat nama Abdul Karding yang masuk TKN Jokowi-Maruf dan Lukman Edy, keduanya bisa masuk kabinet. Selain energik dan visioner, kedua tokoh muda di PKB ini sudah malang-melintang di parlemen.

Kriteria Figur Menteri Ideal Kabinet Kerja Jilid II

Menyoal figur menteri, seyogyanya tilikan terfokus pada kriteria yang sesuai dengan visi dan misi Jokowi-Ma'ruf.

Sebagaimana diungkapkan analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago bahwa para menteri dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf nanti, harusnya memiliki terobosan dalam menjalankan pemerintahan.

Direktur Voxpol dan analis politik Pangi Syarwi Chaniago
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. (MP/Ponco Sulaksono)

"Para menteri itu nantinya yang penting punya kapasitas, punya narasi, dan terobosan," papar dia.

Sosok menteri terpilih harus memiliki inisiatif menyampaikan target-target program kerjanya kepada Jokowi dan mempertanggungjawabkan target tersebut.

"Jadi bukan Presiden yang memberikan target," ujar Pangi.

Sementara itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari menteri yang mampu mengartikan dan merealisasikan janji politik Jokowi pada susunan kabinet kerja jilid II.

“Secara ideal kompisisi kabinet itu harus melihat filosofi dasar membuat kabinet untuk menyegerakan atau merealisasikan janji politk dengan baik,” kata Adi.

Susunan kabinet dan menteri yang tepat sebaiknya mereka yang memang mampu bekerja agresif merealisasikan janji politik, apalagi Jokowi akan memimpin pada periode kedua.

Periode kedua merupakan periode pertarungan bagi Jokowi dalam membuktikan janji politiknya, terutama soal tiga kartu plus yang sudah dinantikan banyak orang.

Adi Prayitno dari UIN Jakarta
Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno (Foto: uinjakarta.ac.id)

Adi berpendapat sebenarnya sudah tidak ada alasan bagi Jokowi untuk tidak merealisasikan janji politiknya karena telah disokong oleh banyak partai pendukung dan dukungan penuh dari parlemen.

“Didukung oleh banyak partai politik tentu susunan kabinetnya harus berimbang sehingga tidak memunculkan kecemburuan sosial politik, sehingga aspek proporsionalitas pemberian menteri itu yang diharapkan nanti bisa menciptakan harmoni dalam kinerja,” tandas Adi Prayitno yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah itu.

Koalisi Jokowi-Ma'ruf Belum Bahas Nama Menteri

Jamak diberitakan bahwa koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf tengah menggodok nama-nama menteri, namun sejatinya partai politik koalisi sampai saat ini mengaku belum berbicara soal jajaran calon menteri yang akan direkomendasikan ke Presiden Jokowi.

Seperti yang dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, parpolnya belum mengajukan nama calon menteri ke Presiden. "Belum-belum, belum ada pengajuan sama sekali. Kita belum bahas" kata Muhaimin Iskandar.

Pemilihan menteri untuk Kabinet Kerja Jilid II itu kata dia lebih tepatnya menjadi hak prerogatif penuh Presiden Jokowi.

Saat ini parpol koalisi lebih fokus dalam menjaga soliditas setelah berakhirnya pesta demokrasi Pemilu 2019 ketimbang mempersoalkan jatah menteri atau pimpinan MPR.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (MP/Rizki Fitrianto)

Baca Juga: Nama Calon Menteri Wajib Dibuka Agar Rakyat tak Beli Kucing dalam Karung

Seperti yang dikatakan Ketua umum DPP Nasdem, Surya Paloh, sangat disayangkan jika soliditas yang sudah dimiliki parpol sejak bergabung menjadi koalisi partai pengusung tidak terjaga, karena masih banyak tugas yang harus diselesaikan hingga akhir periode kepemimpinan Presiden Jokowi di 2024.

"Ada dialektika, romantika, ada suasana kebatinan satu sama lain yang tidak selamanya kadang-kadang bergembira hati, bersuka hati," katanya.

Terkadang parpol-parpol, ujar SP sebagaimana dilansir Antara, kemungkinan juga sedang merasakan kesedihan, atau merasa sentimental selama selama berjuang dalam koalisi.

"Itulah konsekuensi hidup, kita sudah mengalami semua proses yang kita lalui dengan suka dan duka dan kita memiliki ini sebagai modal besar untuk menjamin keutuhan kita memberikan dukungan sepenuhnya secara totalitas," tutup Surya Paloh.(*)

Baca Juga: Jokowi Diminta Tidak Asal-asalan Pilih Calon Menteri

#Joko Widodo #KH Ma'ruf Amin #Pengamat Politik #Kabinet Kerja #Surya Paloh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Panggil Semua Menteri, Gelar Sidang Kabinet Paripurna
Sidang tersebut dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, wakil menteri, utusan khusus Presiden, serta kepala lembaga.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
Prabowo Panggil Semua Menteri, Gelar Sidang Kabinet Paripurna
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Dr Tifa menolak damai di sidang kasus ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan mundur.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dr Tifa Tolak Damai di Sidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Pantang Mundur
Indonesia
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Jokowi siap hadir di sidang dr Tifa pekan depan. Ia akan membawa ijazah aslinya ke persidangan.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Sidang dr Tifa Berlanjut Pekan Depan, Jokowi Siap Hadir Bawa Ijazah Asli
Berita
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Jaksa menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Dr Tifa disebut tak mampu membuktikan tuduhannya.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Jaksa Sebut dr Tifa tak Mampu Buktikan Tuduhannya
Indonesia
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Kendati demikian, PN Jaktim menerapkan sterilisasi total saat memasuki fase pembuktian demi menjaga integritas kesaksian para saksi ahli maupun saksi fakta
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Link Live Streaming Sidang Perdana dr Tifa Dugaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Bagikan