MerahPutih.com- Survei terbaru Poltracking Indonesia membeberkan peta persaingan terkini bakal Calon Presiden di Pemilu 2024.
Hasil survei menunjukkan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi figur calon presiden terkuat untuk Pilpres 2024.
Baca Juga:
Survei ISC: Elektabilitas Prabowo Naik, Anies dan Ganjar Stagnan
Dari survei tersebut, elektabilitas ketiganya selalu di atas 10 persen.
"Berdasarkan temuan survei pada bulan Agustus ini terdapat tiga figur kuat calon presiden dengan angka elektabilitas tertinggi," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, Rabu (31/8).
Survei Poltracking Indonesia ini melakukan beberapa simulasi elektabilitas capres. Berikut ini adalah hasil simulasi-simulasi tersebut.
Simulasi 18 nama capres
1. Ganjar Pranowo: 22,1 persen
2. Prabowo Subianto: 18,1 persen
3. Anies Baswedan: 15,9 persen
4. Agus Harimurti Yudhoyono: 4,4 persen
5. Ridwan Kamil: 3,3 persen
6. Sandiaga Uno: 2,1 persen
7.Erick Thohir: 1,9 persen
8. Puan Maharani: 1,3 persen
9. Andika Prakasa: 1,3 persen
10. Airlangga Hartarto: 1,1 persen
11. Khofifah Indar Parawansa: 0,9 persen
12. Basuki Tjahaja Purnama: 0,8 persen
13. Surya Paloh: 0,6 persen
14. Muhaimin Iskandar: 0,5 persen
15. Gatot Nurmantyo: 0,3 persen
16. Bambang Soesatyo: 0,3 persen
17. Ahmad Syaikhu: 0,2 persen
18. Tri Rismaharini: 0,1 persen
Poltracking Indonesia juga memaparkan elektabilitas nama-nama yang potensial sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024. Teratas adalah Ridwan Kamil dengan elektabilitas sebesar 12,6 persen.
Selanjutnya adalah Sandiaga (11,9 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (11,7 persen), dan Erick (10,8 persen). Sisanya adalah Puan (6,5 persen), Khofifah (5,4 persen), dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (3,7 persen).
"Muhaimin Iskandar 2,7 persen, Airlangga Hartarto 1,7 persen, Mahfud MD 1,7 persen," ujar Hanta.
Baca Juga:
Hanta mengatakan, bagi partai politik, Pilpres 2024 adalah ajang kompromi kepentingan dimana partai harus mampu mengukur diri sejauh mana kepentingannya dapat diartikulasikan bersama koalisinya. Ia memastikan, setiap partai politik pasti akan berkoalisi di kontestasi nasional mendatang.
"Dalam konteks kali ini, ujian partai akan semakin bertambah dengan banyaknya kandidat-kandidat potensial yang muncul bukan dari kader internal partai," ujar Hanta.
Survei Poltracking Indonesia digelar pada 1-7 Agustus 2022 dengan menggunakan metode stratified multi-stage random sampling.
Jumlah sampel 1.220 responden dengan margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka.
Klaster survei ini menjangkau 34 provinsi se-Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir. Sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih lebih akurat. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. (Knu)
Baca Juga: