Surat Mengharukan Seorang Anak yang Tewas Dipukuli Ibunya

Ana AmaliaAna Amalia - Minggu, 08 Maret 2015
Surat Mengharukan Seorang Anak yang Tewas Dipukuli Ibunya

BBC

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional – Seorang anak adalah titipan Tuhan yang harus disayangi dan dijaga dengan baik. Kalu pun harus memisahkan anak dari salah seorang orangtuanya, sang pemilik hak asuh harus mencintainya dan berusaha membuat anak itu senyaman mungkin meski hanya menjadi orangtua tunggal.

Tapi hal itu tak terjadi pada seorang gadis malang di Chadwell Heath, Essex, London, Inggis. Ayesha Ali harus tewas mengenaskan dengan berbagai luka pukulan dari ibu dan kekasih baru ibunya sendiri. Seperti yang dilansir BBC, sang ibu Polly Chowdhury terpengaruh pasangan lesbiannya, Kiki Muddar yang mengatakan Ayesha dirasuki iblis sehingga harus dibunuh. (Baca: Jadi Aktivis Femen, Gadis Mesir Hina Lafaz Allah)

Tiga tahun lamanya Kiki mencocoki Polly dengan berbagai pesan di Facebook dan SMS yang mengatakan bahwa Ayesha dirasuki iblis dan membuka pintu gerbang neraka untunya, karena itu Ayesha harus dibunuh. Termakan perkatakan kekasihnya itu, Polly dengan tega memukili Ayesha setiap hari hingga akhirnya gadis mungil itu tewas mengenaskan.

Polisi menemukan surat yang ditulis Ayesha setelah ia dipukuli sang ibu, anak cerdas ini merasa ada yang salah dari dirinya sehingga sang ibu terus saja memukulinya. Ayesha menuliskan karakter baiknya. Misalnya, meletakkan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya, menyelesaikan makannya tepat waktu, dan bergegas mandi. Kemudian anak malang ini juga menuliskan sifat buruknya, Ayesha membuat daftar lebih panjang. Contohnya, berbohong, berpura-pura tidak mendengarkan seseorang berbicara, tidak segera merespon panggilan atau permintaan, tidak memakan semua makanan, kasar, serta tidak meletakkan sepatu di tempatnya. (Baca: Ketika Para Pria Kekar Menari Pakai High Heels)

Selain itu, Ayesha juga menulis dirinya selalu berusaha keras untuk menjadi anak yang baik, agar sang ibu tak lagi memukulinya.
"Saya benci mendapat hukuman, jadi saya harus memastikan diri saya berubah," tulis Ayesha.
Polisi menemukan Ayesha tewas dengan 50 luka pukulan, anak ini ditemukan terbaring di lantai dengan hanya mengenakan celana dalam berwarna merah muda.

Kasus ini pun sudah bergulir ke pengadilan, Polly dan Kiki sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pembunuhan berencana.

#Kekerasan Geng #Kekerasan Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
DPR RI tengah mengkaji langkah penguatan regulasi sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
Indonesia
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Meskipun pembahasan sempat tertunda akibat masa reses parlemen, Komisi X memastikan isu ini menjadi prioritas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
DPR melalui Esti Wijayanti mendesak penonaktifan dosen terduga pelaku kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
Indonesia
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
DPR mendesak razia daycare ilegal setelah maraknya kekerasan anak. Data menunjukkan 43 persen daycare belum berizin dan minim standar pengasuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, DPR Desak Kemendikdasmen Bertindak
DPR RI menyoroti dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Kemendikdasmen diminta memperketat pengawasan dan evaluasi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, DPR Desak Kemendikdasmen Bertindak
Indonesia
Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem
Kepercayaan masyarakat terhadap daycare kini berada di titik rawan.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Bagikan