Kesehatan

Studi: Minum Kombuca dapat Membantu Kontrol Gula Darah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 03 Agustus 2023
Studi: Minum Kombuca dapat Membantu Kontrol Gula Darah

Minuman asal Tiongkok dari tahun 200 SM ini telah populer dalam beberapa tahun terakhir. (freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH studi percontohan kecil baru dari Georgetown University menunjukkan, orang dengan diabetes tipe 2 yang meminum minuman teh fermentasi kombucha selama sebulan dapat menurunkan gula darah mereka dari tingkat berbahaya ke tingkat aman.

Kombucha terbuat dari teh yang difermentasi dengan bakteri dan ragi. Sejarah minuman ini berasal dari tahun 200 SM di Tiongkok, dan telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir sehingga tersedia di toko grosir besar dan restoran cepat saji.

Studi terbaru ini, diterbitkan Senin (30/7) di Frontiers in Nutrition, mencatat kadar gula darah 12 orang yang minum satu gelas atau 240 ml kombucha rasa jahe setiap hari selama empat minggu.

Baca juga:

Beras Merah, Pahlawan bagi Diabetesi

Studi dilakukan terhadap 12 orang yang minum 1 gelas kombucha rasa jahe setiap hari selama 4 minggu. (freepik/freepik)

Studi itu membandingkan data itu dengan kadar gula darah mereka selama periode 4 minggu minum minuman plasebo yang rasanya serupa.

Usia rata-rata orang dalam penelitian ini adalah 57 tahun. Sembilan adalah perempuan, enam orang berkulit hitam, dan enam lainnya berkulit putih. Sembilan menjalani terapi insulin.

Manfaat Teh Kombucha

Rata-rata, kadar glukosa darah puasa mereka menurun dari 164 miligram menjadi 116 miligram per desiliter setelah minum kombucha. The American Diabetes Association merekomendasikan kadar gula darah sebelum makan antara 70 dan 130 miligram per desiliter, menurut ringkasan penelitian yang diterbitkan oleh universitas tersebut.

“Beberapa penelitian kombucha di laboratorium dan hewan pengerat menunjukkan harapan, dan satu penelitian kecil pada orang tanpa diabetes menunjukkan kombucha menurunkan gula darah, tetapi sepengetahuan kami, ini adalah uji klinis pertama yang meneliti efek kombucha pada penderita diabetes,” peneliti Dan Merenstein , MD, seorang profesor ilmu manusia dan kedokteran keluarga di Georgetown, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Masih banyak penelitian yang perlu dilakukan, tetapi ini sangat menjanjikan,” ujarnya seperti diberitakan WebMD, Selasa (1/8).

Baca juga:

Berjalan Dua Menit Setelah Makan Bantu Kontrol Kadar Gula Darah

Orang dengan diabetes tipe 2 jika tidak dikelola, kondisi tersebut mengakibatkan kadar gula darah tinggi. (freepik/freepik)

Kekuatan dari penelitian ini adalah bahwa orang tidak diberitahu untuk mengubah pola makan mereka selama penelitian, kata Merenstein.

Kombucha yang digunakan dalam penelitian ini dibuat oleh pembuat Craft Kombucha yang berbasis di Washington, DC, yang diganti namanya menjadi Brindle Boxer Kombucha. Para peneliti mengatakan bakteri dan ragi utama dalam kombucha cenderung serupa antara berbagai merek dan batch.

Orang dengan diabetes tipe 2 jika tidak dikelola, kondisi tersebut mengakibatkan kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan penyakit jantung, kehilangan penglihatan, dan penyakit ginjal. (aru)

Baca juga:

Cara Menjaga Kadar Gula Darah Bagi Penderita Diabetes yang Puasa

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan