Resesi Ekonomi

Stimulus Bikin Ekonomi Triwulan III Lebih Baik Dibanding Triwulan II

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 November 2020
Stimulus Bikin Ekonomi Triwulan III Lebih Baik Dibanding Triwulan II

Aktivitas Pelabuhan. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Terkontraksinya ekonomi Indonesia pada Triwulan III dengan minus 3,49 persen atau lebih baik dibandingkan triwulan II minus 5,32 persen, diklaim buah dari dorongan adanya peran stimulus fiskal yang dikeluarkan pemerintah.

“Perbaikan kinerja perekonomian didorong oleh peran stimulus fiskal atau peran dari instrumen APBN dalam penanganan pandemi COVID-19 dan program pemulihan ekonomi nasional,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani menuturkan pertumbuhan triwulan III yang lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya menunjukkan adanya proses pemulihan ekonomi dan pembalikan arah aktivitas ekonomi nasional ke zona positif.

Baca Juga:

9,7 Juta Orang Nganggur, Pekerja Rata-rata Bergaji Rp2,7 Juta

Paling tidak, dalam catatanya. seluruh komponen pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran mengalami peningkatan maupun dari sisi produksi. Hal ini, dilihat dari akselerasi penyerapan belanja negara pada triwulan III sebesar 15,5 persen yang ditopang oleh realisasi bantuan sosial dan dukungan untuk dunia usaha terutama usaha menengah kecil.

Selain itu, angka pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 9,8 persen meningkat sangat tajam dibandingkan triwulan II yang mengalami kontraksi 6,9 persen atau turning point yang melebihi 17 persen.

Belanja pemerintah dalam rangka perlindungan sosial yang meningkat sangat tajam terlihat dari tren pembaikan pada konsumsi rumah tangga triwulan III dari minus 5,5 persen menjadi minus 4 persen.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga dari kelas menengah atas masih terbatas karena kondisi COVID-19 yang belum berakhir dan karakter dari konsumsi rumah tangga menengah atas didominasi oleh barang dan jasa yang sensitif terhadap mobilitas.

Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara).

Pemerintah, kata ia, terus berupaya untuk perbaikan penanganan COVID-19 dari berbagai indikator serta penemuan dan pemberian vaksin diharapkan mampu mengembalikan tren konsumsi rumah tangga terutama kelompok menengah atas dan perbaikan diharapkan dan diyakini akan terjadi pada kuartal IV.

Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai, kontraksi ekonomi RI kuartal III-2020 yang mencapai 3,49 persen masih cukup dalam, padahal pada periode itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dilonggarkan.

“Saya tadinya berpikir kontraksi tidak sedalam itu walaupun sudah lebih baik dari kuartal II, tapi kuartal II anjlok karena pengetatan. Artinya potensi ke depan bisa jadi dalam beberapa kuartal, kita masih akan mengalami pertumbuhan yang kontraksi,” kata Mohammad Faisal dilansir Antara di Jakarta, Kamis (5/11).

Baca Juga:

Minus 3,49 Persen, Indonesia Resesi

#Resesi Ekonomi #Pemulihan Ekonomi #Ekonomi Indonesia #Sri Mulyani
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Bagikan