Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, Berpotensi Erupsi

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 09 Agustus 2019
Status Gunung Slamet Naik Jadi Waspada, Berpotensi Erupsi

Gunung Slamet

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Slamet menjadi Level II (Waspada) dari sebelumnya Level I (Normal).

Peningkatan status mulai berlaku efektif sejak hari ini, Jumat 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB. Kepala PVMBG, Kasbani meminta masyarakat, pengunjung/wisatawan untuk tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung.

Baca Juga: Tim SAR Evakuasi Pendaki Terjatuh di Gunung Slamet

"Berdasarkan data pemantauan instrumental, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi jika terjadi erupsi, sehingga tingkat aktivitas Gunung Slamet dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 9 Agustus 2019 Pukul 09.00 WIB," katanya di Jakarta, Jumat (9/8).

Ia dalam informasi dari Kementerian ESDM menambahkan, potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah tanpa ada gejala vulkanik yang jelas.

Gunung Slamet dari arah Purwokerto, Kabupaten Banyumas. (Foto : ANTARA/Sumarwoto)
Gunung Slamet dari arah Purwokerto, Kabupaten Banyumas. (Foto : ANTARA/Sumarwoto)

Gunung api Slamet adalah gunung api strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3.432 mdpl, secara administratif masuk ke dalam 5 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Destinasi Wisata di Jalur Selatan

Secara geografis puncak Gunung Slamet terletak pada posisi 7' 14' 30" Lintang Selatan dan 109 derajat 12' 30" Bujur Timur. Tingkat aktivitas Gunung Slamet adalah Level I (Normal) sejak 9 September 2015.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014, diikuti erupsi yang menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (Tipe Letusan Strombolian).

Pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Slamet dilakukan dari Pos PGA G. Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, berjarak sekitar 8.5 km sebelah utara dari puncak Gunung Slamet.

Baca Juga: Tips Mendaki Gunung untuk Pemula, Wajib Pelajari

Dalam Level II (Waspada) ini PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet.

"Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang," jelas Kasbani. (*)

#Gunung Slamet
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Ada Penambangan di Gunung Slamet. Pemprov Ajukan Jadi Kawasan Taman Nasional
Langkah lain yang sudah dilakukan adalah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menangani permasalahan tambah yang ada di lereng Gunung Slamet tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 13 Desember 2025
Ada Penambangan di Gunung Slamet. Pemprov Ajukan Jadi Kawasan Taman Nasional
Indonesia
BPBD Banyumas Larang Aktivitas Wisata 3 KM dari Puncak Gunung Slamet
Para pendaki atau wisatawan untuk tidak mendekati kawasan kawah Gunung Slamet dengan radius tiga kilometer.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Mei 2024
BPBD Banyumas Larang Aktivitas Wisata 3 KM dari Puncak Gunung Slamet
Indonesia
Aktivitas Vulkanis Meningkat, Radius Bahaya Gunung Slamet Diperluas
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas radius bahaya Gunung Slamet yang sebelumnya hanya dua kilometer menjadi tiga kilometer.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Mei 2024
Aktivitas Vulkanis Meningkat, Radius Bahaya Gunung Slamet Diperluas
Indonesia
Waspada, Ekskalasi Gempa Gunung Slamet Meningkat Sebulan Terakhir
Gunung Slamet berstatus gunung berapi aktif tipe a.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Mei 2024
Waspada, Ekskalasi Gempa Gunung Slamet Meningkat Sebulan Terakhir
Indonesia
Gunung Slamet Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik
Gempa embusan mendominasi yang mengindikasikan aktivitas pergerakan fluida di sekitar permukaan.
Zulfikar Sy - Senin, 02 Oktober 2023
Gunung Slamet Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik
Indonesia
Gunung Slamet Dipastikan Masih Siaga I
Pada Selasa (1/8), sempat ada kabar peningkatan status Gunung Slamet menjadi Level III.
Zulfikar Sy - Rabu, 02 Agustus 2023
Gunung Slamet Dipastikan Masih Siaga I
Bagikan