Status Bencana NTT Ditetapkan sebagai Tanggap Darurat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 07 April 2021
Status Bencana NTT Ditetapkan sebagai Tanggap Darurat

Kepala BNPB Doni Monardo bersama pemerintah daerah meninjau daerah terdampak banjir bandang di Desa Waimatan, Lembata, NTT, Selasa (6/4). ANTARA/HO-BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya.

Ini terhitung mulai 4 sampai 17 April 2021 melalui Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 326, tertanggal 5 April 2021.

Hal ini dilakukan sebagai upaya penanganan bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat gelombang pasang yang terjadi pada 2 sampai 5 April 2021.

Baca Juga:

Tiga Kabupaten di NTT Terkena Dampak Paling Parah Siklon Tropis Seroja

Lalu disertai hujan dengan intensitas tinggi yang berdampak pada enam wilayah kecamatan, antara lain Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri, Buyasuri dan Wulandoni.

"Diharapkan penetapan status tanggap darurat ini dapat mempercepat pemulihan dan kestabilan aktivitas perekonomian dan kelancaran arus transportasi bagi masyarakat dan wilayah terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati kepada wartawan, Rabu (7/4).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, terdapat enam titik lokasi pengungsian para warga terdampak, antara lain di SMP Sabar Subur Betun, SDK Betun 1 dan 2, SDI Wemalae Betun, SDI Bakateu dan SDI Kletek.

"Selain itu, terdapat satu titik posko utama yang terletak di aula Kantor Bupati dan satu titik pos lapangan di Puskesmas Waipukang," jelas Raditya.

Data terakhir yang berhasil dihimpun per Selasa (6/4), pukul 21.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia (MD) 28 orang, korban hilang 44 orang, pengungsi 958 orang serta korban luka-luka 98 orang di Kabupaten Lembata.

Adapun jumlah rumah rusak ringan sebanyak 75 unit, rusak sedang 15 unit dan rusak berat 224 unit.

Kepala BNPB Doni Monardo beserta rombongan meninjau langsung kondisi lokasi pascabanjir bandang di Kabupaten Lembata pada Selasa (6/4).

Doni mengunjungi fasilitas kesehatan yang terletak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba Lembata, pos pengungsian serta fasilitas dapur umum yang melayani kebutuhan para pengungsi terdampak banjir bandang.

Pada konferensi pers secara virtual pada hari sebelumnya (5/4), Doni telah memberikan instruksi kepada koordinator di setiap pos pengungsian untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai COVID-19.

"Hal tersebut dapat bermanfaat bagi warga terdampak untuk dapat mengidentifikasi kondisi kesehatan sejak dini sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 dalam salah satu langkah penanganan pascabencana," jelas Raditya.

Rumah penduduk di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur hancur akibat diterjang banjir bandang berupa lahar dingin dari kawasan puncang Gunung Ile Lewotolok, Minggu (4/4). (Antara/ HO Dinas Kominfo Kabupaten Lembata)
Rumah penduduk di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur hancur akibat diterjang banjir bandang berupa lahar dingin dari kawasan puncang Gunung Ile Lewotolok, Minggu (4/4). (Antara/ HO Dinas Kominfo Kabupaten Lembata)

Selain itu, BNPB turut mendukung alat transportasi untuk operasi tanggap darurat bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, antara lain:

Base di Kabupaten Larantuka

1. Helikopter Mi-8 (kapasitas 4 ton)

2. Helikopter Kamov 32 A (kapasitas 5 ton)

3. Helikopter EC-155 (kapasitas 12 seats)

Base di Kota Kupang

1. Helikopter AW 119 (kapasitas 7 seats)

2. Helikopter Bell 412EP (kapasitas 12 seats)


Rencana penempatan untuk operasi tanggap darurat

1. Satu Helikopter di Kabupaten Lembata

2. Satu Helikopter di Kabupaten Larantuka

3. Satu Helikopter di Pulau Adonara

4. Satu helikopter di Kota Kupang


Baca Juga:

BMKG Nyatakan Informasi Akan Terjadi Tsunami NTT Tidak Benar

Sementara itu, menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 3 - 9 April 2021.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca periode 4 - 6 April 2021.

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Dalam sepekan ke depan potensi hujan sedang – lebat juga diprediksi terjadi di wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.

BNPB terus mengimbau warga untuk selalu siaga dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Harga Bahan Bangunan Melonjak, Polisi Bakal Tangkap Para Spekulan di NTT

#Breaking #Nusa Tenggara Timur (NTT) #Bencana Alam #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
Setyo menjelaskan dana siap pakai tersebut biasanya digunakan BNPB untuk kebutuhan mendesak terkait kebencanaan.
Alwan Ridha Ramdani - 4 menit lalu
Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
Indonesia
OTT KPK, Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka
Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan dugaan perbuatan melawan hukum, tanpa memandang latar belakang atau sosok yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 34 menit lalu
OTT KPK, Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka
Indonesia
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Pemerintah memperkuat pemadaman karhutla di Kalteng dan Sumsel. Data Kemenhut mencatat hotspot nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 27 menit lalu
Hotspot Karhutla Turun 77,5 Persen, Pemerintah Perkuat Pemadaman di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Penanganan akan terus dilakukan untuk memadamkan titik api dan mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
 Biar Asap Tidak Masuk Negara Tetangga, Pemadaman Karhutla di Prioritaskan di Kalteng dan Sumsel
Indonesia
Ikut Terciduk OTT Lolos Tersangka, Sestama BNPB Rustian Tinggalkan KPK Tanpa Komentar
Sestama BNPB Rustian dipulangkan KPK usai diperiksa intensif setelah sempat ikut diamankan dalam OTT pengadaan dana bencana. Simak penjelasan Jubir KPK Budi Prasetyo!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Ikut Terciduk OTT Lolos Tersangka, Sestama BNPB Rustian Tinggalkan KPK Tanpa Komentar
Indonesia
Fakta Terkini OTT KPK, Sitaan Emas Batangan dan Duit Rp 14 Miliar Hingga Reaksi BNPB Sestama Dicokok
KPK amankan 14 orang termasuk Sestama BNPB dalam OTT korupsi pengadaan barang dan dana bencana. Simak fakta lengkap dan respons BNPB di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Fakta Terkini OTT KPK, Sitaan Emas Batangan dan Duit Rp 14 Miliar Hingga Reaksi BNPB Sestama Dicokok
Indonesia
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
KPK gelar OTT dan tangkap Sestama BNPB Rustian terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. Cek profil dan kronologi penangkapan beserta barang buktinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
Indonesia
Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Bagikan