Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti

Gedung KPK. (Foto: dok/kpk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kabar mengejutkan datang dari operasi tangkap tangan atau OTT KPK BNPB yang menjerat Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rustian, Selasa (13/10).

Kasus Sestama BNPB ditangkap ini langsung memicu sorotan tajam karena diduga kuat berkaitan dengan praktik korupsi pengadaan barang dan jasa, khususnya penyelewengan dana siap pakai untuk kebencanaan.

Tim lembaga antirasuah tersebut tidak sekadar mengamankan sang pejabat tinggi, tetapi juga menyita barang bukti fantastis berupa uang tunai Rp 1,4 miliar beserta sejumlah logam mulia emas.

Baca juga:

Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK

Dalam serangkaian OTT KPK BNPB ini, isu Rustian BNPB korupsi tak pelak bikin publik geram, mengingat dana krusial yang seharusnya dipakai untuk kemanusiaan justru rawan diselewengkan.

Aksi pejabat BNPB ditangkap KPK ini berlangsung di kawasan Jabodetabek dengan menjaring belasan pihak yang terlibat.

Mirisnya, skandal korupsi dana bencana BNPB ini diduga diakali sedemikian rupa sehingga menjadi bancakan oknum pembuat komitmen hingga pihak swasta.


Kronologi Tangkap Tangan dan Bukti yang Disita

Saat ini, seluruh pihak yang terjaring operasi senyap tersebut sudah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini melibatkan banyak pihak dari berbagai unsur.

Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,

terang Budi.

Lebih lanjut, Budi membeberkan bahwa pusaran kasus ini bermuara pada proyek yang mendompleng anggaran darurat.

"Bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan," tegasnya.

Ilustrasi:

Mengintip Rekam Jejak dan Profil Rustian Sestama BNPB

Buat kamu yang belum familier, Rustian bukanlah sosok sembarangan di lingkaran birokrasi pemerintahan.

Pria ini sudah malang melintang sebagai abdi negara sejak tahun 1998, mengawali kariernya di Kementerian Kesehatan sebelum akhirnya hijrah ke BNPB sepuluh tahun kemudian.

Kariernya di BNPB terbilang moncer. Ia pernah menduduki posisi Kepala Biro Umum, kemudian dipercaya menjadi Direktur Peralatan (2016), hingga menjabat Direktur Sumber Daya Darurat.

Puncaknya, pada 28 Juli 2023 lalu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melantik Rustian sebagai Sekretaris Utama, sebuah posisi strategis yang bertugas mengoordinasikan administrasi dan pembinaan seluruh unsur di tubuh BNPB.


Latar Belakang Pendidikan yang Mentereng

Dari segi akademis, rekam jejak Rustian juga sangat solid. Ia merupakan lulusan sarjana sains dan apoteker dari Universitas Andalas, meraih gelar Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gadjah Mada (2005), dan sukses merengkuh gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik dari Universitas Brawijaya pada tahun 2022.

Baca juga:

KPK Ultimatum Nusron Wahid Datang Pemeriksaan, Jangan Tunda-Tunda Penegakan Hukum!

Menariknya, disertasi doktoralnya justru membahas tata kelola peralatan penanggulangan bencana dengan perspektif smart governance.

Di luar instansi pemerintahan, Rustian cukup disegani di berbagai organisasi. Ia aktif menjabat sebagai Dewan Pakar (sebelumnya Ketua Bidang Tanggap Bencana) di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (2021–2025), serta masuk dalam jajaran presidium Himpuni (2022–2025).

Sayangnya, deretan prestasi dan jabatan mentereng tersebut kini harus ternoda oleh jeratan OTT KPK.

#BNPB #Breaking #Ott Kpk #KPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
KPK gelar OTT dan tangkap Sestama BNPB Rustian terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. Cek profil dan kronologi penangkapan beserta barang buktinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
Indonesia
Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pejabat BNPB Diduga Terjerat OTT KPK
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Indonesia
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Cari tahu info gempa terkini! Guncangan gempa Banten hari ini bermagnitudo 4,6 berpusat di laut Muarabinuangeun dan terasa hingga Palabuhan Ratu. Cek detailnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Indonesia
Indonesia Deportasi Buronan Terduga Korupsi Asal Thailand
Pengungkapan keberadaan PV berawal dari permintaan NACC Thailand kepada KPK untuk memverifikasi informasi mengenai keberadaan buronan tersebut di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Deportasi Buronan Terduga Korupsi Asal Thailand
Indonesia
KPK Ultimatum Nusron Wahid Datang Pemeriksaan, Jangan Tunda-Tunda Penegakan Hukum!
KPK berikan ultimatum keras kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk penuhi panggilan penyidik terkait skandal suap HGB Summarecon.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
KPK Ultimatum Nusron Wahid Datang Pemeriksaan, Jangan Tunda-Tunda Penegakan Hukum!
Indonesia
Nusron Wahid Tidak Datang Pemeriksaan Pakai Alasan Ada Tabrakan Agenda, KPK Beri Ultimatum
Menteri ATR Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK terkait kasus suap HGB Summarecon. KPK minta Nusron kooperatif pada jadwal ulang.
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Nusron Wahid Tidak Datang Pemeriksaan Pakai Alasan Ada Tabrakan Agenda, KPK Beri Ultimatum
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Bagikan