Status Anak Krakatau Siaga, Polda Lampung Larang Nelayan dan Wisatawan Mendekat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Status Anak Krakatau Siaga, Polda Lampung Larang Nelayan dan Wisatawan Mendekat

Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Handout

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polda Lampung memperketat pengawasan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga.

Nelayan dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan gunung api aktif tersebut dalam radius 3 kilometer demi menghindari risiko dari aktivitas vulkanik.

Patroli gabungan melibatkan BKSDA, Satpolair Polres Lampung Selatan, Ditpolair Polda Lampung, Sie Humas dan Sie Dokkes. Kegiatan tersebut berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.

Baca juga:

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

Nelayan Masuk Zona Terlarang

Dalam patroli, petugas menemukan sejumlah nelayan menangkap ikan menggunakan jaring di zona terlarang.

Mereka kemudian ditegur dan diminta segera menjauh dari kawasan tersebut. Petugas juga membagikan masker sebagai antisipasi paparan abu vulkanik.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Isawandari Yuyun mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

“Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” kata Yuni dalam keterangannya, Minggu (6/6).

Petugas juga sempat mendapati sebuah speedboat mendekati kawasan Anak Krakatau.

Setelah dihampiri, kapal tersebut berbalik arah menuju perairan Banten.

Polisi Pasang Larangan Radius 3 Kilometer

Selain melakukan patroli, polisi memasang banner larangan memasuki radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Sosialisasi juga diberikan kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di Pulau Sebesi.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan gunung api aktif, terlebih ketika aktivitas Anak Krakatau masih berlangsung.

Baca juga:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Aktivitas Anak Krakatau Masih Berlangsung

Sementara itu, Badan Geologi melaporkan aktivitas Anak Krakatau masih berlangsung.

Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB, terjadi erupsi menerus disertai suara gemuruh dan fenomena yang menyerupai lava fountain.

Polda Lampung pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan aktivitas Anak Krakatau sebagai objek wisata yang didekati secara bebas.

Anak Krakatau merupakan gunung api aktif dan saat ini berada pada Level III. Kami meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang sudah dinyatakan terlarang,

Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Isawandari Yuyun.

(Knu)

#Gunung Anak Krakatau #Abu Vulkanik #Polda Lampung #Bandar Lampung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Memasuki hari keempat, lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda kini masih dicari. Tim SAR memperluas area pencarian.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Indonesia
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Indonesia
Terhalang Zona Bahaya Anak Krakatau, Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung ‘Jemput’ Jurnalis yang Hilang
Tim SAR bersama nelayan setempat telah melakukan penyisiran di sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Terhalang Zona Bahaya Anak Krakatau, Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung ‘Jemput’ Jurnalis yang Hilang
Indonesia
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
5 Jurnalis Masih Hilang Kontak di Selat Sunda, Polri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian
Lima jurnalis masih belum ditemukan. Polri dan Basarnas memperluas pencarian ke Selat Sunda.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
5 Jurnalis Masih Hilang Kontak di Selat Sunda, Polri dan Basarnas Maksimalkan Pencarian
Indonesia
Tim SAR Peluas Lagi Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Arus dan Angin Jadi Patokan
Tim mengupayakan pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ketika kondisi laut relatif lebih tenang dan jarak pandang masih mendukung.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Tim SAR Peluas Lagi Pencarian Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Arus dan Angin Jadi Patokan
Berita
Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Menuju Gunung Anak Krakatau
Tim SAR masih mencari 5 jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.
ImanK - Selasa, 08 September 2026
Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Menuju Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Sekolah di Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai 9 September 2026 setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Bagikan