Starlink Elon Musk Bidik Pasar Indonesia, APJII Ingatkan Soal Tata Kelola Industri

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 November 2023
 Starlink Elon Musk Bidik Pasar Indonesia, APJII Ingatkan Soal Tata Kelola Industri

Diskusi Tata Kelola Internet. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Satelit internet Starlink tengah membidik Indonesia sebagai pasar mereka. Bilioner Elon Musk selaku pemilik Starlink bahkan akan menyambangi Indonesia untuk mewujudkan ambisinya itu.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Zulfadly Syam, menekankan ada beberapa aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam hal ini terutama masalah tata kelola industri.

Baca Juga:

OpenAI Izinkan ChatGPT Akses Penuh ke Internet

Ia menekankan, perusahaan asing yang ingin menjalankan layanan di Indonesia harus mengurus izin Penanaman Modal Asing (PMA) terlebih dahulu. Hal ini adalah langkah penting sebelum mengurus izin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta pendaftaran IP Address yang berlokasi di Indonesia.

"Jadi perlunya proses yang jelas dalam mengizinkan layanan internet asing di Indonesia," katanya dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (4/11).

Kemudian terkait dengan keamanan cyber. Di mana data dan informasi yang ada di Indonesia adalah aset berharga, dan perlindungan terhadap keamanan cyber harus menjadi prioritas. Dengan meningkatnya konektivitas internet, risiko keamanan juga meningkat.

Pemerintah harus mempertimbangkan dengan serius bagaimana data pribadi dan informasi sensitif akan dikelola dan diproteksi. Kesalahan dalam tata kelola data dapat mengancam keamanan cyber.

"Jadi kalau kita sembarangan tidak hati-hati apapun itu teknologi nya bisa mengancam cyber kita. Nah sekarang kita tanya dulu kepada pemerintah soal apa arti daulatnnya informasi," kata Zulfadly.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik, Riko Noviantoro, menyoroti soal Starlink yang menunjukkan minat untuk membangun usaha di Indonesia. Namun, tidak ingin merekrut tenaga kerja Indonesia. Baginya ini adalah bentuk keprihatinan serius.

"Jika pemerintah tidak berhati-hati dalam menangani masalah ini, Indonesia berisiko kehilangan kendali atas wilayahnya sendiri akibat pengaruh perusahaan asing seperti Starlink," tutur Riko.

Riko mengingatkan, pentingnya pemerintah memiliki daya tawar yang kuat dan menerapkan regulasi yang menguntungkan pengusaha dan tenaga kerja lokal.

"Saya pikir ini akan menjadi kecelakaan jangka panjang kalau pemerintah tidak hati -hati, karena akhirnya kita menyerahkan wilayah Indonesia kepada satelit yang diberikan oleh Elon Musk," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Israel Cegah Perusahaan Elon Musk Sediakan Internet ke Gaza

#Internet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Informasi yang menyebut adanya program internet gratis selama Ramdaan 1477 H tengah viral di media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Berita Foto
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
SVP-Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP-Head of Network Operations Raden Tofan saat meluncurkan #LebihBaikIndosat di Jakarta (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
Indonesia
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Indonesia
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
DPRD DKI mendorong Pemprov menggandeng Komdigi untuk merumuskan aturan penyaringan konten kekerasan, tanpa membatasi akses internet bagi pelajar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Indonesia
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Cloudflare mengalami gangguan global pada 18/11, menyebabkan ribuan situs dan layanan digital seperti X, Canva, dan ChatGPT tidak dapat diakses.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Indonesia
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Saat jaringan seluler masih menggunakan teknologi 2G, skema yang digunakan operator adalah biaya internet dihitung berdasarkan kuota yang terpakai atau konsep pay as you use (PAYU).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 Juli 2025
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Dunia
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Regulator internet Australia dan YouTube berselisih soal rencana larangan anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial. Siapa sebenarnya yang melindungi anak-anak?
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 24 Juni 2025
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Indonesia
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Komisi VI DPR akan memanggil Telkom Group dan Telkomsel. Hal itu buntut dari kebijakan kuota internet yang hangus setelah masanya berakhir.
Soffi Amira - Rabu, 11 Juni 2025
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Bagikan