Sri Lanka Nyatakan Keadaan Darurat akibat Banjir dan Longsor

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 01 Desember 2025
 Sri Lanka Nyatakan Keadaan Darurat akibat Banjir dan Longsor

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake (kanan). (ANTARA/Anadolu/py)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — BANJIR dan tanah longsor yang melanda Sri Lanka sejak Sabtu (29/11) telah menelan korban tewas sebanyak 330 orang. Pusat Manajemen Bencana Sri Lanka mengatakan, selain korban tewas, lebih dari 200 orang dilaporkan masih hilang dan sekitar 20.000 rumah hancur, memaksa 108.000 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara yang dikelola pemerintah. Mereka kini menghadapi salah satu bencana cuaca terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Pejabat Sri Lanka mengatakan sekitar sepertiga wilayah negara tersebut tidak memiliki listrik atau air bersih setelah keadaan darurat diumumkan akibat terjangan Siklon Ditwah. Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menyebut situasi ini sebagai bencana alam paling menantang dalam sejarah negara itu. Kerusakan yang begitu parah membuat perkiraan biaya rekonstruksi mencapai angka yang sangat besar.

Perintah evakuasi diberlakukan di beberapa area karena ketinggian air Sungai Kelani terus meningkat dengan cepat. Jumlah korban tertinggi dilaporkan di Kandy dan Badulla, dengan banyak area masih terisolasi. “Kami kehilangan dua orang di desa kami. Lainnya berlindung di sebuah kuil dan satu rumah yang masih berdiri,” kata Saman Kumara dari Desa Maspanna di Badulla, kepada situs News Center, dikutip BBC.

Korban juga termasuk 11 penghuni panti jompo yang terendam banjir di distrik Kurunegala di bagian utara-tengah pada Sabtu sore. Setelah upaya penyelamatan selama 24 jam, seorang penyintas mengatakan kepada AFP bahwa angkatan laut membantu mereka memanjat ke atap bangunan terdekat. “Kami sangat beruntung. Saat kami berada di atap, sebagian atap ambruk. Tiga perempuan terjatuh ke air, tetapi mereka ditarik kembali ke atas,” ujar WM Shantha.

Baca juga:

Korban Tewas Bencana Alam di Sumatra Capai 442 Orang, Setengahnya Berasal dari Wilayah Sumut



Pemerintah telah mengeluarkan seruan bantuan internasional dan mendesak warga Sri Lanka yang tinggal di luar negeri untuk menyumbang bagi komunitas yang terdampak. Siklon Ditwah sempat melintasi pesisir timur pulau itu pada Jumat, tapi kini telah bergerak menjauhi negara tersebut.

Sri Lanka saat ini berada dalam musim monsun, tapi cuaca ekstrem seperti ini jarang terjadi. Banjir terburuk abad ini di Sri Lanka terjadi pada Juni 2003, ketika 254 orang tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi.

Banjir ini terjadi saat Asia Tenggara juga mengalami salah satu musim banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir, dengan jutaan orang terdampak di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.(dwi)

Baca juga:

334 Orang Tewas Banjir di Sri Lanka, Presidennya Langsung Tetapkan Status Bencana Nasional

#Sri Lanka #Bencana Alam #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
BMKG ungkap penyebab cuaca panas ekstrem dan gerah di Jakarta dan Pulau Jawa yang tembus 37 derajat Celsius. Simak 4 faktor utama & tipsnya di sini!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Sumuknya Jakarta dan Pulau Jawa Hari Ini Terjawab, 4 Faktor Combo Picu Suhu di Atas 37 Derajat Celsius!
Indonesia
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Penasaran kenapa cuaca panas hari ini terasa sangat menyengat? Cek penjelasan lengkap BMKG soal puncak kemarau, El Nino 2026, hingga efek aspal Jakarta!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Oktober 2026
BMKG Ungkap Alasan Utama Kenapa Suhu Panas Hari Ini Terasa Begitu Menyengat
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
BMKG mengingatkan potensi cuaca signifikan 8 Oktober, mulai awan Cb, hujan petir, gelombang 2,5-4 meter hingga banjir rob.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Signifikan 8 Oktober, Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Sejumlah Perairan
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Bagikan