Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)
MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari keenam sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Operasi ini dilaksanakan melalui koordinasi lintas lembaga antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara.
Pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.
Pada sorti pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah overhead Perairan Selat Sunda. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 10.000–11.000 kaki, dengan target awan Cumulus Mediocris yang memiliki base sekitar 5.000 kaki dan top hingga 12.000 kaki.
Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek, sehingga presipitasi terkonsentrasi di wilayah perairan. Saat penyemaian berlangsung, angin terpantau bertiup dominan dari arah barat laut, dengan kejadian presipitasi teridentifikasi pada posisi 272 derajat/92 nautical mile.
Baca juga:
Gubernur Pramono Pastikan Modifikasi Cuaca di Jakarta Bisa Tetap Berjalan, Gunakan Dana BTT
Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan area semai masih di overhead Perairan Selat Sunda, pada radial 250–300 dan jarak 80–110 nautical mile dari Halim. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki, menggunakan 800 kilogram NaCl.
Sorti ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.
Sementara itu, sorti ketiga difokuskan di wilayah overhead Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO). Upaya ini ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.
Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu (21/1) menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan periode sebelumnya.
“Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko bencana hidrometeorologi masih berada pada kategori menengah, sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.
Baca juga:
Warga Jakarta Diminta Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai hingga 27 Januari
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menegaskan bahwa OMC merupakan langkah antisipatif berbasis analisis meteorologi.
“Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat berdampak pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya.
BPBD DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian terhadap pelaksanaan OMC serta menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, serta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
“Informasi kebencanaan dan peringatan dini dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta media sosial resmi @bpbddkijakarta,” tutupnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
Cuaca Ekstrem di Bali Bisa Berdampak pada Jaringan Listrik, PLN Imbau Warga Waspada
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sebagian Besar Wilayah Bali hingga 27 Januari
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Warga Jakarta Diminta Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai hingga 27 Januari
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar
Operasi Modifikasi Cuaca Digelar hingga 22 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta Tekan Dampak Banjir