BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Sejumlah pohon ambruk menimpa motor dan pos jaga di area parkir motor Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, akibat terjangan angin kencang, Kamis (8/1/2026). (ANTARA/Fahmi Alfian)
MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda meminta masyarakat Jawa Timur waspada bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ektsrem. Menurut perkiraan, cuaca ekstrem berpotensi terjadi 21 hingga 30 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem akibat aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), sekaligus gangguan atmosfer berupa gelombang Rossby yang saat ini melintasi wilayah Jawa Timur.
BMKG memprakirakan adanya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang berpotensi melewati wilayah Jawa Timur serta suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, dan kondisi atmosfer lokal yang tidak stabil.
Ia mengatakan hal-hal tersebut turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Baca juga:
"Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta angin kencang, puting beliung, maupun hujan es, di seluruh 29 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Timur," kata dia.
Kewaspadaan bisa dengan memantau informasi cuaca secara rutin.
"Kami mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca Weather Observation and Forecast Integrated atau WOFI yang bisa diakses melalui kanal resmi BMKG Juanda," kata Taufiq. (*)
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda Sebagian Besar Wilayah Bali hingga 27 Januari
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Warga Jakarta Diminta Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai hingga 27 Januari
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Kepuluan Nias hingga 4 Meter pada 22-24 Januari
BMKG Peringatkan Hujan Deras Disertai Petir di Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Beberapa Hari Mendatang
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di 8 Kawasan Pantura Jateng
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Operasi Modifikasi Cuaca Jalan Setahun Penuh, BPBD DKI Jakarta Anggarkan Rp 31 Miliar