Fashion

SOVLO Buka Peluang Besar untuk Ilustrator Lokal

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Jumat, 11 Februari 2022
SOVLO Buka Peluang Besar untuk Ilustrator Lokal

Salah satu karya ilustrator lokal (Foto: SOVLO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEKAYAAN budaya di Indonesia melahirkan sejumlah karya-karya kreatif dan inovatif dari para pekerja seni. Sayangnya, pandemi menghantam berbagai industri yang menopang perekonomian Indonesia, tak terkecuali industri kreatif. Salah satu industri kreatif yang turut terseok-seok akibat pandemi adalah industri fesyen.

Untuk mensiasati hal tersebut, brand fesyen yang lahir di masa pandemi, SOVLO coba merespons situasi krisis ekonomi. Lahir di tengah pandemi, SOVLO berhasil memikat perhatian para pecinta fesyen di dalam negeri. Ranah digital yang tumbuh subur di masa pandemi terbukti membuka peluang bagi perusahaan yang masuk kategori UMKM ini untuk menyelamatkan pegawai dan penjahit yang bergantung pada usahanya. Kemudian mereka membuka peluang juga bagi ilustrator-ilustrator berbakat untuk mendapatkan penghasilan dari karyanya.

Baca Juga:

Jangan Tunda Menemukan Pekerjaan Impian

FOTO
Penjahit yang kembali bangkit di masa pandemi bersama SOVLO (Foto: SOVLO)

Sejak November silam SOVLO meluncurkan kampanye Bangga Ilustrator Lokal yang diresmikan Menparekraf RI, Sandiaga Uno. Melalui kampanye yang rencananya berlangsung hingga penghujung 2022 ini, SOVLO menargetkan berkolaborasi dengan setidaknya 500 ilustrator berbakat dari seluruh penjuru negeri. Kampanye ini merupakan kelanjutan strategi SOVLO untuk berkolaborasi dengan ilustrator lokal yang sudah dilakukan sejak Februari 2021.

Lidya Valensia, CEO dan Founder SOVLO menjelaskan alasan peluncuran kampanye ini. “Langkah kolaborasi dengan ilustrator yang dilakukan SOVLO selama ini sangat menggembirakan hasilnya. Selama ini pula kami melihat bahwa sangat banyak ilustrator Indonesia yang karyanya sangat bagus dan berpotensi. Melalui kampanye Bangga Ilustrator Lokal, kami ingin membuka pintu seluas-luasnya dan menjadi wadah bagi ilustrator lokal agar karya mereka bisa menghasilkan bahkan bisa menjadi sumber penghidupan khususnya di masa pandemi ini,” jelas Lidya.

Baca Juga:

Mahakarya Street Art Sneakers di Sneakertopia

Strategi kolaborasi dengan ilustrator lokal, plus kualitas produk yang baik, semakin mendongkrak nama SOVLO di industri fesyen dalam negeri. Sebagai produk karya anak bangsa, SOVLO memiliki keleluasaan dan memilih untuk mengeksplorasi tema-tema positif dan menguatkan seperti Indonesian Strong Woman, Kembang Nusantara, dan Colorful Indonesia yang disukai konsumen, selain juga tema-tema unik dari para ilustrator yang sudah berkolaborasi.

“Untuk kolaborasi dengan para ilustrator, SOVLO memang menyarankan ilustrator yang bekerja sama untuk menggali inspirasinya dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan semangat Keindonesiaan. Tujuannya agar karya-karya yang kami wujudkan menjadi produk, bisa dekat di hati masyarakat luas,” ujar Lidya.

Ilustrator yang berkolaborasi dengan SOVLO bisa datang dari beragam latar belakang. Salah satunya adalah Djoanneth seorang arsitek di salah satu studio arsitektur di Jakarta. Sejak kecil sudah hobi menggambar, di awal tahun 2021 Joanne mencoba ilustrasi digital. Metode inilah yang digunakannya untuk melahirkan karya untuk SOVLO. Perkenalan Joanne dengan SOVLO sendiri dimulai lewat Instagram, saat SOVLO sedang mengeksplorasi tema Colourful Indonesia.

sovlo
Colorful Indonesia (Foto: SOVLO)

Perempuan yang akrab disapa Joanne tersebut mengatakan ketika mulai kontak dengan SOVLO, ia diminta mengangkat tema Colorful Indonesia. "Cukup luas dan memicu saya mencari hal baru di luar budaya, flora atau fauna. Akhirnya saya tertarik mengangkat tema pahlawan nasional, karena pahlawan memiliki latar belakang seperti suku, ras, dan agama yang berbeda-beda, tetapi punya satu tujuan untuk Indonesia. Jadi orang yang berjuang itu beragam. Dari situlah, saya menemukan Colourful Indonesia versi saya, kemudian dituangkan SOVLO sebagai produk fesyen, salah satunya kemeja” beber Joanne.

SOVLO
Uniknya karya ilustrator lokal (Foto: SOVLO)

Mirip dengan pengalaman Joanne, Melissa (MelissaChaw13) juga menemukan SOVLO lewat Instagram. “Alasan saya mengajukan karya ke SOVLO karena baru pertama kali menemukan ada wadah bagi ilustrator lokal untuk mewujudkan karyanya menjadi produk,” ucap Melissa yang tercatat sebagai mahasiswa di sebuah PTN ini. Ilustrasi karya Melissa yang penuh warna dan fun diwujudkan menjadi beberapa jenis produk fesyen, mulai dari kemeja, tas, hingga laptop sleeve. Guratan ilustrasinya ini, mengantar Melissa berhasil menjadi salah satu ilustrator SOVLO dengan hasil penjualan terbesar.

Selain mendapatkan penghasilan tambahan, secara keseluruhan, pengalaman berkolaborasi dengan SOVLO sangatlah berkesan. Hal ini diutarakan Moudy Angela (sketchymo.id). Moudy adalah iustrator SOVLO yang juga ibu rumah tangga dengan dua anak yang gemar mengisi waktunya dengan membuat ilustrasi.

“Saat mulai berkolaborasi, saya diajak main ke tempat produksi dan bertemu dengan para pekerja dan penjahit. Hal ini yang membedakan kolaborasi saya dengan yang sebelumnya. Baru pertama kali dibolehkan melihat tempat produksi dan kami sebagai ilustrator dianggap sebagai keluarga. Ini membuat saya ingin bisa terus kolaborasi dengan SOVLO,” tutur Moudy.

Ketiga ilustrator ini juga memuji sistem bagi hasil yang diterapkan SOVLO, karena bisa menguntungkan mereka juga sebagai ilustratornya. "Sistem bagi hasil yang diterapkan SOVLO juga sangat terbuka. Perhitungannya detail dan transparan. Kami bahkan pernah zoom bersama untuk membahas perhitungan penjualan produk. Jadi ilustrator lain juga saling tahu dan tidak ada kesalahpahaman. Rasio pembagiannya juga cukup menguntungkan dibanding kolaborasi saya sebelum-sebelumnya dengan brand lain,” tambah Moudy Angela.

Suksesnya kolaborasi dengan 15 ilustrator, mendorong SOVLO untuk secara resmi meluncurkan kampanye Bangga Ilustrator Lokal di akhir tahun lalu. Langkah SOVLO ini juga didukung oleh ilustrator-ilustrator yang sudah berkolaborasi dengan SOVLO.

“Dengan menggandeng lebih banyak ilustrator dengan beragam latar belakang, kami ingin SOVLO bisa menangkap ide, aspirasi, gaya dan estetika modern khas Indonesia yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah. Jika memang estetikanya bisa menarik perhatian masyarakat, maka perlu kita tumbuhkan bersama,” terang Lidya.

Joanne yang memiliki latar belakang arsitektur mendukung penuh ide ini. Joanne juga mengajak rekan-rekan ilustrator lainnya untuk tidak ragu ikut mengajukan karya dan berkolaborasi dengan SOVLO. “Kampanye Bangga Ilustrator Lokal adalah kesempatan bagi teman-teman yang memiliki hobi dan skill menggambar ilustrasi untuk mendapat penghasilan dari karya ilustrasinya. Tidak harus yang berprofesi sebagai ilustrator full time atau freelance yang bisa ikut,” ajak Joanne.

“Kami berharap kampanye ini bisa diterima masyarakat dan agar para ilustrator lokal dan pekerja kreatif tidak ragu untuk turut serta dalam Bangga Ilustrator Lokal. Semoga semangat kebersamaan ini bisa menginspirasi dan membuat semakin banyak orang bersemangat untuk sama-sama berjuang bangkit,” tukas Lidya.

Tertarik untuk menjadi bagian SOVLO? Jika tertarik berkolaborasi, ilustrator di seluruh Indonesia bisa mendaftarkan diri dan karyanya di https://tinyurl.com/ilustratorSOVLO atau mendapatkan informasi melalui akun instagram SOVLO di @sovlo.id. (avia)

Baca Juga:

Jangan Tunda Merangsang Imajinasi Si Kecil

#Fashion #Fashion Unik #Trend Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan