Relasi

Social Butterfly si Sangat suka Bersosialisasi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 30 Desember 2022
Social Butterfly si Sangat suka Bersosialisasi

Social butterfly sangat menyukai interaksi sosial. (Foto: Unsplash/Husna Miskandar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIA sangat totalitas menjadi seorang extrovert. Ia benar-benar terbuka dengan segala banyak hal. Menjalin pertemanan baru dan menghadiri acara baru bukan masalah baginya. Pokoknya dia supel, karismatik dan memiliki circle pertemanan nan luas. Perkenalkan si social butterfly.

Analogi social butterfly memang sengaja sebagai seekor kupu-kupu, karena ia bebas hinggap di tempat manapun yang ia suka layaknya serangga bersayap itu. Social butterfly sangat suka bersosialisasi melebihi orang lain pada umumnya.

Baca Juga:

Punya Banyak Sahabat, Idola Korea Berikut Dijuluki 'Social Butterfly'

Seperti diberitakan laman Alodokter, social butterfly memiliki ciri yang mudah sekali ditebak. Ketika kamu melihat seseorang dengan ciri-ciri seperti ini, kamu beruntung. Itu berarti kamu sedang bertemu dengan orang yang selalu gembira menerima kehadiran kamu. Social butterfly memiliki ciri-ciri berikut, antara lain:

1. Suka bersosialisasi

Social butterfly memulihkan energinya dengan cara melakukan interaksi sosial. Bersosialisasi baginya merupakan suatu hal sangat menyenangkan karena dapat membangkitkan mood-nya. Ia sangat suka menghabiskan waktunya bersama orang lain.

Ia sangat welcome dengan semua orang. (Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez)

Saking terbukanya, social butterfly tidak pernah menghindari situasi baru. Bahkan, selain menjalin pertemanan di dunia nyata dengan orang baru, ia juga tetap welcome apabila hubungan barunya dibangun melalui media sosial.

2. Pandai berkomunikasi

Apabila di lingkaran pertemanan kamu ada yang pandai berkomunikasi, dia berarti seorang social butterfly. Semua hal berkaitan dengan komunikasi, ia kuasai. Ia juga berani menjadi seorang pembicara di acara profesional. Berdiskusi ringan dengan teman-temannya juga menjadi hal yang disukai oleh social butterfly.

Baca Juga:

Bukan Introvert Atau Ekstrovert, Ini Uniknya Karakter Ambivert

Lingkaran pertemanan social butterfly begitu luas. (Foto: Unsplash/Duy Pham)

3. Punya lingkaran pertemanan luas

Memiliki lingkaran pertemanan yang itu-itu saja tidak cukup bagi social butterfly. Karena sangat mencintai interaksi sosial, ia juga tidak pernah berhenti menambah jaringan pertemanannya. Sebuah kelompok juga akan mudah menerimanya karena ia memiliki aura yang positif. Bahkan, sosok karismatiknya juga membuatnya gampang dikenal dan disukai orang berbagai usia.

4. Memiliki dua kekurangan

Setiap orang tentu memiliki kekurangan. Seorang social butterfly pun begitu. Ia memiliki dua kekurangan, yakni tidak tepat waktu dan tidak bisa menjalani hubungan yang intim.

Lingkaran pertemanan yang luas membuat social butterfly memiliki jadwal yang sangat padat. Bahkan, tidak jarang ia tiba-tiba bisa membatalkan janji dengan temannya. Hubungannya dengan orang lain juga dangkal, tidak bisa lebih dalam. (ikh)

Baca Juga:

Begini Cara si Introvert Recharge Energi

#Relasi #Psikologi #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan