Soal Pengangguhan Penahanan 7 Tersangka Persekusi Cidahu, Marinus Gea Sebut Kementerian HAM Kirim Sinyal Negara Lindungi Pelaku

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 06 Juli 2025
Soal Pengangguhan Penahanan 7 Tersangka Persekusi Cidahu, Marinus Gea Sebut Kementerian HAM Kirim Sinyal Negara Lindungi Pelaku

Marinus Gea.(foto: dok)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Marinus Gea mempertanyakan hak atas tindakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemeterian HAM) yang menangguhkan penahanan tujuh tersangka persekusi retreat remaja Kristen di Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Menurut politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini, apa yang dilakukan Kementerian HAM ini sudah sangat keluar dari tugas pokok dan fungsinya.
?
“Polisi sudah melakukan penangkapan dan kita apresiasi apa yang sudah dilakukan aparat penegah hukum sebagai tindakan dari penegakan hukum bagi pelaku yang melanggar hukum,” kata Marinus Gea, Sabtu (5/7).
?
“Nah yang menjadi pertanyaan, ada apa Kementerian HAM memberikan jaminan kepada tujuh pelaku itu? Sebagaimana kita tahu, tupoksi Kementerian HAM tidak sangat terkait terhadap urusan hukum. Jadi yang menjadi pertanyaannya, ada apa Kementerian HAM memberikan jaminan kepada tujuh orang yang ditahan polisi untuk menangguhkan penahanannya,” tambahnya.
?
Marinus Gea mengakui setiap warga negara dijamin undang-undang, dan memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Hanya saja, dia mempertanyakan dasar Kementerian HAM memberikan jaminan tersebut. Menurut Marinus Gea, tindakan Kementerian HAM ini dapat menimbulkan trauma psikologis kepada generasi-generasi masa datang.

Baca juga:

Pembubaran Retreat Keagamaan di Sukabumi Dinilai sebagai Bentuk Pelanggaran HAM dan Intoleransi


?
“Pertanyaannya, positioning Kementerian HAM dalam peristiwa ini seperti apa? Sebenarnya ini diorder siapa? Kenapa kok sampai tiba-tiba langsung memberikan pernyataan bahwa harus memberikan jaminan penangguhan terhadap tujuh orang tersangka yang sudah ditahan polisi,”ucapnya.
?
Marinus Gea menegaskan sikap dan tindakan Kementerian HAM ini menimbulkan moral hazard bagi generasi mendatang. "Ya, nanti pernyataannya kan, kalau ramai-ramai kan pasti akan dicarikan jalan keluar, jalan damai, tidak perlu dilakukan penegakan hukum, dan menimbulkan trauma psikologis kepada generasi-generasi masa datang,” tambah
?
Terlebih, kata dia, ketika peristiwa terjadi, anak di lingkungan tersebut juga melihatnya.
Lebih lanjut, Marinus Gea mengatakan tindakan Kementerian HAM ini seolah-olah mengajarkan bahwa negara memberikan perlindungan kepada para pelaku intoleran.
?
“Harusnya Kementerian HAM melihat bahwa menimbulkan kesan psikologis, trauma masa depan bagi anak-anak ini, yang seolah-olah mengajarkan, memberikan perlindungan kepada pelaku-pelaku intoleran yang dicontohkan pada peristiwa Cidahu itu,” ucapnya.
?
Oleh karena itu, Marinus Gea menilai apa yang dilakukan Kementerian HAM merupakan tindakan yang keliru. Selain itu, kata dia, tindakan Kementerian HAM tersebut juga menunjukkan adanya keberpihakan kepada pelaku.
?
“Saya sebagai Komisi XIII, kita akan pertanyakan ini nanti dalam Rapat Kerja Komisi XIII dengan Kementerian HAM. Jangan-jangan ini Kementerian HAM tidak tahu apa yang menjadi tupoksinya sehingga harus mengambil posisi, porsi institusi lain,” ucapnya.
?
Sebelumnya, Kementerian HAM menyatakan siap menjadi penjamin bagi tujuh tersangka kasus persekusi retreat pelajar Kristen dan sekaligus perusakan rumah singgah yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
?
Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menyampaikan Kementerian HAM akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan secara resmi kepada pihak kepolisian.
?
“Kami siap dari Kementerian HAM untuk memberikan jaminan agar para tujuh tersangka kami lakukan penangguhan penahanan dan ini (permintaan penangguhan penahanan) kami akan sampaikan secara resmi kepada pihak kepolisian," kata Thomas setelah menghadiri kegiatan bersama bupati, kapolres, dan tokoh agama, saat berada di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/7).(Pon)

Baca juga:

PSI Kecam Aksi Pembubaran Retreat Pelajar Kristen, Pelaku Harus Dihukum untuk Beri Efek Jera

#Marinus Gea #Kementerian HAM #Umat Katolik
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Rieke Diah Pitaloka Kritik Usulan Tambahan Anggaran Kementerian HAM Rp 492,9 Miliar
Rieke Diah Pitaloka menilai usulan tambahan anggaran Kementerian HAM sebesar Rp492,9 miliar masih terlalu besar untuk dukungan manajemen dan belum fokus pada pelayanan HAM.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Rieke Diah Pitaloka Kritik Usulan Tambahan Anggaran Kementerian HAM Rp 492,9 Miliar
Indonesia
DPR Endus Kejanggalan Dana Kementerian HAM, Tantang Transparansi Penggunaan Uang Rakyat
Kementerian HAM sejatinya mengajukan kebutuhan total sebesar Rp3,982 triliun, namun otoritas fiskal hanya menyetujui pagu indikatif sebesar Rp728,1 miliar
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
DPR Endus Kejanggalan Dana Kementerian HAM, Tantang Transparansi Penggunaan Uang Rakyat
Indonesia
Kementerian HAM Bantah Tak Libatkan Masyarakat Susun UU HAM
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) membantah tak melibatkan masyarakat dalam penyusunan perubahan Undang-undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Kementerian HAM Bantah Tak Libatkan Masyarakat Susun UU HAM
Indonesia
Waka Komisi XIII DPR Tekankan Revisi UU HAM Tak Ganggu Independensi Komnas HAM
Andreas menegaskan Komnas HAM harus tetap menjadi lembaga independen agar bisa menjalankan tugasnya secara maksimal dalam melindungi hak asasi manusia dan mencegah pelanggaran HAM.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Waka Komisi XIII DPR Tekankan Revisi UU HAM Tak Ganggu Independensi Komnas HAM
Indonesia
Menteri HAM Pigai Sebut Pers Harus Terus Hidup dan Pemerintah tak Antikritik
Media mampu mengartikulasikan kepentingan rakyat kepada pemerintah dan mengakselerasi kebijakan pemerintah ke rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Menteri HAM Pigai Sebut Pers Harus Terus Hidup dan Pemerintah tak Antikritik
Indonesia
Menteri Agama Sebut Jakarta Kota Paling Rukun Se-Asia Tenggara di Tengah HUT Ke-219 Keuskupan Agung Jakarta
Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan kegiatan 'Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinekaan Lintas Iman', Sabtu (9/5) merayakan HUT ke-219.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Menteri Agama Sebut Jakarta Kota Paling Rukun Se-Asia Tenggara di Tengah HUT Ke-219 Keuskupan Agung Jakarta
Indonesia
Kritik Keras Rencana Tim Asesor HAM, DPR: Aktivis Dibela bukan Diuji Negara
Wacana tersebut berpotensi menabrak prinsip dasar kebebasan sipil dan Deklarasi Pembela HAM PBB 1998.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Kritik Keras Rencana Tim Asesor HAM, DPR: Aktivis Dibela bukan Diuji Negara
Lifestyle
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Lifestyle
Makna Mendalam Kamis Putih, Kisah Perjamuan Terakhir Yesus
Salah satu tradisi yang melekat dalam perayaan ini yakni perjamuan roti yang dibagikan dalam misa.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Makna Mendalam Kamis Putih, Kisah Perjamuan Terakhir Yesus
Fun
Jakarta Eucharistic Revival 2026 Digelar di JICC, Kongres Ekaristi Pertama di Ibu Kota
Keuskupan Agung Jakarta gelar Jakarta Eucharistic Revival 2026 di JICC. Kongres Ekaristi pertama di ibu kota hadirkan perayaan iman dan teknologi imersif.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Jakarta Eucharistic Revival 2026 Digelar di JICC, Kongres Ekaristi Pertama di Ibu Kota
Bagikan