MerahPutih.com - Kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal bergabung ke Partai Golkar dan menjadi ketum parpol berlogo pohon beringin itu semakin kencang terdengar.
Hal itu seiring dengan rencana Partai Golkar yang akan menggelar musyawarah nasional (munas) pada Desember 2024 untuk memilih ketua umum.
Baca juga:
Jokowi atau Gibran Dinilai Sulit Menangkan Kursi Ketum Golkar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo menegaskan partainya memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang tidak boleh dilanggar.
“Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai itu tidak boleh dilanggar siapapun, bahkan dulu saya pernah dipecat karena melanggar keputusan partai,” kata Firman kepada wartawan di Jakarta dikutip Selasa (19/3).
Ia mengingatkan penting untuk menjalankan dan menegakkan AD/ART partai. Ketentuan dalam AD/ART tersebut harus dijalankan kecuali terdapat perubahan.
Baca juga:
“Ketentuan-ketentuan itu kan harus kita jalankan sebelum ada perubahan. Kecuali kalau ada perubahan. Itu kan anggaran dasar rumah tangga partai,” ujarnya.
Lebih lanjut Firman menjelaskan, untuk menjadi ketum partai sekaliber Golkar, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya dedikasi hingga loyalitas kepada Golkar.
"Ada persyaratan administrasi, kemudian PDLT, prestasi, dedikasi, loyalitas. Prestasi kepada siapa? Ya kepada partai. Dedikasi kepada? Kepada partai. Loyalitas? Ya kepada partai,” pungkasnya. (pon)
Baca juga: