MerahPutih.com - Musyawarah Nasional Golkar dijadwalkan pada Desember 2024 atau bahkan dapat dipercepat sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober 2024.
Saat ini, spekulasi jika Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, bakal digeser oleh orang lain, terutama oleh keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi), dengan berhembus isu Gibran Rakabuming Raka atau Jokowi yang bakal jadi Ketua Umum Golkar, terutama setelah dihembuskan oleh Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari.
Baca juga:
Peneliti Ingatkan Golkar Partai yang Tidak Hanya Andalkan Sosok Ketum, Beda dengan PSI
Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Adies Kadir menegaskan sebagai organisasi mendirikan Partai Golkar menyerahkan kepada Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar terkait penetapan jadwal Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.
"Sebagai ormas pendiri yang bernaung di bawah Partai Golkar kami selalu siap saja mendukung, kapan pun diputuskan oleh pak Airlangga Hartarto. Munas itu kapan, kami selalu siap mendukung kepemimpinan beliau," kata Ketua Umum MKGR Adies Kadir di Jakarta, Minggu malam.
MKGR, tegas ia, mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk periode ketiga 2024-2029.
"Airlangga telah menunjukkan kinerja dan perhatian sampai dengan Partai Golkar ke tingkat akar rumput," katanya.
Airlangga, kata ia, telah memberikan perhatian kepada Hasta Karya, organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar hingga organisasi sayap Golkar.
"Kami punya suara di musyawarah nasional. Kami punya suara sebagai organisasi pendiri. Dan yang memperhatikan cuma Airlangga Hartarto," ungkapnya.
Adies yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR itu menegaskan, MKGR mendukung calon ketua umum yang sudah terbukti, yang telah memberikan bukti bukan janji dan Airlangga telah memberikan bukti dan memperlihatkan kerja nyata.
Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono turut merespom wacana pencalonan Gibran Rakabuming Raka di bursa Ketua Umum Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) Desember 2024.
"Belum ada Munas tuh. Perasaan ini tidak ada pembahasan apapun yang mengarah ke Munas," katanya.
Peneliti Populi Center Usep S. Ahyar mengatakan Gibran Rakabuming Raka belum memiliki kapasitas yang cukup untuk memimpin partai sebesar Golkar.
“Saya kira untuk memimpin di partai yang sekuat Golkar, memang harus orang yang memang punya pengalaman dan punya karakter yang kuat. Sementara Gibran belum teruji untuk itu. Kecuali kalau bapaknya,mungkin saya malah mengusulkan Jokowi,” katanya.
Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, mampu memimpin Partai Golkar.
“Saya kira elite politik jangan menganggap enteng Mas Gibran. Elite politik jangan mengulangi kesalahan menjelang Pilpres 2024, di mana banyak yang meragukan kemampuan Gibran," kata Qodari dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (17/3).
Dewan Pakar MKGR Azwir Dainy Tara menyatakan Airlangga sangat layak untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk periode ketiga. Alasannya, Airlangga berhasil mengantar Prabowo dan Gibran jadi presiden dan wakil presiden dengan sukses.
"Kami meminta seluruh warga Golkar, khususnya MKGR, meminta Airlangga untuk memimpin Golkar," katanya. (*)
Baca juga:
Pengamat Nilai Gibran Belum Punya Kemandirian Politik untuk Pimpin Golkar