Soal Buka Sekolah, Pemprov DKI Tak Mau Blunder

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 25 November 2020
Soal Buka Sekolah, Pemprov DKI Tak Mau Blunder

Ilustrasi - SMAN 78 Jakarta. ANTARA/Devi Nindy

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pembukaan sekolah di DKI Jakarta bakal dilakukan secara cermat. Hal ini untuk mencegah sekolah menjadi klaster baru penyebaran corona di Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, dalam mengambil kebijakan, Pemprov sangat hati-hati. Yakni melibatkan para ahli seperti pendidikan, psikolog, hingga epidemiolog.

"Kami selalu rapat internal dengan pihak-pihak terkait, forkopimda dan pemerintah pusat,” ujar Ariza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/11).

Baca Juga:

Ini Jadwal Sekolah Tatap Muka di Papua

Hal ini juga menjadi penekanan dari Presiden Joko Widodo untuk mengutamakan keselamatan warga.

Hingga saat ini, lanjut Ariza, Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan untuk membuka sekolah tatap muka. Pemprov DKI masih mencermati perkembangan data dan fakta angka kasus COVId-19.

“Pastinya keselamatan siswa, warga Jakarta yang jadi keutamaan kita,” jelas dia.

Ahmad Patria Riza, saat menghadiri Rakerda Partai Gerindra di Jakarta, Minggu (26/1/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Patria Riza. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Selain soal fakta dan data mengenai angka penyebaran COVID-19 di Jakarta, Riza mengatakan, Pemprov DKI juga harus mendapat persetujuan orang tua siswa.

Menurut dia, Pemprov tak ingin sembarangan membuka sekolah tanpa mempertimbangkan suara wali murid.

"Orang tua punya hak untuk tidak mengirimkan anaknya sekolah," papar Ariza.

Tidak hanya itu, menurut Ariza, saat ini Jakarta juga masih menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Oleh sebab itu, sampai kini pihaknya belum akan membuka sekolah.

"Kita lihat perkembangan dalam 1-2 bulan ini, nanti kita putuskan yang terbaik," imbuh Ariza.

Baca Juga:

Sekolah Harus Kerja Sama dengan Puskesmas Sebelum Belajar Tatap Muka

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan pembukaan sekolah atau kegiatan belajar tatap muka di sekolah untuk seluruh zona risiko COVID-19 pada Januari 2021.

Namun begitu, keputusan diserahkan ke pemerintah daerah. Nadiem menganggap masing-masing daerah yang mengetahui detail peta risiko virus corona.

Keputusan untuk membuka sekolah juga turut mempertimbangkan kantor wilayah serta orang tua melalui komite sekolah.

Menurut dia, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya ikut masuk sekolah atau tidak.

"Pembelajaran tatap muka diperbolehkan, bukan diwajibkan," tutur Nadiem dalam konferensi pers daring dikutip dari akun Youtube Kemendikbud RI, Jumat (20/10) lalu. (Knu)

Baca Juga:

Satgas Ingatkan Syarat Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka

#Virus Corona #Ahmad Riza Patria #Masuk Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Polisi menetapkan MY (34) sebagai tersangka kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY dijerat Pasal 601 KUHP
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Indonesia
SDN 15 Pagi Jagakarsa Bangkit Tanpa Trauma Pasca Teror Bom, KBM Jalan Terus!
Guru dan siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa tidak mengalami trauma pasca-teror bom. KBM kembali normal besok dengan sinergi kepolisian dan Dinas PPAPP DKI Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
SDN 15 Pagi Jagakarsa Bangkit Tanpa Trauma Pasca Teror Bom, KBM Jalan Terus!
Indonesia
Isi Lengkap Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Pelaku Seret-Seret Pak RT
Teror bom hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa. Pesan ancaman klaim bom di 11 titik dan seret nama Pak
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Isi Lengkap Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Pelaku Seret-Seret Pak RT
Indonesia
Teror Bom Bubarkan MPLS SDN 15 Pagi Jagakarsa, Wamendikdasmen Kutuk Pelaku
Teror bom hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Wamendikdasmen Atip Latipulhayat kutuk keras pelaku, polisi evakuasi siswa dan guru, kegiatan dihentikan sementara.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom Bubarkan MPLS SDN 15 Pagi Jagakarsa, Wamendikdasmen Kutuk Pelaku
Lifestyle
Lirik Jingle 'Hari Baru' untuk Sambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2026
Lagu ini dihadirkan untuk menumbuhkan semangat dan antusiasme para murid dalam menyambut pengalaman belajar serta lingkungan sekolah yang baru
Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Juli 2026
Lirik Jingle 'Hari Baru' untuk Sambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2026
Indonesia
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Tahap awal proses pembelajaran juga disarankan tidak langsung masuk ke materi akademik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Indonesia
Usai Insiden Affan Kurniawan Dilindas Rantis Polisi, Prabowo Disebut Ingin Demokrasi Dibangun di Atas Aspirasi yang Sehat
Riza juga mengingatkan para pengunjuk rasa untuk mewaspadai kelompok tertentu yang mungkin menunggangi aksi mereka
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Agustus 2025
Usai Insiden Affan Kurniawan Dilindas Rantis Polisi, Prabowo Disebut Ingin Demokrasi Dibangun di Atas Aspirasi yang Sehat
Indonesia
Transparansi PPDB Mendesak! DPR Soroti Kecurigaan Masyarakat dan Minta Akses Penuh Data Pendaftar
PPDB harus transparan, termasuk agar pendaftar dapat memeriksa setiap aspek
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Juni 2025
Transparansi PPDB Mendesak! DPR Soroti Kecurigaan Masyarakat dan Minta Akses Penuh Data Pendaftar
Indonesia
MK Putuskan Pemerintah Wajib Gratiskan SD-SMP, Bakal Dituangkan ke RUU Sisdiknas
Ini yang selalu kami suarakan di Komisi X DPR, bahwa UUD 1945 mengamanatkan Negara harus hadir memberikan pembiayaan pendidikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Juni 2025
MK Putuskan Pemerintah Wajib Gratiskan SD-SMP, Bakal Dituangkan ke RUU Sisdiknas
Indonesia
Merujuk Kegagalan di NTT, Dedi Mulyadi Didesak Kaji Ulang Aturan Sekolah Masuk Pukul 06.00
Kebijakan serupa pernah dilakukan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetapi tidak efektif
Wisnu Cipto - Selasa, 03 Juni 2025
Merujuk Kegagalan di NTT, Dedi Mulyadi Didesak Kaji Ulang Aturan Sekolah Masuk Pukul 06.00
Bagikan