Sekolah Harus Kerja Sama dengan Puskesmas Sebelum Belajar Tatap Muka

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 25 November 2020
Sekolah Harus Kerja Sama dengan Puskesmas Sebelum Belajar Tatap Muka

Ilustrasi - Siswa SMP di Kudus ketika masa perkenalan sekolah. (FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekolah-sekolah yang akan membuka belajar tatap muka mulai Januari 2021 perlu bekerja sama dengan puskesmas. Hal itu untuk menjaga penerapan protokol kesehatan dan penanganan jika terjadi kasus.

"Sekolah berkoordinasi dengan gugus tugas setempat dan penyedia fasilitas kesehatan terutama puskesmas, paling tidak puskesmas dapat memberi pembinaan agar sekolah disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata epidemiolog Universitas Sriwijaya Iche Andriany Liberty di Palembang, Rabu (25/11).

Sekolah dan puskesmas dapat bekerja sama terkait pelaksanaan tes cepat rutin dan pengecekan berkala kepada guru maupun siswa.

Baca Juga:

Ini Jadwal Sekolah Tatap Muka di Papua

Menurut dia, penyebaran COVID-19 di Sumsel belum terkendali dengan meratanya zona oranye, sehingga mobilisasi siswa saat belajar tatap muka dikhawatirkan masih berpotensi meningkatkan kasus.

Terutama jenjang PAUD dan sekolah dasar yang dinilainya belum mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik meski sudah diatur sekolah, apalagi persiapan prokes hanya terpaut satu bulan dari pengumuman yang disampaikan Kemendikbud RI.

"Namun untuk siswa SMA maupun SMK rasanya sudah mengerti prokes, jadi persiapan membuka sekolah satu bulan sudah cukup," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriany Liberty (ANTARA/Aziz Munajar/20)
Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriany Liberty (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Selain itu, ia mengimbau belajar tatap muka lebih diprioritaskan untuk wilayah yang memang sulit menjangkau akses daring seperti daerah pinggiran dan blank spot internet, sedangkan wilayah kota besar lebih baik tetap bertahan dengan belajar daring.

"Di sekolah mungkin prokesnya bisa dipantau, tetapi setelah siswa keluar sekolah tidak ada yang bisa menjamin, terutama daerah yang mobilitasnya tinggi seperti di kota-kota," kata Iche menambahkan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Riza Pahlevi mengatakan, sekolah yang akan belajar tatap muka mulai Januari 2021 harus memperoleh persetujuan dari orang tua siswa dan Gugus Tugas COVID-19 setempat.

"Ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sekolah, terutama protokol kesehatan pencegahan COVID-19," kata Riza.

Baca Juga:

DPR Dukung Pembukaan Sekolah Tatap Muka di 2021

Selain itu disiplin protokol kesehatan tidak dibebankan kepada sekolah sepenuhnya, menurut dia orang tua juga bertanggung jawab dalam memastikan siswa mematuhi protokol kesehatan agar pencegahan COVID-19 lebih maksimal.

Sementara kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sumsel per 25 November telah mencapai 9.219 kasus sejak 23 Maret, posisinya berada di peringkat 14 besar nasional dengan tingkat kesembuhan mencapai 82 persen. (*)

Baca Juga:

Satgas Ingatkan Syarat Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka

#Masuk Sekolah #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Polisi menetapkan MY (34) sebagai tersangka kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY dijerat Pasal 601 KUHP
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Sempat Berdalih Iseng, Status MY Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Naik Jadi Tersangka
Indonesia
SDN 15 Pagi Jagakarsa Bangkit Tanpa Trauma Pasca Teror Bom, KBM Jalan Terus!
Guru dan siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa tidak mengalami trauma pasca-teror bom. KBM kembali normal besok dengan sinergi kepolisian dan Dinas PPAPP DKI Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
SDN 15 Pagi Jagakarsa Bangkit Tanpa Trauma Pasca Teror Bom, KBM Jalan Terus!
Indonesia
Isi Lengkap Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Pelaku Seret-Seret Pak RT
Teror bom hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa. Pesan ancaman klaim bom di 11 titik dan seret nama Pak
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Isi Lengkap Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Pelaku Seret-Seret Pak RT
Indonesia
Teror Bom Bubarkan MPLS SDN 15 Pagi Jagakarsa, Wamendikdasmen Kutuk Pelaku
Teror bom hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Wamendikdasmen Atip Latipulhayat kutuk keras pelaku, polisi evakuasi siswa dan guru, kegiatan dihentikan sementara.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom Bubarkan MPLS SDN 15 Pagi Jagakarsa, Wamendikdasmen Kutuk Pelaku
Lifestyle
Lirik Jingle 'Hari Baru' untuk Sambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2026
Lagu ini dihadirkan untuk menumbuhkan semangat dan antusiasme para murid dalam menyambut pengalaman belajar serta lingkungan sekolah yang baru
Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Juli 2026
Lirik Jingle 'Hari Baru' untuk Sambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah 2026
Indonesia
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Tahap awal proses pembelajaran juga disarankan tidak langsung masuk ke materi akademik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Indonesia
Transparansi PPDB Mendesak! DPR Soroti Kecurigaan Masyarakat dan Minta Akses Penuh Data Pendaftar
PPDB harus transparan, termasuk agar pendaftar dapat memeriksa setiap aspek
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Juni 2025
Transparansi PPDB Mendesak! DPR Soroti Kecurigaan Masyarakat dan Minta Akses Penuh Data Pendaftar
Indonesia
MK Putuskan Pemerintah Wajib Gratiskan SD-SMP, Bakal Dituangkan ke RUU Sisdiknas
Ini yang selalu kami suarakan di Komisi X DPR, bahwa UUD 1945 mengamanatkan Negara harus hadir memberikan pembiayaan pendidikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Juni 2025
MK Putuskan Pemerintah Wajib Gratiskan SD-SMP, Bakal Dituangkan ke RUU Sisdiknas
Indonesia
Merujuk Kegagalan di NTT, Dedi Mulyadi Didesak Kaji Ulang Aturan Sekolah Masuk Pukul 06.00
Kebijakan serupa pernah dilakukan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetapi tidak efektif
Wisnu Cipto - Selasa, 03 Juni 2025
Merujuk Kegagalan di NTT, Dedi Mulyadi Didesak Kaji Ulang Aturan Sekolah Masuk Pukul 06.00
Indonesia
Ini Alasan DPR RI Minta Gubernur Jabar Kaji Ulang Aturan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.00 WIB
Kenyamanan dalam belajar juga tidak terpikirkan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Juni 2025
Ini Alasan DPR RI Minta Gubernur Jabar Kaji Ulang Aturan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.00 WIB
Bagikan