MerahPutih.com - Pemerintah mengubah bantuan sosial untuk warga Jabodetabek dari sembako menjadi uang tunai sebesar Rp300 ribu per bulan.
Bantuan khusus penanganan COVID-19 ini akan diberikan mulai Januari hingga April 2021 atau selama empat bulan.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, bansos tersebut akan menjangkau 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Adapun penyaluran bansos tunai itu akan dilakukan oleh PT Pos.
Baca Juga:
"Untuk bansos tunai, 2021 penerimanya adalah 10 juta termasuk di Jabodetabek," ucap Risma saat jumpa pers di Kantor Presiden usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Selasa (29/12).
Risma menuturkan, bansos yang diberikan pemerintah tidak boleh digunakan untuk membeli rokok.
Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.
"Jika itu terjadi kami akan evaluasi untuk penerima bantuan," tegas politikus PDI Perjuangan itu.
Pemerintah juga mengevaluasi distribusi bansos sembako menyusul kasus suap bansos COVID-19 yang menyeret Mensos Juliari Batubara.
Mantan Wali Kota Surabaya itu menyebut ada pembaharuan mekanisme distribusi bansos sembako untuk mencegah adanya penyelewengan.
Kasus penyelewengan dana bansos sembako COVID-19 yaitu yang didistribusikan di Jabodetabek.
Akhirnya, skema bansos sembako di Jabodetabek kini telah diubah menjadi BLT.
Namun, pemerintah bakal masih mendistribusikan bansos sembako non-corona untuk wilayah lain di Indonesia di luar Jabodetabek.
Risma mengatakan, dalam mekanisme yang baru, penerima bansos akan dimintai laporan usai menerima sembako.
Langkah ini diperlukan untuk memastikan bansos sembako yang diterima sesuai dan tidak ada pemotongan.
"Jadi bukan hanya agar kami mudah memberikan laporan tapi dengan pelaporan penerima bantuan kami harapkan tidak ada lagi yang memotong karena laporan akan masuk di kami," kata Risma.
Baca Juga:
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkap, bantuan sosial di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) akan diantar langsung ke rumah masing-masing penerima bansos.
Muhadjir menjelaskan, pembagian bansos tunai tersebut akan diantarkan oleh petugas PT Pos Indonesia (Persero).
"Jadi tidak perlu ke kantor pos karena kami khawatir akan timbul kerumunan," papar Muhadjir.
Muhadjir menambahkan, hingga saat ini bansos 2020 sudah disalurkan di atas 90 persen. Dia menargetkan akhir tahun sudah tuntas. (Knu)
Baca Juga: