Situasi Kamtibmas Memanas, Polri Kerahkan ‘Pasukan Khusus’ ke Papua Tengah dan Maluku Utara

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 05 April 2026
Situasi Kamtibmas Memanas, Polri Kerahkan ‘Pasukan Khusus’ ke Papua Tengah dan Maluku Utara

Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (Humas Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - POLRI mengerahkan ratusan personel ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara sebagai langkah strategis memperkuat pengamanan dan merespons dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkembang di kedua daerah tersebut. Langkah ini diambil setelah peningkatan eskalasi konflik sosial di sejumlah wilayah, termasuk insiden kekerasan yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan fasilitas publik.

Dalam penguatan tersebut, Polri menyiapkan berbagai satuan tugas dengan komposisi beragam. Sebanyak 100 personel Brimob ditugaskan khusus ke Papua Tengah.

Selain itu, Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) juga mengerahkan delapan personel yang dibagi ke dua wilayah, sedangkan Tim Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) menurunkan 10 personel ke Papua Tengah.

Tak hanya itu, Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) juga mengirimkan 26 personel yang tersebar di Papua Tengah dan Maluku Utara. Sementara itu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) turut memperkuat dengan 20 personel yang difokuskan pada penanganan kasus di Papua Tengah. Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah lebih dahulu diberangkatkan pada Sabtu pagi menggunakan pesawat jenis Beechcraft. Adapun 4 personel Itwasum masih dalam proses penjadwalan keberangkatan.

Secara keseluruhan, jumlah personel yang akan diterjunkan ke Papua Tengah mencapai 148 orang. Mereka dijadwalkan berangkat pada Minggu (5/4) dini hari menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire.

Baca juga:

Konflik Terjadi di Maluku Utara dan Papua Tengah, Polisi Kirim Tambahan Ratusan Personel



Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan melalui langkah cepat dan terukur. Menurut dia, pengerahan personel tambahan dilakukan tidak hanya untuk memperkuat pengamanan, tetapi juga memastikan proses penegakan hukum berjalan terhadap para pelaku kekerasan.

“Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani situasi di lapangan, sekaligus tetap tegas dalam penegakan hukum terhadap setiap tindakan yang mengganggu keamanan,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Minggu (5/4).

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi memicu konflik lanjutan. Polri, kata dia, terus melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan kasus pembunuhan di Halmahera Tengah serta penyerangan terhadap personel di Dogiyai. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Trunoyudo.

Penguatan personel ini tidak terlepas dari eskalasi konflik yang terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Konflik antarwarga pecah setelah adanya dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya. Insiden tersebut kemudian berkembang menjadi bentrokan terbuka antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo.

Aksi saling serang menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, hingga satu unit tempat ibadah. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat melakukan mediasi dan pengamanan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan kondisi yang mulai berangsur kondusif pada Jumat sore.

Di sisi lain, situasi keamanan di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, turut menjadi perhatian serius. Seorang anggota Polri, Bripda Juventus Edowai, menjadi korban penganiayaan berat oleh orang tak dikenal hingga meninggal dunia.

Peristiwa ini menambah kompleksitas situasi keamanan di wilayah tersebut, sekaligus menjadi dasar penguatan personel guna memastikan stabilitas tetap terjaga.(knu)

Baca juga:

Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat



#Polri #Papua #Maluku Utara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Polri Tepis Sertifikat Pramuka Garuda 'Jalur Tol' Jadi Polisi, Tetap Harus Lulus Seleksi
Polri menegaskan sertifikat Pramuka Garuda hanya dokumen pendukung seleksi. Calon anggota tetap wajib mengikuti tes sesuai aturan rekrutmen Polri.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Polri Tepis Sertifikat Pramuka Garuda 'Jalur Tol' Jadi Polisi, Tetap Harus Lulus Seleksi
Indonesia
Hanya 7 Profesi Sipil Boleh Punya Senjata Api di Indonesia, Cek Syarat dan Aturannya!
Polri menegaskan kepemilikan senjata api sipil di Indonesia hanya untuk profesi tertentu. Calon pemilik wajib lolos tes kesehatan, psikologi, sertifikat menembak, dan screening Polri.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Hanya 7 Profesi Sipil Boleh Punya Senjata Api di Indonesia, Cek Syarat dan Aturannya!
Indonesia
Pengamat Sebut Regenerasi Kapolri Keniscayaan, Keputusan Tetap Hak Prerogatif Presiden
Pergantian Kapolri merupakan bagian dari regenerasi organisasi yang wajar dan harus ditempatkan dalam koridor konstitusi, bukan didorong tekanan demonstrasi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Pengamat Sebut Regenerasi Kapolri Keniscayaan, Keputusan Tetap Hak Prerogatif Presiden
Indonesia
Tanggapi Isu Surpres Pergantian Kapolri, Listyo Sigit: Itu Hak Prerogatif Presiden
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan isu surpres pergantian Kapolri tidak memengaruhi kinerja Polri.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Tanggapi Isu Surpres Pergantian Kapolri, Listyo Sigit: Itu Hak Prerogatif Presiden
Indonesia
Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Ketua MPR Ahmad Muzani mengajak masyarakat tidak terprovokasi isu gejolak politik dan keamanan selama Agustus 2026. Polri memastikan kondisi kamtibmas terkendali.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Ketua MPR Bantah Isu Agustus 2026 Memanas, Polri Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Indonesia
Polri Perkuat Deteksi Dini dan Patroli Berlapis untuk Cegah Gangguan Keamanan di Pusat Ekonomi
Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Mabes Polri hingga tingkat polsek.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Polri Perkuat Deteksi Dini dan Patroli Berlapis untuk Cegah Gangguan Keamanan di Pusat Ekonomi
Indonesia
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, DPR: Tegaskan Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
Negara wajib menjamin keamanan warga sipil yang bekerja di wilayah rawan konflik.

Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, DPR: Tegaskan Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
Indonesia
Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Kejahatan Love Scamming Berbasis AI
Polri meningkatkan kapasitas personel untuk menghadapi kejahatan love scamming yang kini memanfaatkan AI, deepfake, dan social engineering.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Kejahatan Love Scamming Berbasis AI
Indonesia
Dewas KPK Bakal Periksa Staf Administrasi Berstatus Anggota Polri yang Jadi Tersangka Pemerasan
Dewas KPK memastikan akan memeriksa Setya Budi Dias Oktavianto sebagai bagian dari evaluasi internal usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Dewas KPK Bakal Periksa Staf Administrasi Berstatus Anggota Polri yang Jadi Tersangka Pemerasan
Bagikan