Sisi Lemah Kebijakan Luar Negeri Jokowi Jelang Debat

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 30 Maret 2019
Sisi Lemah Kebijakan Luar Negeri Jokowi Jelang Debat

Capres Petahana Jokowi dan pesaingnya Prabowo Subianto (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) dan penantangnya Prabowo Subianto akan beradu gagasan di topik 'Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri' nanti malam. Namun, kebijakan Jokowi selama ini dalam ketiga bidang itu dinilai masih jauh dari harapan.

"Selama pemerintahan Jokowi, aspek idiologi, keamanan dan hubungan internasional tak menunjukkan kerja pemerintahan yang berpihakan pada kepentingan nasional," kata Co Founder FINE Institute Kusfiardi, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/3).

Analis Ekonomi Politik itu coba membedah satu-persatu kebijakan petahana. Menurut dia, pemerintah masih jauh dari keharusan melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, sesuai amanar UUD 1945 dalam bidang keamanan nasional.

Jokowi dan Prabowo saat debat capres
Jokowi dan Prabowo bersalaman sebelum debat kedua capres dimulai (Foto: Antaranews)

Alasannya, kata Kusfiardi, kebijakan Jokowi masih melihat hanya sebatas jaminan keamanan dari ancaman kriminalitas, tetapi sektor lain kurang diperhatikan. "Padahal ancaman keamanan datang dari banyak penjuru," imbuh dia.

Menurut dia, pemerintah masih gagal memastikan keamanan produksi pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri yang terbukti dengan masih banyak produk impor membanjiri Indonesia, bahkan di sektor pertanian, pangan dan kebutuhan pokok.

"Pemerintah memilih impor sebagai solusi instant. Padahal di saat bersamaan, kebijakan impor tersebut justru menjadi ancaman bagi petani pangan nasional," papar dia.

Baca Juga:

Pengamat Ungkap Impor Pangan Bukan Hal yang Tabu

Prabowo dan Jokowi Saling Ngotot Soal Impor Pangan

Untuk sektor hubungan internasional, Kusfiardi mencatat ada kecenderungan membiarkan ratifikasi perjanjian internasional yang mengabaikan aspek penting azas resiprokal.

Kusfiardi mencontohkan, Ratifikasi AFAS jelas-jelas membuka dan memperluas peluang perusahaan keuangan global beroperasi di Indonesia. Efeknya, lanjut dia, berpengaruh negatif terhadap peran sektor keuangan lokal dalam konteks kepentingan memajukan ekonomi bangsa.

"Kegagalan itu pula yang membuat neraca keuangan negara tekor," kritik pengamat ekonomi politik itu. (*)

#Pilpres 2019 #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Bagikan