Sisi gelap Bawang Putih
Bawang putih punya banyak manfaat baik untuk tubuh. (Foto: Pexels/Isabella Mendes)
BAWANG putih memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Memiliki kandungan vitamin A, C, E dan antioksidan yang melindungi sel kulit dari kerusakan radikal bebas.
Di samping banyaknya manfaat bawang putih tentunya terdapat sisi gelapnya. Dilansir NDTV Food, bawang putih sebagai obat Kesehatan memiliki pro kontra. Berikut sisi gelap bawang putih.
Baca Juga:
Segudang Manfaat yang Bisa Kamu Dapatkan dari Mengonsumsi Bawang Putih
1. Bau tidak sedap
Penyebab bau tidak sedap pada tubuh bukan hanya dari kurangnya kebersihan terhadap tubuh, tetapi juga karena telalu sering mengkonsumsi bawang putih yang dapat membuat mulut bau. Ada beberapa bahan kimia yang berkontribusi pada bau mulut
2. Ruam pada kulit
Terlalu sering mengonsumsi bawang putih dapat menyebabkan iritasi dan raum kulit. Bawang putih diketahui mengandung enzim yang disebut alliinase, yang biasanya menjadi penyebab ruam pada kulit. Karena mudah membuat iritasi, sangat dianjurkan untuk menggunakan sarung tangan ketika memotong bawang putih. Dengan begitu dapat mengurangi enzim bawang putih yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan gatal-gatal.
3. Sakit kepala
Mengkonsumsi bawang putih mentah bisa membuat sakit kepala. Menurut penelitian mengkonsumsi bawang putih mentah akan merangsang saraf trigeminal untuk melepaskan neuropeptide yang masuk kedalam selaput otak membuat sakit kepala.
Baca Juga:
4. Pengaruh pada Mrs.V
Sangat penting untuk perempuan menjaga kesehatan organ intim. Jika mrs.V tengah mengalami infeksi sebaiknya tidak mengkonsumsi bawang putih. Karena mengakibatkan infeksi jamue dengan mengiritasi jaringan lembut pada mrs.V.
5. Muntah dan mual
Menurut penelitian, mengkonsumsi bawang putih mentah berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah bahkan sampai mulas. Untuk menghindari masalah ini maka perlu menghindari konsumsi bawang putih ketika perut dalam keadaan kosong. Hal ini karena bawang putih memiliki senyawa yang dapat menyebabkan penyakit refluksi gastroesofageal. (ans)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya