Kesehatan

Siklus Haid Tidak Normal Indikasi Kondisi Kesehatan Serius

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 22 November 2019
Siklus Haid Tidak Normal Indikasi Kondisi Kesehatan Serius

Haid tidak normal tanda kemunculan penyakit (Foto: Pixabay/Silvia Rita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERIODE menstruasi normalnya hanya berlangsung 4-7 hari. Sementara untuk siklusnya sendiri terjadi selama 28-35 hari. Di luar dari itu mentruasi bisa dianggap tidak normal. Meskipun tubuh perempuan dan organ reproduksinya berbeda-beda tiap orang, tetapi ada penyakit tertentu yang membuat siklus tersebut keluar dari jalurnya.

Melansir dari my.clevelandclinic.org, ada berbagai jenis penyakit yang menyerang organ reproduksi. Indikasinya mudah dikenali karena sudah pasti membuat siklus menstruasi menjadi kacau. Tetapi sayangnya belum banyak orang yang waspada. Perhitungan siklus menstruasi masih jarang dibicarakan di tengah masyarakat. Pada akhirnya penyakit terlambat untuk diobati. Simak ulasannya!

Baca juga:

Penggunaan Antibiotik Sebabkan Kecacatan

1. PCOS

Siklus Haid Tidak Normal Indikasi Kondisi Kesehatan Serius
Pcos menyebabkan kesulitan hamil. (Foto: Pixabay/DigitalMarketingAgency)

Disebabkan oleh hormon androgen yang terlalu banyak sehingga indung telur memproduksi banyak kantung-kantung berisi cairan.

Akibatnya sel telur tumbuh secara tidak normal dan tidak bisa berkembang. Perempuan yang mengalami PCOS akan kesulitan untuk hamil karena sel sperma tidak bisa tumbuh di dalam rahim.

2. Endometriosis

Siklus Haid Tidak Normal Indikasi Kondisi Kesehatan Serius
Penebalan lapisan di luar dinding rahim. (Foto: Pixabay/LJNovaScotia)

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan pembentuk lapisan dinding rahim malah tumbuh di luar rahim. Akibatnya sel telur yang terlepas tidak akan menempel pada dinding rahim di masa subur. Sebelum masa menstruasi terjadi, dinding rahim akan menebal sebagai persiapan jabang bayi.

Pada kondisi endometriosis, lapisan dinding di luar rahim akan ikut menebal tetapi tidak luruh setiap bulannya. Penderita endometriosis akan mengalami nyeri di sekitar perut bagian bawah serta kesakitan saat buang air kecil dan besar.

Baca juga:

Mau Gigi Seputih Salju? Pakai Cara Ini

3. Kanker

Siklus Haid Tidak Normal Indikasi Kondisi Kesehatan Serius
Pertumbuhan sel kanker dalam rahim bisa membuat siklus menstruasi kacau. (Foto: Pinterest/mutluvesaglikli.com)

Banyak perempuan yang tidak menyadari partumbuhan sel kanker dalam rahim. Biasanya baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium tinggi.

Padahal pertumbuhan sel kanker dalam rahim bisa terdeteksi dini dari siklus menstruasi. Jika siklusnya mulai kacau, kamu wajib periksa kondisi rahim ke dokter kandungan.

4. Menopause

Siklus Haid Tidak Normal Indikasi Kondisi Kesehatan Serius
Menopause bisa terjadi di usia muda. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Menopause tidak hanya menyerang perempuan usia lanjut. Dalam beberapa kasus, anak muda juga bisa terkena menopause. Gejalanya dimulai dari melonggarnya siklus menstruasi sampai berbulan-bulan bahkan hingga tahunan. Dalam kondisi ini kehamilan sulit dicapai jika tidak dibantu terapi khusus. (mar)

Baca juga:

Susu vs Yogurt, Manakah yang Lebih Sehat?

#Kesehatan #Menstruasi #Perempuan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Girls Takeover rayakan satu dekade dengan memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk mengambil alih peran pemimpin.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan