Sikapi Krisis Rohingya, Dr Adnan Anwar: Waspadai Politisasi Kelompok Radikal
Peneliti LP3ES Dr Adnan Anwar, MA. (Facebook Adnan Anwar)
MerahPutih.com - Masyarakat diminta untuk waspada akan politisasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya yang dapat memicu konflik di dalam negeri sendiri.
Apalagi, menurut peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan/Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Dr Adnan Anwar, MA, krisis etnis Rohingya ini ‘dibumbui’ isu agama yang dapat merusak persatuan bangsa kalau tidak disikapi dengan cermat duduk permasalahannya.
“Kita harus bisa mendudukkan persoalan masalah etnis Rohingya ini dengan cermat. Sebenarnya ini kan masalahnya multi konflik atau multi faktor yang sudah lama berkembang. Ada faktor geopolitik, ada faktor sumber daya alam, etnis dan faktor-faktor lainnya,” katanya di Jakarta, Kamis (7/9).
Dijelaskan mantan Wakil Sekjen PB NU ini, masalah konflik etnis Rohingya di Myanmar ini bukanlah konflik agama, meski banyak umat muslim yang menjadi korban dalam kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar tersebut.
“Lalu jangan serta merta disimpulkan ini menjadi konflik antaragama. Ini kan konflik multifaktor, multisektoral. Jadi kalau ada yang mengatakan ini pembantaian terhadap umat Islam sudah pasti tidak benar. Menyikapi krisis Rohingya ini harus didudukkan pada masalah yang sebenarnya,” ujar tokoh muda NU ini.
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif
AS Gelontorkan Bantuan Kemanusiaan Rp 1,78 Triliun untuk Pengungsi Rohingya