Sidang Perdana Kasus Pidana Donald Trump Bakal Digelar 25 Maret
Mantan Presiden AS Donald Trump (tengah) di Pengadilan Kejahatan Manhataan di New York, Amerika Serikat pada Selasa (4/4/2023). (ANTARA/Xinhua)
MerahPutih.com - Mahkamah Agung Kriminal New York menetapkan tanggal persidangan untuk kasus interferensi pemilihan umum (pemilu) terhadap mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump, yang rencananya bakal digelar pada 25 Maret 2024 mendatang.
Baca Juga:
Persidangan tersebut akan menjadi penuntutan pidana pertama terhadap seorang mantan presiden di AS. Laporan media lokal New York, Jumat (16/2), menyebutkan Hakim Juan Merchan yang bakal memimpin persidangan telah mulai memilih para juri untuk persidangan Trump.
Berbicara dalam persidangan di ruang sidang Lower Manhattan, Hakim Juan Merchan mengatakan sidang pidana perkara Trump direncanakan akan berlangsung sekitar enam pekan.
Baca Juga:
Trump Didenda Rp 1,2 Triliun Karena Pelecehan dan Pencemaran Nama Baik
Trump beserta timnya telah berusaha meminta penundaan persidangannya. Namun dilansir dari Antara, Trump yang saat ini mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2024 memastikan akan turut menghadiri sidang perdana itu.
Didakwa atas kasus tersebut pada awal April 2023, Trump menghadapi tuduhan pemalsuan dokumen bisnis selama kampanye presiden pada 2016 untuk membayar uang "tutup mulut" kepada bintang porno Stormy Daniels dan memintanya bungkam soal dugaan hubungan seksual dengan Trump sebelumnya. (*)
Baca Juga:
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China