Siapkan Hal Ini Sebelum Anak Masuk TK

Muchammad YaniMuchammad Yani - Rabu, 09 Maret 2022
Siapkan Hal Ini Sebelum Anak Masuk TK

TK merupakan tempat anak bermain dan belajar bersosialisasi. (Foto: Pixabay/yohoprashant)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMPERSIAPKAN bekal edukasi anak memang harus dilakukan sejak anak belum masuk sekolah. Selain memberikan persiapan di rumah seperti latihan membaca dan berhitung, biasanya orangtua akan mendaftarkan anaknya ke Taman Kanak-kanak atau yang biasa disebut dengan TK.

Tujuannya tentu saja agar anak bisa dengan cepat beradaptasi dengan sistem belajar di sekolah formal tingkat pertama yaitu sekolah dasar. Sayangnya masih banyak orangtua yang keliru soal sistem pendidikan di TK yang dianggap memang untuk mempersiapkan anak agar segera fasih dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Baca juga:

Orangtua Tak Bolehkan Anak Main 'Yu-Gi-Oh!', Dianggap Gim Pemanggil Setan

Nah, ternyata TK jauh berbeda dengan les CALISTUNG loh bunda-bunda sekalian. Karena menurut parents.com, TK sebenarnya merupakan tempat anak untuk belajar bersosialisasi dengan orang-orang baru yang sebaya dengannya. Di sana anak juga diajak untuk terbiasa menerapkan sopan santun kepada orang yang lebih tua selain keluarga, dan saling menghormati kepada sesama tanpa pandang umur.

Sesuai namanya, Taman Kanak-kanak merupakan tempat anak untuk bermain dan eksplorasi penuh guna menstimulasi saraf motoriknya. Memang di beberapa kesempatan, para guru TK akan memberikan sedikit pelajaran mengenai membaca, menulis, dan menghitung tetapi bukan berarti ketiga hal tersebut menjadi prioritas utama. Ini yang perlu disiapkan orangtua sebelum anak masuk TK.

1. Toleransi

Anak perlu memahami bahwa di dunia ini ada begitu banyak perbedaan. (Foto: Pixabay/geralt)
Anak perlu memahami bahwa di dunia ini ada begitu banyak perbedaan. (Foto: Pixabay/geralt)

Sejak kecil ajarkan anak mengenai pentingnya menghargai perbedaan yang dimiliki oleh orang lain. Orangtua perlu mengenalkan anak berbagai adat, budaya, dan agama yang ada di Indonesia. Anak juga perlu memahami bahwa tidak masalah kok jika nanti bertemu dengan teman-teman yang berbeda dengannya. Berbeda bukan berarti lebih baik atau pun lebih buruk. Justru sesama manusia harus saling menghormati dan menghargai agar kedamaian di tengah masyarakat tetap terjaga.

2. Sopan Santun

Anak perlu diajarkan sopan santun sebelum masuk TK. (Foto: Pixabay/Kasman)
Anak perlu diajarkan sopan santun sebelum masuk TK. (Foto: Pixabay/Kasman)

Karena belumnpernah bersosialisasi dengan banyak orang di luar lingkungan keluarga, biasanya anak akan menganggap remeh orang asing yang lebih tua. Anak hanya akan menghormati orang yang lebih tua selama itu masih dalam lingkaran keluarganya. Orangtua juga perlu membiasakan anak untuk menyampaikan kata terima kasih ketika diberikan sesuatu atau dibantu seseorang dan kata maaf ketika melakukan kesalahan.

Sebelum anak masuk TK, orangtua juga harus sering mengajak anak bersosialisasi dengan banyak orang. Contohnya seperti ketika berada di swalayan, arahkan anak untuk berbicara dengan kasirnya meskipun hanya basa-basi. Orangtua juga boleh meminta anak menyerahkan uang kepada kasir untuk sekadar memberanikan diri berinteraksi dengan orang asing yang lebih tua. Dengan begitu ketika nanti masuk TK, anak sudah terbiasa berinteraksi dengan orang tua dan mudah beradaptasi dengan para guru.

Baca juga:

Belanja Sambil Dapat Tips Parenting di E-commerce

3. Kemampuan berkomunikasi

Pastikan anak sudah mengerti cara berkomunikasi dengan baik agar mudah berinteraksi dengan teman-temannya. (Foto: Pixabay/ParentiPacek)
Pastikan anak sudah mengerti cara berkomunikasi dengan baik agar mudah berinteraksi dengan teman-temannya. (Foto: Pixabay/ParentiPacek)

Mengajak anak berinteraksi dengan banyak orang bukan hanya bertujuan membekali ilmu sopan santun kepada orang yang lebih tua. Karena tugas utama guru TK bukan mengajari anak-anak untuk berbicara, sebaiknya orangtua sudah lebih dulu mengajari anak di rumah agar bisa berbicara dengan fasih sesuai standar usianya.

Tidak perlu mengenalkan anak kosakata yang sulit, tetapi cukup ajari anak untuk bisa mengerti pembicaraan yang dilemparkan oleh guru atau teman-temannya. Ajak anak bicara dari mulai menanyakan kabar di pagi hari ketika baru bangun tidur, buat anak ikut berpikir dan merencanakan menu makan hari ini, sampai obrolan basa-basi antar orangtua dan anak di sela-sela kesibukan.

4. Survival skill

Ajari anak untuk mandiri dalam mengurus diri agar tidak terlalu mempersulit gurunya. (Foto: Pixabay/Bessi)
Ajari anak untuk mandiri dalam mengurus diri agar tidak terlalu mempersulit gurunya. (Foto: Pixabay/Bessi)

Satu guru TK harus menghadapi kurang lebih 10 sampai 20 murid. Bayangkan jika semua muridnya ternyata belum diajari potty training, cuci tangan, membersihkan diri, dan membereskan mainan yang berserakan. Untuk meringankan tugas guru TK, orangtua wajib mengajari anak bagaimana buang air kecil dan buang air besar sendiri dengan benar.

Anak juga perlu diajari bahwa sebelum dan sesudah makan harus mencuci tangan. Sebaiknya orangtua juga membiasakan anak untuk disiplin di rumah dengan membereskan kembali semua mainan setelah selesai digunakan. Sudah menjadi tugas orangtua untuk mengajarkan anak untuk bisa mandiri dan memiliki perilaku yang baik sebelum masuk TK. (Mar)

Baca juga:

3 Alasan Mandi Jadi Trik Parenting yang Efisien pada Balita

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan