Sexual Anxiety, ketika Cemas Terhadap Ekspektasi Seks
Sexual anxiety dapat menyerang siapa saja. (Foto: Unsplash/Everton Vila)
MerahPutih.com - Seks menyimpan segudang ekpektasi bagi tiap pasangan. Pada kenyataanya, tak semua pasangan mampu meraih ekspektasi tersebut. Mereka malah mengalami sexual anxiety atau kecemasan kinerja seksual karena tidak bisa memenuhi ekspektasi tersebut.
Seperti dilansir Health, Sexual anxiety dapat terjadi sebelum, saat, dan sesudah berhubungan seks. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria.
Sexual anxiety dapat membuat pria kesulitan mempertahankan ereksi, mencapai klimaks, hingga ejakulasi dini. Sementara untuk perempuan, umumnya dapat membuat mereka sulit mengalami orgasme.
Lebih parahnya lagi, apabila kondisi ini menyerang sebelum bercinta, hasrat seksual dapat hilang. Kondisi ini biasanya juga diikuti dengan sejumlah gejala seperti peningkatan detak jantung, sakit perut dan gemetar.
Baca juga:
Faktor penyebab sexual anxiety beragam. Selain takut tidak bisa memenuhi ekspektasi seksual, kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang merasa memiliki citra tubuh yang negatif. Merasa khawatir tentang betapa tidak maskulin atau femininnya saat berhubungan seks juga memicu sexual anxiety.
Saling terbuka dan membangun komunikasi dengan pasangan bisa mengatasi sexual anxiety. Berterus teranglah dengan pasangan mengenai kondisi seksual yang tengah kamu alami.
Pasangan kamu boleh jadi dapat memberikan solusi terhadap masalah ini. Paling tidak, dia dapat memahami dan mengerti ketika performa bercinta kamu tidak maksimal. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya