Telaah

Setelah Silicon Valley Bank Runtuh

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Maret 2023
 Setelah Silicon Valley Bank Runtuh

Nasabah mengantre di luar kantor cabang Silicon Valley Bank di Wellesley, Massachusetts, AS, 13 Maret 2023. ANTARA/REUTERS/Brian Snyder

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) yang tiba-tiba pada minggu lalu dapat menghambat pendanaan untuk perusahaan-perusahaan rintisan teknologi.

Kondisi tersebut, menempatkan para perusahaan rintisan di tangan pemberi pinjaman domestik yang mungkin lebih selektif dalam membiayai usaha baru.

Baca Juga:

PHK di Perusahaan Rintisan Dinilai Langkah Buat Perkuat Fundamental Bisnis

Runtuhnya SVB, menjadi berita buruk bagi sektor yang terpukul pada 2022, yang membuat investor lebih menghindari risiko dalam investasi tahap awal.

"Saya akan mengatakan ini mungkin waktu terburuk (untuk hal ini terjadi) dalam dekade terakhir karena mundurnya teknologi yang kami alami," kata Neil Selfe, CEO di penasehat INFOR Financial.

Divisi Kanada SVB, yang menerima izin untuk beroperasi pada 2019, bersaing dengan bank lain dan pemberi pinjaman swasta untuk membantu membiayai pertumbuhan sektor teknologi Kanada, sebelum runtuh pada Jumat (10/3).

SVB Kanada telah menggandakan pinjaman terjaminnya menjadi 435 juta dolar Kanada (314 juta dolar AS) pada tahun 2022 dari tahun sebelumnya.

Kanada dikenal sebagai pusat teknologi global terbesar kedua di dunia setelah Silicon Valley, kata Kim Furlong, CEO Canadian Venture Capital and Private Equity Association kepada CBC News, Senin (13/3/2023).

Perusahaan termasuk Shopify Inc adalah contoh kisah sukses teknologi Kanada, yang membantu menarik lebih banyak investasi ke sektor ini.

Regulator AS melakukan intervensi pada Minggu (12/3/2023) setelah runtuhnya SVB, yang berjalan setelah portofolio obligasi besar terpukul.

"Canadian Imperial Bank of Commerce (CIBC), Royal Bank of Canada (RBC) dan Bank of Montreal (BMO) adalah yang paling mungkin untuk mengambil buku SVB saat ini, dan nasabah masa depan di Kanada," ujar Managing Partner Maverix Private Equity John Ruffolo.

Ketiga bank tersebut telah mendedikasikan kelompok pemberi pinjaman teknologi. Seorang juru bicara RBC menolak berkomentar sementara CIBC dan BMO tidak menanggapi permintaan komentar.

Selfe dari INFOR Financial mengatakan meskipun SVB Kanada adalah pemain yang lebih kecil. Namun, SVB adalah pesaing penting di pasar tersebut.

"Saya pikir bank-bank Kanada akan terus meminjamkan kepada perusahaan teknologi tahap awal tetapi tanpa Silicon Valley Bank sebagai pemberi pinjaman, saya pikir mereka dapat lebih selektif dalam memberikan pinjaman dan berpotensi meningkatkan harga di mana mereka meminjamkan."

Enam bank teratas Kanada sudah menguasai lebih dari 80 persen aset perbankan dan industri ini mendapat serangan dari pendukung konsumen dan politisi karena dominasinya.

Presiden Dewan Inovator Kanada Benjamin Bergen, akses modal semakin ketat bagi orang Kanada untuk startup meningkatkan pertumbuhan.

"Dan dengan ini, apa yang kami dengar dari ekosistem adalah, Anda tahu, itu akan membuatnya semakin sulit, jadi itulah yang kami pantau."

Perusahaan-perusahaan Kanada melihat keseluruhan investasi modal ventura sebesar 1,3 miliar dolar Kanada (947,38 juta dolar AS) sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan 4,5 miliar dolar Kanada selama tiga bulan pertama 2022 dan 3,5 miliar dolar Kanada selama periode yang sama 2021, menurut data Refinitiv.

Lingkungan pendanaan untuk start-up sudah semakin sulit karena kenaikan suku bunga. Investor juga mulai selektif akibat ancaman resesi.

"Selain bank, pemerintah federal juga memiliki program Venture Capital Catalyst Initiative yang berinvestasi di perusahaan teknologi Kanada yang menjanjikan," katanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, penutupan Silicon Valley Bank (SVB) oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Amerika Serikat pada 10 Maret 2023 tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil.

Ekonom sekaligus Executive Director Segara Institute Piter Abdullah mengatakan penutupan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) berpotensi mengganggu operasional banyak startup global yang mendapatkan pembiayaan dari bank tersebut.
"Ada potensi startup global banyak yang terganggu, atau bahkan harus melakukan rasionalisasi, PHK, dan lain-lain," kata Piter.

Baca Juga:

Shopee Indonesia Kembali PHK Karyawan

#Startup #PHK
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
20 Ribu Pekerja Berpotensi di PHK, Pemerintah Harus Bersiap Bikin Mitigasi
Kebijakan fiskal preventif perlu disiapkan untuk menahan tekanan dunia usaha agar tidak berujung pada PHK, penundaan perekrutan, maupun penurunan upah secara signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
20 Ribu Pekerja Berpotensi di PHK, Pemerintah Harus Bersiap Bikin Mitigasi
Indonesia
Badai PHK Intai Sektor Manufaktur, Hasil Simulasi Bisa Sampai 20 Ribu Pekerja
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperingatkan potensi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor manufaktur pada kuartal II 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Badai PHK Intai Sektor Manufaktur, Hasil Simulasi Bisa Sampai 20 Ribu Pekerja
Indonesia
PHK Meningkat, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Pekerja Dapat JKP Selama 6 Bulan
BPJS Ketenagakerjaan akan bergerak aktif menghubungi perusahaan untuk memastikan hak pekerja dapat segera diproses apabila PHK terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
PHK Meningkat, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Pekerja Dapat JKP Selama 6 Bulan
Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Setahun setelah PHK Sritex, Eks Karyawan Tuntut Pembayran Pesangon
Dalam tuntutan aksi itu, eks karyawan Sritex menuntut pembayaran pesangon oleh kurator.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026
Setahun setelah PHK Sritex, Eks Karyawan Tuntut Pembayran Pesangon
Indonesia
Manajemen Mie Sedaap Bantah PHK Besar-Besaran, Sebut Pegawai Aset Terpenting Perusahaan
Pihak manajemen akan terus menjalankan kegiatan usaha secara terukur, sesuai regulasi yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 26 Februari 2026
Manajemen Mie Sedaap Bantah PHK Besar-Besaran, Sebut Pegawai Aset Terpenting Perusahaan
Indonesia
PT KAS Tepis Isu PHK Massal Buruh Mie Sedaap, Pabrik Masih Beroperasi
PT Karunia Alam Segar (PT KAS), produsen Mie Sedaap, menipis isu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ratusan buruh.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Februari 2026
PT KAS Tepis Isu PHK Massal Buruh Mie Sedaap, Pabrik Masih Beroperasi
Indonesia
Menaker Monitor Isu PHK Buruh Mie Sedaap, KSPI Ingatkan Modus Hindari Bayar THR
Beredar informasi di media sosial sekitar 400 pekerja dirumahkan beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadan.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Februari 2026
Menaker Monitor Isu PHK Buruh Mie Sedaap, KSPI Ingatkan Modus Hindari Bayar THR
Indonesia
Mie Sedaap Stop PHK Karyawan, DPR: Semua Perusahaan Wajib Bayar THR
Perusahaan diminta tidak melakukan PHK di bulan Ramadan, terlebih jika motifnya untuk menghindari kewajiban membayar tunjangan hari raya (THR). 

Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Mie Sedaap Stop PHK Karyawan, DPR: Semua Perusahaan Wajib Bayar THR
Indonesia
Tugas Baru Desk Ketenagakerjaan Polri Dampingi Buruh Korban PHK
Polri melalui Desk Ketenagakerjaan akan terus memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Wisnu Cipto - Senin, 16 Februari 2026
Tugas Baru Desk Ketenagakerjaan Polri Dampingi Buruh Korban PHK
Bagikan