Setelah 'Hantam' Prabowo dalam Debat Pertama, Ini Pesan Jokowi yang Sangat Menyentuh

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 26 Januari 2019
Setelah 'Hantam' Prabowo dalam Debat Pertama, Ini Pesan Jokowi yang Sangat Menyentuh

Calon presiden petahana Joko Widodo (kedua kiri) bergandengan tangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin (ketiga kanan). (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo mengajak semua elemen bangsa untuk berpolitik santun dan beretika, karena Indonesia terkenal di dunia dengan masyarakat yang memiliki ramah dan baik budi pekertinya.

"Marilah kita berpolitik yang santun. Mari kita berpolitik yang beretika. Mari kita berpolitik dengan tata krama yang baik," kata Presiden Jokowi saat acara pembagian sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Bola Arcici Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1).

Menurut Jokowi, masyarakat Indonesia memiliki sopan satun dan tata krama yang baik sehingga harus diimbangi cara berpolitik yang baik pula.

Jokowi mengakui bahwa masuk dalam tahun politik banyak sekali kabar bohong (hoaks) dan ujaran kebencian terjadi di mana-mana.

Kandidat Pilpres 2019. (Foto: ist)
Kandidat Pilpres 2019. (Foto: ist)

Bahkan, ia juga menjadi sasaran hoaks yang menyatakan dirinya adalah PKI dan juga memusuhi para ulama.

"Masa saya dikatakan PKI. Peristiwa PKI itu terjadi pada 1965 dan saya lahir 1961. Masa ada PKI balita," kata Jokowi.

Jokowi juga mengungkap di media sosial yang menaruh fotonya disandingkan dengan DN Aidit yang pidato pada 1955. "Masa saya belum lahir sudah ada fotonya dengan Aidit. Karena itu, saya harus ngomong, harus meluruskan," katanya.

Jokowi juga disebut memusuhi para ulama, tetapi kenyataannya ia tiap minggu bersilaturahmi dengan para pemuka agama.

"Saya tiap minggu bersilaturahmi dengan ulama. Bahkan Hari Santri itu saya yang tanda tangan Keppres-nya. Kok gitu disebut memusuhi ulama," tandasnya.

Presiden juga menyebut survei yang menyebutkan 9 juta penduduk memercayai bahwa dirinya itu PKI dan musuh ulama. "Untuk itu saya ngomong. Kalau tidak, bisa 12 ribu orang percaya kabar bohong itu," ungkapnya.

Untuk itu, Jokowi juga meminta untuk tidak percaya dengan kabar bohong dan menjauhi ujaran kebencian karena bisa membuat perpecahan di masyarakat.

"Jangan sampai beda pilihan karena pilkada, pilihan Bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, dan pilihan presiden membuat dengan tetangga, dengan kampung tidak akur. Jangan korbankan itu," harapnya.

Presiden mengatakan bahwa beda pilihan itu hal biasa dan pemilu itu terjadi setip lima tahun sehingga jangan korbankan persatuan dan persaudaraan.

Jokowi berpesan bahwa jika memilih calon itu dilihat pengalaman memimpinnya, program yang yang ditawarkan.

"Namun, jika ada tetangga yang beda pilihan jangan dimusuhi," kata Jokowi.

#Pilpres 2019 #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan